Lifestyle Ketogenic Selama 1 Tahun

Lifestyle Ketogenic Selama 1 Tahun

Sudah lost sebanyak 33kg.. lifestyle ketogenic selama 1tahun… Alhamdulillah sekarang suami sudah mau ikut mulai lifestyle ketogenic juga karna lihat perubahan istrinya…
Suami baru berjalan selama 1 Minggu Alhamdulillah sudah lost 3kg… Semoga tetap semangat dan istiqamah.. aamiin🤲..
Salam sehat untuk semua member grup yg ada disini🤗🤗🤗
Pengalaman Keto ini dipersembahkan oleh : https://www.facebook.com/groups/387794234902566/user/100003603493722/?__cft__[0]=AZWpUlZwsq4Al6DZ_xHj54X_QzvucJF2PKym3ZvDroyqe-lU2DuofpdWU0LxnVBbX9IzUOPS1dj2cVHyIo9uLETM-aVnq_Sz41_dVY969O2vkCLxWmBSpjj_jKme1Fo1PsKmt1zHvT3uVllGpEhHPUyj9vKoaS8xwrM6HHeRDhznzI9WOF_9y8tDzDDQ4SANEgM&__tn__=-UC%2CP-R
Mengelola pikiran untuk diet

Mengelola pikiran untuk diet

Di masa pandemi ini saya banyak mempelajari tentang ilmu pengembangan diri, termasuk tentang mindset, atau bisa kita sebut juga pengelolaan pikiran dan perasaan. Hal ini pun bisa berkaitan erat juga dengan kesehatan maupun berat badan.

Kita bisa juga melihat hal ini pada pendekatan yang populer dalam dunia psikology yaitu fix mindset vs growth mindset. Coba gooling atau cari di youtube tentang 2 hal ini.

Secara sederhana, orang-orang yang memiliki fix mindset memiliki keyakinan bahwa hidup itu tidak bisa diubah. Sedangkan orang yang memiliki mindset terbuka percaya bahwa diri kita mampu mengembangkan diri dengan usaha-usaha untuk kehidupan yang lebih baik.

Tentu berpikiran terbuka itu bukanlah hal yang mudah. Disisi lain, bisa saja seseorang mengaku memiliki pemikiran terbuka, faktanya dia selalu bersikap sebagai seseorang yang berpikiran tertutup. Karena memang situasi di sekitar kita, di social media saat ini, memiliki kecenderungan untuk menyalahkan orang lain, membuat alasan, dan membuat asumsi-asumsi sendiri.

Situasi lingkungan kita juga seringkali membuat label-label terhadap diri kita, yang dilakukan secara terus menerus, sehingga secara tidak sadar menjadikan diri kita meyakini atas identitas tersebut. Misalnya dalam aspek kesehatan maupun diet : gemuk itu memang turunan, olahraga itu sulit, semua cara pasti gak mungkin bisa, dan berbagai label-label maupun pikiran negatif lainnya yang bisa berbahaya.

Ketika kita menggunakan pikiran fix mindset, segala upaya kita akan kita sabotase dengan cara apapun dan akhirnya memilih hidup dibalik alasan-alasan. Kita akan terus mencari pembenaran diri sendiri alih-alih mengevaluasi perjalanan dan mencari solusi agar tujuan bisa tercapai.

“Jelas aja dia bisa langsing, wong tidak harus bekerja, kalau aku kan sibuk banget”
Coba cek, apakah kamu punya pemikiran seperti itu juga?

Ketika kita bersedia menggunakan growth mindset, maka kunci sukses itu memerlukan usaha. Kita meyakini, saya akan menjadi lebih sehat, lebih langsing jika saya komit dan disiplin untuk berusaha. Yakini bahwa fokus pada proses akan lebih penting daripada hasil itu sendiri. Kita bisa menjadi lebih proaktif, memberikan pikiran dan perasaan kita benih-benih positif, sehingga perilaku bisa selaras dengan niat dan tujuan kita. Ketika terjadi sesuatupun, kita bisa menjadikan pelajaran dan memperbaikinya di masa berikutnya.

Misalkan suatu saat kita silaturahmi, kita melihat makanan yang seharusnya kita tidak konsumsi, tapi karena situasi tidak memungkinkan kita menolak kita makan, lalu merasa bersalah dan menyesal berlebihan. Nah, perasaan-perasaan seperti ini yang perlu dikelola dengan baik.

Growth mindset akan menjadikan suatu kejadian sebagai pengalaman, sehingga kita bisa mengelola dengan lebih baik di masa mendatang. Lalu merencanakan apa yang perlu diantisipasi, misal melanjutkan dengan puasa sunnah, ataupun menambah aktivitas olah raga, atau menjaga menu ketika makan di rumah.

Dari pengalaman itu bisa jadi kita juga belajar bagaimana mempersiapkan diri ketika berada disituasi yang sama. Mengelola pikiran, perasaan, kata-kata, agar bisa diterima oleh diri kita maupun orang lain.

Jika kita berpikir dengan fix mindset, kita akan menganggap semuanya sempurna. Pokoknya cuma saya yang paling benar, idealis, harus 100% benar, yang lain salah. Dan akhirnya dalam waktu singkat kehilangan motivasi dengan cepat.

Dengan pola yang terlalu extrim, seringkali menjadi tidak realistis, mudah emosi dan depresi, dan memicu juga diet yoyo.

Dengan memahami growth mindset, kita bisa menguasai diri kita sendiri baik pada level perilaku, perasaan dan pikiran kita sendiri. Memahami bagaimana proses bekerja. Dan tentu yang penting adalah mampu membuat pilihan-pilihan dalam kehidupan setiap hari. Menjadi versi yang lebih baik lagi.

Itulah ketika kita bertemu dengan client, sahabat, atau teman yang ingin memulai diet, di awal bukanlah membahas tentang harus makan apa, atau jangan makan apa. Tetapi harus lebih kedalam memahami pola pikir dan mindset-nya. Bagaimana pandangan tentang kehidupan dan diri mereka secara pribadi akan sangat mempengaruhi cara kita menjalani hidup. Hal-hal apa yang kita ingin capai dan nilai-nilai apa yang kita yakini.

 

Jika dasar ini belum dilalui, bisa jadi kita akan sulit mencapai apa kita inginkan. Tidak hanya tentang diet ataupun penurunan berat badan, bisa jadi juga mempengaruhi hal-hal lain dalam kehidupan. Memang perubahan mindset ini tidak akan berjalan 1-2x, tetapi perlu dilatih secara terus menerus.

Catat juga bahwa suatu kesuksesan bukanlah sesuatu yang berasal dari luar diri Anda, tetapi sesuatu yang berada dalam diri kita, ketika kita mampu mengenal diri, mengelola, dan memiliki kekuatan untuk menciptakan perilaku yang mendekatkan kita pada hasil yang diinginkan.

Isi form ini untuk mendapatkan info berikutnya…


100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox

Tujuh Tips Menjadi Pembakar Lemak!

Tujuh Tips Menjadi Pembakar Lemak!

Selama ini, kita hanya diperkenalkan bagaimana menggunakan gula/karbo sebagai sumber energi. Sehingga selalu menggunakan asupan makanan dari luar. Sampai akhirnya kita kehilangan ide bagaimana cara untuk menggunakan lemak tubuh sebagai sumber energi. Itulah tahun 2015 ketika banyak orang mempelajari ketosis. Yaitu kemampuan tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi.

Setiap kita makan, kelebihan makanan pasti akan diubah menjadi lemak. Jadi jangan dikira kalau kita makan karbo seperti nasi, mie, roti, dan tepung-tepungan pasti digunakan semua sebagai energi lho ya… kelebihan itu semua disimpan sedikit menjadi glikogen, dan penyimpanan terbesar adalah dalam bentuk lemak tubuh.

Menggunakan cadangan energi berupa lemak tubuh tadi itu ternyata tidak mudah jika kita masing menganut pola makan tinggi karbohidrat. Tubuh kita akan mengolah karbo menjadi glukosa, dan tubuh akan memproduksi hormon insulin yang akan mengubah glukosa menjadi energi. Ketika hormon insulin ini bekerja, tubuh tidak akan mampu menggunakan lemak sebagai bahan bakar.

Konsep sederhana ini banyak yang tidak paham, atau memang dibuat tidak populer dengan berbagai alasan.

Kini pola ketogenic mulai memecahkan kode rahasia tubuh agar memiliki kemampuan untuk membakar lemak, atau yang dikenal dengan ketosis. Tubuh mampu menggunakan lemak, merubahnya menjadi keton, mengedarkan dalam darah untuk digunakan sebagai energi. Kelebihan keton akan dibuang melalui urin maupun keringat.

Kondisi ketosis juga menjaga hormon yang membantu menekan nafsu makan seseorang sehingga dapat mudah membatasi asupan dan membantu penurunan berat badan. Nah, ini ada 7 jurus yang dapat membantu kita menjadi pembakar lemak :

1. Meningkatkan aktivitas fisik & istirahat yang cukup
Olahraga dapat membantu tubuh menjadi ketosis. Ketika kita beraktivitas tinggi, tubuh akan mulai membongkar cadangan glukosa, yaitu glikogen. Tentu jika aktivitas terbatas dan kembali mengkonsumsi karbohidrat/gula, tubuh tidak akan mencapai ketosis dengan sempurna karena glikogen terisi kembali dan tubuh kembali menggunakan glukosa.

Tubuh memerlukan adaptasi dan belajar menggunakan untuk mampu menggunakan cadangan lemak alih-alih glikogen.

2. Mengurangi asupan karbohidrat sampai maksimal 20-50gram / hari
Kunci ketosis akan terjadi ketika tubuh membatasi karbohidrat sehingga membuat tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama, bukan glukosa.

Ketika seseorang ingin mencapai ketosis, baik untuk menurunkan berat badan, terhindar dari diabetes dan komplikasinya, maka perlu mengurangi konsumsi karbohidrat menjadi sekitar 5% dari kalori hariannya.

Tentu sesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Toleransi karbohidrat masing-masing orang akan berbeda.

3. Puasa atau skip sarapan
Tidak makan pada periode tertentu dapat membantu seseorang mencapai keadaan ketosis. Misalkan ketika kita berpuasa sunnah atau di bulan ramadhan, bisa jadi tubuh sudah mampu menjadi pembakar lemak.

Di dunia medis dan pola makan dikenal juga istilah intermittent fasting, yaitu membatasi jam makan antara 2-8 jam per hari. Misalkan IF 16/8 : artinya tidak makan selama 16 jam. Tidak makan mulai jam 20.00 dan baru makan jam 12 siang ke esokan harinya.

4. Meningkatkan asupan lemak sehat
Dalam pola makan rendah karbo, kita akan membatasi asupan karbo, dan meningkatkan asupan lemak sehat. Beberapa lemak yang baik dikonsumsi :

  • minyak kelapa
  • minyak zaitun
  • alpukat
  • mentega / butter

Hindari lemak-lemak trans seperti minyak jagung, minyak kedelai, dan minyak canola.

5. Menguji kadar keton
Kapan kita tahu tubuh kita telah menggunakan lemak / keton? Salah satu metode yang dapat membantu seseorang mencapai keadaan ketosis adalah dengan memantau kadar keton dalam tubuh. Silahkan lakukan beberapa tes yang mengetahui kadar keton di :

  • air seni
  • nafas
  • darah

Silahkan pilih salah satu jenis tes untuk bisa melihat perkembangan pola makan. Tentu akurasi yang terbaik adalah mengechek pada keton darah. Dengan melakan tracking keton, kita dapat melihat hal-hal apa yang benar dan bisa membantu kita mencapai tujuan.

6. Menjaga asupan protein
Dalam diet keto, mengatur agar asupan protein sekitar 20-25% dari kebutuhan kalori harian. Jika kita kelebihan asupan protein, proses ketosis akan terhambat karena sekitar 50% protein juga diubah menjadi glukosa. Sehingga menjaga asupan protein yang rendah akan membantu mencapai ketosis yang optimal.

Ketika berat badan tubuh sudah ideal, asupan protein bisa sedikit ditingkatkan.

7. Mengonsumsi Virgin Coconut Oil atau MCT

Virgin coconut oil akan membantu tubuh beradaptasi menjadi ketosis dengan lebih baik. Kandungan lemak rantai menengah diubah menjadi keton dengan sepat, sehingga membantu tubuh beradaptasi dengan keton tanpa kliyengan dan efek lainnya.

Ketika sudah ketosis, vco seperti vico bagoes juga akam membuat tubuh mempertahankan keadaan ketosis.

VCO juga bermanfaat untuk terapi penyakit yang disebabkan gula darah tinggi, termasuk Alzheimer. Tubuh dapat menyerap VCO / MCT dengan cepat dan mudah. Kemudian liver akan segera merubahnya menjadi keton dan digunakan sebagai energi yang bersih dan efisien

 

Mencapai keadaan ketosis tidak selalu mudah lhoo….

Coba dengan 7 langkah diatas.

Banyak orang yang ingin menjadi pembakar lemak dan mencapai ketosis dengan mengikuti diet ketogenik. Silahkan pelajari di buku Ketogenic Gaya Hidup Revolusioner. Semoga sehat dan bahagia selalu.

 

Dapetin info dan menu sehat terbaru disini…


100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox

Setelah lebaran, badan malah jadi lebar?

Setelah lebaran, badan malah jadi lebar?

Puasa kebanyakan orang berhasil menurunkan berat badannya, tubuh lebih ringan, keluhan berbagai penyakit juga sirna. Tapi sering kali setelah lebaran, manfaat puasa bisa hilang dalam sesaat kalau kebablasan.

Yuk kita bahas tips dan trik untuk bisa tetap stay fit setelah lebaran dari foodketo.com

Tentu setelah merayakan idul fitri, yang dilanjutkan dengan silaturahmi ke keluarga, kerabat, dan sahabat, serta liburan panjang bisa jadi kita kehilangan kebiasaan ketika berpuasa. Tentu banyak alasan, misalnya udah tidak puasa, lalu merasa sungkan tidak makan/minum dari hidangan yang disajikan, dan banyak hal-hal lainnya.

Apalagi hidangan selama lebaran dan liburan tentu sangat menggoda ya… seringkali mengandung karbohidrat tinggi dan gula yang berlebihan. Tentu ini tantangan tersendiri bagi kita yang ingin menjaga agar tubuh tetap sehat, berat badan tetap ideal, atau bahkan yang sedang berjuang melawan penyakit yang di derita.

 

hayo siapa yang merasa seperti ini gak?

tentu kesadaran diri kita dan kejujuran itu sangat penting.

Dan akan sangat baik jika kita memiliki kesadaran penuh.

Tidak menyalahkan orang lain ataupun tidak menyalahkan diri secara berlebihan. Ambil tanggung jawab dan siap kembali untuk mengatur diri agar bisa kembali on-the track!

 

Seminggu setelah lebaran adalah waktu yang ideal untuk kita mengevaluasi lagi. Bagaimana berat badan kita? Sudah naik berapa kilo? bagaimana rasa tubuh kita? terasa lebih berat? Jadi mager? Males olah raga? Bagaimana ukuran tubuh dan perut kita? apa sudah merasakan lagi tumpukan lemak?

Tentu kita kembalikan kepada diri kita terlebih dahulu. Sadari kondisi saat ini seperti apa, lalu tanya kembali apa goal dan tujuan sehat kita.

Ada beberapa tips yang bisa kita coba jalankan untuk bisa menjaga diri kita agar tidak kebablasan juga :

1. Pilih menu makanan yang lebih sehat
Tentu di kondisi tertentu ini bukan hal yang mudah. Budaya di Indonesia adalah kita merasa wajib makan ketika bertamu. Berbagai menu tersaji di hadapan kita, yang sering kali mengundang selera kita juga. Tentu sebisa mungkin kita menjaga agar asupan ke mulut kita bukan hanya tentang rasa yang enak, tapi pikirkan juga bagaimana efek ke tubuh kita. Pilih opsi rendah karbo dan makanan/minuman tanpa gula.

Kejujuran itu penting, sampaikan saja dengan cara yang sopan dan baik. Jangan sampai menyinggung orang yang telah menyiapkan makanan untuk kita juga.

2. Batasi porsi & gunakan piring kecil
Di situasi tertentu, kita bisa saja ada dalam kondisi tidak bisa menolak. Tentu bijak saja untuk mengkonsumsinya. Jangan jadikan kesempatan dalam kesempitan lho yaaa… terutama jika kita memang ada penyakit diabetes, atau masalah kesehatan yang sensitif terhadap jenis makanan tertentu. Ambil secukupnya saja sebagai penghormatan kita.

Beberapa menu makanan memang menggoda untuk dikonsumsi sedikit, tapi berulang-ulang. Tentu ini bisa juga membawa kita ke kondisi ketagihan / craving lho! hati-hati aja hehehe….

lebaran3. Mulai lagi pola rendah karbo / keto
Setelah makan banyak selama lebaran, coba atur kembali asupan makanan dengan pola rendah karbo tinggi lemak (diet keto) yaaa! Batasi nasi, mie, roti, tepung-tempungan. Asup kembali lemak sehat dan sayuran.

Saya melihat banyak orang sudah sukses lebih sehat dan langsing selama bulan puasa. Bisa jadi turun 2-3 kg. Tapi begitu lebaran, berat badannya bisa nambah 3-5 kg! Kan sayang banget…

4. Kembali aktif olah raga
Memang olah raga itu berkontribusi kecil terhadap penurunan berat badan. Tetapi olah raga memiliki kekuatan untuk melatih disiplin dan konsistensi diri kita. Sehingga kita juga memiliki will power yang lebih tinggi untuk menjaga pola hidup sehat, mulai dari makan, istirahat, dan terbebas dari stress.

So, mulai lagi aja dari olah raga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda biar badan tetap sehat dan bugar. Mumpung masih libur dan WFH!

5. Puasa sunnah
Segera mulai puasa Syawal atau puasa sunnah lainnya aja, karena selain mendapatkan pahala, bisa bikin badan sehat juga lho!

Selain hal diatas, pastikan asup virgin coconut oil yaaa…

Apa yang bisa didapat dari Vico Bagoes?

1. Mengontrol nafsu makan
Kita perlu ingat bagaimana pola ketagihan ketika konsumsi gula / karbo tinggi. Dengan menjaga gula darah dan insulin kita stabil. Dengan bantuan Vico Bagoes, kita menjaga tubuh tetap terasa kenyang, dan bisa membatasi makanan yang kita asup.

2. Pencegahan penumpukan lemak tubuh
Jika insulin kita tinggi, maka proses penyimpanan lemak tubuh akan bekerja, dan menghentikan proses pembakaran lemak. Vico Bagoes mengandung lemak rantai menengah yang cepat diubah menjadi energi yang diperlukan oleh tubuh.

3. Nutrisi penting untuk tubuh
Kandungan asam laurat ini serupa yang ditemukan dalam Air Susu Ibu. Setelah diteliti kandungan ini akan diubah menjadi monolaurin yang bermanfaat sebagai anti virus, anti bakteri, dan anti kuman penyebab penyakit.

 

Tentu menggunakan Vico Bagoes merupakan obat alami yang efektif untuk berbagai masalah obesitas dan kesehatan dengan harga yang terjangkau.

Mau pesan Vico Bagoes? KLIK DISINI

 

Selamat mencoba yaaa! Semoga tipsnya bermanfaat!

Memahami “cylce carbs” dan sensitivitas insulin

Memahami “cylce carbs” dan sensitivitas insulin

Saat ini pola rendah karbo semakin di terima dalam dunia nutrisi. Walau masih banyak yang mempertanyakan misalnya apakah bisa dilakukan dalam jangka panjang, lalu bagaimana dengan insulinnya? apakah ketika menjalankan pola ini tubuh tidak menggunakan lagi hormon insulin, atau bagaimana dengan sensitifitasnya, dan sebagainya.

Sebelum kita melanjutnya perlu sama-sama dipahami dulu, pola ketogenic itu tidak 0% karbo. Artinya karbohidrat akan tetap diasup dalam jumlah rendah. Lalu tidak mungkin tubuh itu gula darah-nya = 0. Range normalnya berkisar 70-100 mg/dL. Selain tubuh menggunakan keton, ketika kondisi ketosis kebutuhan glukosa juga dapat diperoleh dari proses glukoneogenesis baik dari protein maupun lemak.

Lalu bagaimana dengan sensitifitas insulin. Tentu artikel ini tidak akan bisa menjelaskan secara ilmiah dan detail, karena tetap diperlukan penelitian mendalam oleh ahlinya untuk memastikannya. Artikel ini akan membahas dari beberapa sudut pandang dan referensi penelitian saja.

Seperti kita tahu insulin merupakan hormon yang memiliki peran dalam tubuh kita. Secara mendasar insulin digunakan tubuh untuk mengolah gula darah menjadi energi, maupun menyimpan kelebihan gula darah menjadi lemak tubuh untuk disimpan. Inilah kenapa insulin juga dikenal juga sebagai fat storage hormon, atau hormon yang digunakan untuk menyimpan energi dalam bentuk lemak dalam tubuh kita. Sehingga tingkat insulin yang tinggi ini juga berkontribusi terhadap penambahan berat badan dan obesitas jika terus menerus terjadi.

Bahkan dalam banyak penelitian terbaru muncul istilah resistensi insulin, atau menurunnya kemampuan insulin untuk dapat melakukan tugas utamanya. Dalam hal ini akan muncul berbagai masalah kesehatan yang dikenal dengan diabetes maupun berbagai komplikasi dari diabetesnya. Dalam hal ini, diet ketogenic akan sangat membantu mengontrol gula darah sekaligus insulin dan sensitivitas insulin kembali.

Lalu apakah perlu melakukan siklus karbo, atau dikenal juga sebagai carb cycle?

Tentu saya tidak bisa menjawabnya dengan pasti benar 100% ya. Tapi dari pengalaman pribadi dan berbagai sumber referensi, kita bisa meningkatkan kembali sensitivitas insulin dengan meningkatkan asupan karbo sampai sekitar 100gram net per harinya. Jadi bukan asup full karbo tak terbatas lho!

Banyak orang tidak menyadari bahwa sebenarnya pola ketogenic akan memberikan keseimbangan baru dan optimalisasi terhadap sensitivitas insulin. Ketika tubuh mengurangi karbo, maka tubuh dapat me-reset ulang kebutuhan insulin yang berbeda dibandingkan ketika banyak mengasup karbo. Sebenarnya dalam situasi yang sama, jika seseorang telah menjalankan pola ketogenic 1-2 tahun, bisa juga melakukan adjust atau setting ulang untuk membantu tubuh merespon insulin kembali.

Tentu dalam hal ini bukan tentang glukosa dan keton sebagai sumber energi saja. Secara holistik kita akan banyak berexpermen tentang hormon tubuh juga. Dalam pola ketogenic kita akan mengkonsumsi rendah karbo dan tinggi lemak sehingga tubuh kita dapat beradaptasi menggunakan keton dengan baik dan diubah menjadi energi tanpa insulin.

Dengan meningkatkan asupan karbo / glukosa, tubuh akan merespon kembali insulin dengan kadar yang lebih tinggi. Sama halnya di awal diet ketogenic tubuh akan memproduksi keton berlebihan sehingga bisa muncul seperti keto rush, bau keton berlebihan, kliyegan beberapa waktu, hingga akhirnya tubuh bisa menyesuaikan dan menggunakan keton dengan optimal dan kita bisa merasakan energi yang luar biasa.

Banyak orang yang terlalu fanatik mengatakan jangan lagi konsumsi karbohidrat tentu berlebihan juga. Selama kita bisa menjaga jumlah asupan netcarb, telah melakukan tracking dengan baik, melakukan pengukuran parameter kesehatan secara rutin, tidak ada masalah riwayat medis seperti gula darah tinggi, maka akan baik utnuk bisa memberikan tubuh untuk beradaptasi kembali dengan glukosa. Anda akan bisa merasakan manfaat pola ketogenic dan tetap on the track terhadap tujuan sehat yang ingin diraih.

Ada juga intilah flexible metabolism, yaitu ketika tubuh sudah dapat beradaptasi dengan mudah untuk menggunakan glukosa maupun keton. Cycle carbs bisa juga digunakan sebagai sarana untuk pit stop dan bisa digunakan juga ketika kita akan melakukan aktivitas fisik & olahraga yang cukup intens karena glukosa yang dikonsumsi dapat segera digunakan untuk menjadi energi.

Dalam pola ketogenic akan menciptakan kondisi tubuh yang efisien dan memiliki kemampuan optimal menggunakan lemak tubuh sebagai sumber energi. Tentu membuat rencana akan sangat bijak, dan kita bisa merespon hal-hal fisik ataupun perasaan kita dengan lebih “berkesadaran”.

Tentu kita sudah mengetahui, bahwa proses ketosis akan berhenti ketika dalam tubuh memiliki kadar gula darah yang tinggi, sehingga ketika melakukan carb loading, kita bisa melakukan adjustment dengan puasa, interminttent fasting, olah raga, serta pengelolaan istirahat dan tidur dengan baik.

Semoga bermanfaat.

Haruskah berbuka dengan yang manis?

Haruskah berbuka dengan yang manis?

Di bulan Ramadhan ini sering denger ayo “berbukalah dengan yang manis”.

Nah ini benar, atau sekedar mitos?
Apakah ini baik untuk tubuh? atau malah sebaliknya?
Bagaimana sunnahnya?

Yuk kita bahas beberapa hal diatas agar semakin jelas agar kita dapat mendapatkan manfaat lengkap dari ibadah puasa di bulan Ramadhan ini.

Mulai dari kebiasaan, budaya sampai iklan

Kenapa makanan manis identik menjadi takjil berbuka? saya belum bisa membahas tentang sejarahnya, tapi siapa yang tidak kenal dengan jingle minuman kemasan : “berbukalah dengan yang manis”. Atau kita lihat berbagai jenis makanan untuk ta’jil atau iftar berupa minuman / makanan yang manis seperti es buah, sirup, es cendol, dan banyak lagi pilihan yang di jajakan menjelang berbuka selama bulan Ramadhan.

Sekarang coba kita pelajari tentang hadist berbuka puasa. “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering, jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud)

Intinya adalah berbuka dengan kurma (basah ataupun kering) atau satu tegukan air, tidak ada hadis yang secara khusus menerangkan tentang berbuka dengan makanan atau minuman yang manis. Entahlah bagaimana kini banyak orang jadi percaya berbuka harus dengan makanan atau minuman yang manis.

Tentu ini sangat terkait dengan ilmu nutrisi modern yang menganggap gula / glukosa-lah satu-satunya bahan bakar untuk tubuh manusia. Sehingga mengasup makanan manis ketika berbuka menjadi wajib. Bahkan sering kali, berbuka kita menjadi berlebihan dalam konsumsi gula dan karbo olahan.

Tentu berpuasa memiliki efek menurunkan cairan, dan elektrolit dalam tubuh. Terkait gula darah bisa jadi menurun, tetapi untuk orang normal, rasanya tidak akan sampai dibawah batas normal 80-100 mg/dL. Dan secara alamiah tubuh sendiri sebenarnya bisa menghasilkan glukosa dalam tubuhnya sendiri atau yang dikenal dengan istilah glukoneogenesis (silahkan baca detailnya di buku Ketogenic Gaya Hidup Revolusioner).

Apa yang terjadi ketika berbuka puasa dengan yang manis?

Tentu bagi orang-orang yang memiliki kecenderungan gula tinggi / pre diabetes (diatas 120 mg/dl), berpuasa umumnya terasa lebih berat karena ada rasa “ngidam” akan glukosa, sehingga merasa memerlukan mengasup gula ketika berbuka. Padahal efek puasa bisa menjadikan gula darah normal itu sangat bermanfaat dan mengatasi kasus pre-diabetes-nya.

Sayang banyak orang yang tidak peduli mengukur gula darahnya karena dianggap tidak masalah. Padahal ini bisa memicu keparahan yang lebih tinggi jika tidak segera ditangani.

Bagi orang yang normal ataupun sudah menjalankan pola rendah karbo sehingga gula darahnya relatif stabil, dan mampu secara efisien menggunakan keton, tidak akan merasa craving berlebihan ketika berpuasa. 1 butir kurma sudah mencukupi dan menjaga agar asupan gula tidak berlebihan, lalu mengkonsumsi air untuk mengembalikan hidrasi dan cairan tubuh.

Apa efek samping jika mengasup gula berlebihan ketika berbuka?

Sayangnya, karena mitos berbuka dengan yang manis, banyak orang menyantap makanan minuman manis berlebihan ketika berbuka. Mulai minumannya, ada juga snack-2nya yang kaya akan tepung dan karbohidrat sederhana. Hal ini akan melonjakkan kadar gula darah dengan cepat yang tidak sehat. Hal ini juga membuat tubuh cepat merasa lapar dan akhirnya memicu makan berlebihan.

Bagi orang-orang yang obesitas, prediabetes, maupun sudah diabetes, terkait menu berbuka perlu diperhatikan dengan serius. Konsumsi makanan manis harus tetap dibatasi dan tidak boleh berlebihan.

Bagaimana cara berbuka agar tidak gendut?

Tuntunan berbuka dari Nabi Muhammad SAW sudah sangat baik. Kurma segar atau murni mengandung karbohidrat kompleks, yang cukup untuk mengembalikan energi ketika berpuasa. Jika tidak ada kurma, air putih juga pilihan yang baik. Setelah membatalkan puasa, lanjutkan dengan doa berbuka puasa, lalu sholat magrib.

Beberapa menu rendah karbo lain untuk berbuka bisa juga berbuka dengan kelapa muda, buah-buahan, atau kolang-kaling, namun jangan ditambahi sirup atau pemanis lain agar kita bisa menjaga gula darah tetap stabil.

Apa boleh makan rendah karbo tinggi lemak ketika berbuka?

Setelah membatalkan puasa dan sholat magrib, saat makan berbuka. Ada beberapa orang yang menyarakan menghindari makanan berlemak seperti santan. Apa benar seperti itu?

Seperti kita ketahui, santan kandungannya adalah mirip dengan Air susu ibu yaitu lemak rantai menengah (MCFA) yang cepat diubah menjadi energi keton. Sehingga asumsi santan itu lama dicerna tentu tidak benar.

Jika memerlukan energi instant yang lebih tinggi 1 sendok makan VCO ataupun MCT juga sangat membantu lho.

Dari pengalaman penulis dan testimoni banyak orang yang sudah menjalankan pola ketogenic, dengan mengasup rendah karbo menjadikan tubuh lebih segar. Ketika di pagi hari pun aktivitas bisa berjalan dengan baik, tidak terasa lesu dan lemas. Energinya terasa lebih tinggi dibandingkan kalau makan tinggi karbo.

Ketika berbuka dengan menu rendah karbo, terasa juga cepat kenyang dan penuh energi. Sehingga ketika berpuasa bisa menjalankan banyak ibadah dan amalan sunnah dengan banyak karena berenergi.

Tentu informasi tentang keton serta pola makan rendah karbo ini masih terbatas, sehingga banyak orang yang belum sepenuhnya memahami. Tubuh memang menggunakan glukosa sebagai energi, tetapi tubuh juga memiliki kemampuan menggunakan keton sebagai energi juga.

Manfaat pola rendah karbo ketika puasa

Cukup banyak mitos-mitos dan keyakinan tentag pola makan ketika berpuasa. Misal kalau sahur harus makan banyak biar gak lemes, atau berbuka yang manis. Tentu dengan mempelajari nutrisi dan pola makan yang terkini, kita bisa melihat pola makan rendah karbo ataupun ketogeni akan banyak mengoptimalkan puasa kita.

Apa saja manfaatnya?
– Simple ketika sahur maupun berbuka
– Menjaga gula darah tetap stabil
– Tetap berenergi di pagi, siang, dan sore hari
– Berbuka tidak craving
– Tidak mengantuk dan lemes setelah berbuka puasa

Kelebihan gula / tinggi karbo ketika berbuka bisa berdampak meningkatkan gula darah dan insulin setelah makan. Jika sudah begitu, alih-alih badan segar, kamu justru akan merasa lemas dan ngantuk setelah berbuka puasa, akibatnya sholat tarawih dan ibadah lainnya jadi malas.

Bahkan jika tidak memperbaiki pola makan, justru akan berujung pada kenaikan berat badan setelah bulan Ramadhan. Padahal jika dilakukan dengan pola makan yang baik dan benar, berpuasa cukup efektif dalam menurunkan berat badan dan meningkatkan level kesehatan kita.

Mau tahu cara pola makan langsing sehat???


100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox

Open chat
1
Halo kak, silahkan chat...