Memahami “cylce carbs” dan sensitivitas insulin

Memahami “cylce carbs” dan sensitivitas insulin

Saat ini pola rendah karbo semakin di terima dalam dunia nutrisi. Walau masih banyak yang mempertanyakan misalnya apakah bisa dilakukan dalam jangka panjang, lalu bagaimana dengan insulinnya? apakah ketika menjalankan pola ini tubuh tidak menggunakan lagi hormon insulin, atau bagaimana dengan sensitifitasnya, dan sebagainya.

Sebelum kita melanjutnya perlu sama-sama dipahami dulu, pola ketogenic itu tidak 0% karbo. Artinya karbohidrat akan tetap diasup dalam jumlah rendah. Lalu tidak mungkin tubuh itu gula darah-nya = 0. Range normalnya berkisar 70-100 mg/dL. Selain tubuh menggunakan keton, ketika kondisi ketosis kebutuhan glukosa juga dapat diperoleh dari proses glukoneogenesis baik dari protein maupun lemak.

Lalu bagaimana dengan sensitifitas insulin. Tentu artikel ini tidak akan bisa menjelaskan secara ilmiah dan detail, karena tetap diperlukan penelitian mendalam oleh ahlinya untuk memastikannya. Artikel ini akan membahas dari beberapa sudut pandang dan referensi penelitian saja.

Seperti kita tahu insulin merupakan hormon yang memiliki peran dalam tubuh kita. Secara mendasar insulin digunakan tubuh untuk mengolah gula darah menjadi energi, maupun menyimpan kelebihan gula darah menjadi lemak tubuh untuk disimpan. Inilah kenapa insulin juga dikenal juga sebagai fat storage hormon, atau hormon yang digunakan untuk menyimpan energi dalam bentuk lemak dalam tubuh kita. Sehingga tingkat insulin yang tinggi ini juga berkontribusi terhadap penambahan berat badan dan obesitas jika terus menerus terjadi.

Bahkan dalam banyak penelitian terbaru muncul istilah resistensi insulin, atau menurunnya kemampuan insulin untuk dapat melakukan tugas utamanya. Dalam hal ini akan muncul berbagai masalah kesehatan yang dikenal dengan diabetes maupun berbagai komplikasi dari diabetesnya. Dalam hal ini, diet ketogenic akan sangat membantu mengontrol gula darah sekaligus insulin dan sensitivitas insulin kembali.

Lalu apakah perlu melakukan siklus karbo, atau dikenal juga sebagai carb cycle?

Tentu saya tidak bisa menjawabnya dengan pasti benar 100% ya. Tapi dari pengalaman pribadi dan berbagai sumber referensi, kita bisa meningkatkan kembali sensitivitas insulin dengan meningkatkan asupan karbo sampai sekitar 100gram net per harinya. Jadi bukan asup full karbo tak terbatas lho!

Banyak orang tidak menyadari bahwa sebenarnya pola ketogenic akan memberikan keseimbangan baru dan optimalisasi terhadap sensitivitas insulin. Ketika tubuh mengurangi karbo, maka tubuh dapat me-reset ulang kebutuhan insulin yang berbeda dibandingkan ketika banyak mengasup karbo. Sebenarnya dalam situasi yang sama, jika seseorang telah menjalankan pola ketogenic 1-2 tahun, bisa juga melakukan adjust atau setting ulang untuk membantu tubuh merespon insulin kembali.

Tentu dalam hal ini bukan tentang glukosa dan keton sebagai sumber energi saja. Secara holistik kita akan banyak berexpermen tentang hormon tubuh juga. Dalam pola ketogenic kita akan mengkonsumsi rendah karbo dan tinggi lemak sehingga tubuh kita dapat beradaptasi menggunakan keton dengan baik dan diubah menjadi energi tanpa insulin.

Dengan meningkatkan asupan karbo / glukosa, tubuh akan merespon kembali insulin dengan kadar yang lebih tinggi. Sama halnya di awal diet ketogenic tubuh akan memproduksi keton berlebihan sehingga bisa muncul seperti keto rush, bau keton berlebihan, kliyegan beberapa waktu, hingga akhirnya tubuh bisa menyesuaikan dan menggunakan keton dengan optimal dan kita bisa merasakan energi yang luar biasa.

Banyak orang yang terlalu fanatik mengatakan jangan lagi konsumsi karbohidrat tentu berlebihan juga. Selama kita bisa menjaga jumlah asupan netcarb, telah melakukan tracking dengan baik, melakukan pengukuran parameter kesehatan secara rutin, tidak ada masalah riwayat medis seperti gula darah tinggi, maka akan baik utnuk bisa memberikan tubuh untuk beradaptasi kembali dengan glukosa. Anda akan bisa merasakan manfaat pola ketogenic dan tetap on the track terhadap tujuan sehat yang ingin diraih.

Ada juga intilah flexible metabolism, yaitu ketika tubuh sudah dapat beradaptasi dengan mudah untuk menggunakan glukosa maupun keton. Cycle carbs bisa juga digunakan sebagai sarana untuk pit stop dan bisa digunakan juga ketika kita akan melakukan aktivitas fisik & olahraga yang cukup intens karena glukosa yang dikonsumsi dapat segera digunakan untuk menjadi energi.

Dalam pola ketogenic akan menciptakan kondisi tubuh yang efisien dan memiliki kemampuan optimal menggunakan lemak tubuh sebagai sumber energi. Tentu membuat rencana akan sangat bijak, dan kita bisa merespon hal-hal fisik ataupun perasaan kita dengan lebih “berkesadaran”.

Tentu kita sudah mengetahui, bahwa proses ketosis akan berhenti ketika dalam tubuh memiliki kadar gula darah yang tinggi, sehingga ketika melakukan carb loading, kita bisa melakukan adjustment dengan puasa, interminttent fasting, olah raga, serta pengelolaan istirahat dan tidur dengan baik.

Semoga bermanfaat.

Haruskah berbuka dengan yang manis?

Haruskah berbuka dengan yang manis?

Di bulan Ramadhan ini sering denger ayo “berbukalah dengan yang manis”.

Nah ini benar, atau sekedar mitos?
Apakah ini baik untuk tubuh? atau malah sebaliknya?
Bagaimana sunnahnya?

Yuk kita bahas beberapa hal diatas agar semakin jelas agar kita dapat mendapatkan manfaat lengkap dari ibadah puasa di bulan Ramadhan ini.

Mulai dari kebiasaan, budaya sampai iklan

Kenapa makanan manis identik menjadi takjil berbuka? saya belum bisa membahas tentang sejarahnya, tapi siapa yang tidak kenal dengan jingle minuman kemasan : “berbukalah dengan yang manis”. Atau kita lihat berbagai jenis makanan untuk ta’jil atau iftar berupa minuman / makanan yang manis seperti es buah, sirup, es cendol, dan banyak lagi pilihan yang di jajakan menjelang berbuka selama bulan Ramadhan.

Sekarang coba kita pelajari tentang hadist berbuka puasa. ā€œRasulullah Shallallahu ā€˜alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering, jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.ā€ (HR. Ahmad, Abu Dawud)

Intinya adalah berbuka dengan kurma (basah ataupun kering) atau satu tegukan air, tidak ada hadis yang secara khusus menerangkan tentang berbuka dengan makanan atau minuman yang manis. Entahlah bagaimana kini banyak orang jadi percaya berbuka harus dengan makanan atau minuman yang manis.

Tentu ini sangat terkait dengan ilmu nutrisi modern yang menganggap gula / glukosa-lah satu-satunya bahan bakar untuk tubuh manusia. Sehingga mengasup makanan manis ketika berbuka menjadi wajib. Bahkan sering kali, berbuka kita menjadi berlebihan dalam konsumsi gula dan karbo olahan.

Tentu berpuasa memiliki efek menurunkan cairan, dan elektrolit dalam tubuh. Terkait gula darah bisa jadi menurun, tetapi untuk orang normal, rasanya tidak akan sampai dibawah batas normal 80-100 mg/dL. Dan secara alamiah tubuh sendiri sebenarnya bisa menghasilkan glukosa dalam tubuhnya sendiri atau yang dikenal dengan istilah glukoneogenesis (silahkan baca detailnya di buku Ketogenic Gaya Hidup Revolusioner).

Apa yang terjadi ketika berbuka puasa dengan yang manis?

Tentu bagi orang-orang yang memiliki kecenderungan gula tinggi / pre diabetes (diatas 120 mg/dl), berpuasa umumnya terasa lebih berat karena ada rasa “ngidam” akan glukosa, sehingga merasa memerlukan mengasup gula ketika berbuka. Padahal efek puasa bisa menjadikan gula darah normal itu sangat bermanfaat dan mengatasi kasus pre-diabetes-nya.

Sayang banyak orang yang tidak peduli mengukur gula darahnya karena dianggap tidak masalah. Padahal ini bisa memicu keparahan yang lebih tinggi jika tidak segera ditangani.

Bagi orang yang normal ataupun sudah menjalankan pola rendah karbo sehingga gula darahnya relatif stabil, dan mampu secara efisien menggunakan keton, tidak akan merasa craving berlebihan ketika berpuasa. 1 butir kurma sudah mencukupi dan menjaga agar asupan gula tidak berlebihan, lalu mengkonsumsi air untuk mengembalikan hidrasi dan cairan tubuh.

Apa efek samping jika mengasup gula berlebihan ketika berbuka?

Sayangnya, karena mitos berbuka dengan yang manis, banyak orang menyantap makanan minuman manis berlebihan ketika berbuka. Mulai minumannya, ada juga snack-2nya yang kaya akan tepung dan karbohidrat sederhana. Hal ini akan melonjakkan kadar gula darah dengan cepat yang tidak sehat. Hal ini juga membuat tubuh cepat merasa lapar dan akhirnya memicu makan berlebihan.

Bagi orang-orang yang obesitas, prediabetes, maupun sudah diabetes, terkait menu berbuka perlu diperhatikan dengan serius. Konsumsi makanan manis harus tetap dibatasi dan tidak boleh berlebihan.

Bagaimana cara berbuka agar tidak gendut?

Tuntunan berbuka dari Nabi Muhammad SAW sudah sangat baik. Kurma segar atau murni mengandung karbohidrat kompleks, yang cukup untuk mengembalikan energi ketika berpuasa. Jika tidak ada kurma, air putih juga pilihan yang baik. Setelah membatalkan puasa, lanjutkan dengan doa berbuka puasa, lalu sholat magrib.

Beberapa menu rendah karbo lain untuk berbuka bisa juga berbuka dengan kelapa muda, buah-buahan, atau kolang-kaling, namun jangan ditambahi sirup atau pemanis lain agar kita bisa menjaga gula darah tetap stabil.

Apa boleh makan rendah karbo tinggi lemak ketika berbuka?

Setelah membatalkan puasa dan sholat magrib, saat makan berbuka. Ada beberapa orang yang menyarakan menghindari makanan berlemak seperti santan. Apa benar seperti itu?

Seperti kita ketahui, santan kandungannya adalah mirip dengan Air susu ibu yaitu lemak rantai menengah (MCFA) yang cepat diubah menjadi energi keton. Sehingga asumsi santan itu lama dicerna tentu tidak benar.

Jika memerlukan energi instant yang lebih tinggi 1 sendok makan VCO ataupun MCT juga sangat membantu lho.

Dari pengalaman penulis dan testimoni banyak orang yang sudah menjalankan pola ketogenic, dengan mengasup rendah karbo menjadikan tubuh lebih segar. Ketika di pagi hari pun aktivitas bisa berjalan dengan baik, tidak terasa lesu dan lemas. Energinya terasa lebih tinggi dibandingkan kalau makan tinggi karbo.

Ketika berbuka dengan menu rendah karbo, terasa juga cepat kenyang dan penuh energi. Sehingga ketika berpuasa bisa menjalankan banyak ibadah dan amalan sunnah dengan banyak karena berenergi.

Tentu informasi tentang keton serta pola makan rendah karbo ini masih terbatas, sehingga banyak orang yang belum sepenuhnya memahami. Tubuh memang menggunakan glukosa sebagai energi, tetapi tubuh juga memiliki kemampuan menggunakan keton sebagai energi juga.

Manfaat pola rendah karbo ketika puasa

Cukup banyak mitos-mitos dan keyakinan tentag pola makan ketika berpuasa. Misal kalau sahur harus makan banyak biar gak lemes, atau berbuka yang manis. Tentu dengan mempelajari nutrisi dan pola makan yang terkini, kita bisa melihat pola makan rendah karbo ataupun ketogeni akan banyak mengoptimalkan puasa kita.

Apa saja manfaatnya?
– Simple ketika sahur maupun berbuka
– Menjaga gula darah tetap stabil
– Tetap berenergi di pagi, siang, dan sore hari
– Berbuka tidak craving
– Tidak mengantuk dan lemes setelah berbuka puasa

Kelebihan gula / tinggi karbo ketika berbuka bisa berdampak meningkatkan gula darah dan insulin setelah makan. Jika sudah begitu, alih-alih badan segar, kamu justru akan merasa lemas dan ngantuk setelah berbuka puasa, akibatnya sholat tarawih dan ibadah lainnya jadi malas.

Bahkan jika tidak memperbaiki pola makan, justru akan berujung pada kenaikan berat badan setelah bulan Ramadhan. Padahal jika dilakukan dengan pola makan yang baik dan benar, berpuasa cukup efektif dalam menurunkan berat badan dan meningkatkan level kesehatan kita.

Mau tahu cara pola makan langsing sehat???


100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox

Apa yang bisa dipelajari dari diet Tya Ariestya?

Apa yang bisa dipelajari dari diet Tya Ariestya?

Clickbait nih!

hahhaha…
ya, namanya blog harus ikut bikin konten yang kekinian dong.
sesekali bahas gosip biar seru.

Sebenarnya ini bukan niatan sih, tapi dari pada nanya, pada penasaran, dan jawab sembunyi-sembunyi, mending langsung aja bikin di blog ini, sekaligus kita ambil sisi positif-nya. Jangan cuma ngeritik aja, jadi baper, atau yang cuma ngejulid-in ya gaes…

Bagi saya pribadi, Tya Ariestya ini layak di apresiasi karena telah berhasil merubah dirinya menjadi lebih sehat. Itu menurut saya hal positif yang kita bisa ambil. Dia walk the talk, dan membuktikan dia bisa “merasa” lebih sehat dan berhasil menurunkan berat badannya.

ada orang lain yang cuma ngomentarin doang, tapi gak berbuat apa-apa kan….

Ok, kita mulai ya. Sebagai disclaimer, materi ini saya buat setelah melakukan riset dari google, youtube, serta beberapa artikel berita yang sudah dimuat beberapa media, termasuk media gosip.

Dari bahan-bahan tersebut, saya akan mengambil pelajaran dari sisi positif-nya serta beberapa catatan yang akan saya ulas dibagian akhir. Jadi pastikan baca lengkap biar gak gagal paham.

saya ingat kata seorang guru saya.
orang pintar itu mengambil pengalaman dari hidupnya.
orang cerdas itu mampu mengambil pengalaman orang lain untuk hidup lebih baik.

semoga sahabat semua bisa merenungkan hal tersebut dan menuliskan di komentar.

Okay, kita mulai saja membahas hal apa yang kita bisa pelajari dari Tya Ariestya

1. Punya motivasi kuat
dari beberapa penjelasannya saya menangkap bahwa Tya Ariestya tidak sekedar pengen langsing. Tapi dia membutuhkan agar tubuhnya bisa lebih langsing. Tentu sebagai selebgram, penampilan itu penting banget. Mungkin beberapa waktu sebelumnya dia tidak menjadikan penampilan sebagai prioritas karena fokus pada kehamilan dan menyusui kedua anak-nya yang lucu-lucu. Setelah anaknya sudah mulai besar, lalu dia mulai melihat tubuhnya kini sudah lebih “berisi”, dan mungkin juga atas saran dari suami-nya, sehingga Tya Ariestya merasa perlu untuk bisa kembali ke berat badan idealnya. Ini cuma tangkapan saya di beberapa video youtube-nya lho ya. belum dikonfirmasi secara langsung.

Saya sangat yakin, ketika seseorang memiliki motivasi, goal yang jelas, maka dia akan berusaha maksimal agar tujuannya tercapai. Kalau cuma ikut-ikutan trend aja, biasanya memang akan sangat sulit tercapai.

2. Disiplin
Dari beberapa video yang diunggah, menurut saya itu merupakan public komitmen buat seorang Tya Ariestya. Dia tentu tidak mau gagal, atau akan malu jika gagal menurunkan berat badannya. Apalagi dengan jutaan follower di IG maupun subscriber youtube-nya, dia ingin menunjukkan dia bersungguh-sungguh dan disiplin untuk menjadi lebih langsing.

Beberapa kali video dia tunjukkan lagi jalan 45 menit setiap hari! ya setiap hari (katanya ya…)

coba kamu bisa gak dalam 30 hari full jalan kaki 45 menit tanpa bolong?

Kalau bisa, maka kamu termasuk orang yang memang punya tingkat disiplin tinggi. Selain jalan kaki, beberapa kali dia juga menjelaskan tentang NO CHEATING. Alias terus konsisten dengan menu yang sudah dikonsulkan dengan dokter gizi juga. Ayoooo, siapa yang ngaku diet, tapi begitu kongkow atau jalan jalan ke mall langsung tergoda mlipir buat cheating hehehehe….

3. Ke Nutrisionist dan prinsip diet
Tentu Tya Ariestya melakukan diet ini dengan berbagai pertimbangan dan konsul dengan dokter gizi (sesuai penjelasan di video-nya). Dia berinvestasi sekitar 500-1,5 jt / visit ke dokter untuk konsul. Sebulan sekitar 2x untuk memonitor perkembangan dietnya. Tentu ini sangat bagus. Apalagi buat pembaca yang memang mau diet untuk terapi tentu harus konsultasi dengan professional untuk bisa memonitor perkembangan dengan baik.

Lalu apa sih yang dilakukan dokter dalam hal ini?

Dari beberapa pengalaman saya mempelajari pola pelangsingan, konsep dari diet Tya Ariestya adalah dengan “Prinsip kalori defisit”. Artinya bagaimana kalori yang keluar lebih besar dibandingkan dengan kalori masuk. Sebenarnya kalau mau mendalami seperti pola ketogenic bisa lebih dalam lagi karena tidak sekedar melihat kalori, tetapi bagaimana sumber kalorinya dan hormonal yang bekerja dalam tubuh lho!

4. Atur porsi dan atur waktu makan
Selanjutnya dokter gizi atau nutrisionis berdasarkan keterangan pasien, akan membuatkan menu makanan harian buat Tya Ariestya. Menghitung estimasi BMR harian, lalu menghitung menu harian tersebut agar terjaga kalori yang keluar selalu lebih besar. Misal dibuatkan menu lengkap 1 bulan : sarapan apa, snack pagi apa, makan siang apa, snack sore apa, makan malam apa. Pembuatan menu ini tentu juga disesuaikan dengan jenis makanan yang disuka si pasien tentunya.

Selanjutnya setiap 2 minggu Tya Ariestya akan ke dokter untuk konsul, disana tentu akan di cek beberapa parameter standar klo kita ke dokter, misal berat badan, tensi, lingkar tubuh, dll.

5. Jenis Makanan & Minuman
Jika dipelajari dari beberapa menu yang di share, sebenarnya tidak terlalu spesial. Karena memang ahli gizi yang menangani masih menggunakan pola tradisional calori in calori out. Secara menu diet Tya Ariestya ini menghindari tepung dan gula. Hal ini tentu sangat bagus sekali ya. Kita tahu bahwa 2 bahan tersebut memang sangat berkontribusi terhadap obesitas dan penyakit cardiovaskuler.

Dia sendiri juga membatasi makan nasi, cukup 2-6 sendok makan saja. Dan tentu, kembali lagi di point 5 adalah sistem pengaturan porsi yang disiplin. Kembali lagi, prinsipnya ini hanya kalori in kalori out biasa saja.

Memang ada berita yang simpang siur, misalnya hanya mengkonsumsi 300 kalori saja perhari. Ini saya tidak temukan di beberapa penjelasan Tya Ariestya. Selain itu terkait sayur menghambat penurunan berat badan ini saya juga tidak temukan. Sampai tulisan ini di post, saya belum baca buku-nya juga. Kalau teman-teman ada info juga silahkan infokan melalui kolom komentar yaaaa….

Untuk minuman juga jelas banget, dia tidak konsumsi minuman dengan gula dan tidak konsumsi ice cream.

6. Aktivitas fisik dan istirahat
Memang Tya Ariestya bukan penggemar olahraga, tapi dia disiplin untuk jalan kaki 45 menit tiap hari. Itu perkiraan sih bisa antara 3-5 KM setiap harinya. Menurut saya itu udah bagus dan cukup membantu metabolisme tubuh juga. Dia juga sedikit menyinggung tentang pentingnya tidur. Tentu keduanya sangat mendukung untuk kesehatan dan penurunan berat badan.

Lalu kenapa sampai heboh di social media ya?
Sampai ada yang ribut take down lah, menghujat begini begitu lah, sampai pakai istilah hancurnya gizi di Indonesia lah, dsb….

menurut saya itu semua cuma strategy viral aja!
misal seperti akun yuliabaltschun memanfaatkan dengan cari sensasi lah…
udah tahu kan kalau kebanyakan… iya kebanyakan orang Indonesia itu kan suka sesuatu yang heboh, bikin kepo, sensasional dan semacamnya. Tujuannya cuma popularitas aja kok…

ya, memang ada niat untuk edukasi, tapi menjadi viral itu kayanya buat selebgram emang penting banget.

Lalu bagaimana saya pribadi menanggapinya?

Saya sih biasa aja. Seperti yang ditulis diatas juga. Target tulisan ini mendapatkan pembelajaran dari diet Tya Ariestya. Kalau tulisan ini bisa ramai, ya lumayan juga lah bisa dapet tambahan visitor hehehe…

Saya juga mengucapkan selamat atas suksesnya diet kak Tya Ariestya. Semoga selalu sehat dan bugar.

Lalu, sebagai penulis buku ketogenic gahire dan Coach Ketogenic Indonesia, saya pribadi melihat jika pola makan tersebut di kombinasikan dengan pola rendah karbo, dan tinggi lemak tentu akan lebih maksimal. Dan di level berikutnya tantangan itu bukan lagi menurunkan berat badan lho. Tapi bagaimana bisa menjaga kesehatan tubuh dan kita tetap bisa fun. Seperti yang dikatakan berulang kali oleh dokter tan, dia benci kata diet, lebih tepat pola hidup sehat. Tentu saya sendiri sangat sepakat.

Beberapa hal yang perlu diluruskan adalah terkait asupan yang sangat rendah, atau istilahnya di diet very low calorie diet.

Sebenarnya dalam pola diet, idealnya kalori defisit cukup antara 10-30% saja. Jika lebih dari itu, apalagi dilakukan secara terus menerus tentu akan berakibat kurang baik dan tentu menggagalkan diet juga. Tubuh bisa beralih juga menjadi survival mode sehingga menurunkan level metabolisme.

Ada beberapa sumber mengatakan Tya hanya konsumsi 280-500an kalori, tentu hal ini sudah termasuk ekstrem, karena secara umum kita memerlukan sekitar 1500-2000 Kcal seharinya.

Selain bisa menggagalkan diet, asupan kalori yang sangat rendah tentu bisa mengakibatkan kita kekurangan gizi. Tidak saja makro nutrisi, seperti lemak-protein-karbo, kemungkinan besar tubuh juga akan defisit mikronutrisi seperti vitamin dan mineral.

Jika pola sangat rendah kalori ini dilakukan jangka panjang tentu bisa berbahaya. Efeknya bisa menggerus otot, rambut rontok, kuku pecah, bibir pecah, dan kulit keriput.

Nah, itulah kenapa di diet ketogenic kita lebih fokus pada sumber asupannya. Bukan sekedar defisit kalori yang hanya bisa dilakukan jangka pendek, dan tentu kita sendiri akan menderita. Kita mau pola makan yang membuat kita kenyang, berenergi, dan tentu makin sehat dalam jangka panjang.

Oh ya, kini di kalangan diet keto ada istilah flexible metabolism. Artinya tubuh kita ini sudah mencapai keseimbangan baru dimana kita bisa menggunakan glukosa dan keton secara efisien.

Terakhir ada 1 hal yang paling saya TIDAK SETUJU dengan diet Tya Ariestya ini adalah : menghindari minyak dan santan. Kenapa? Indonesia ini kaya akan kelapa. Kelapa tersedia di mana-mana, harganya terjangkau, rasanya enak, dan pastinya kaya akan nutrisi yang luar biasa.

Memang banyak orang yang tidak tahu, atau yang lebih parah tidak mau tahu manfaat dari kelapa ini. Jadi jika kak Tya Ariestya mau konsumsi santan dan minyak kelapa, tentu akan membantu dietnya lebih baik lho. Energi dari keton yang dahsyat, gak mudah lapar, selain itu kandungan asam laurat yang mirip dengan ASI tentu memberikan nutrisi yang luar biasa untuk tubuh.

Oke, itu dulu kabar gosip hari ini. semoga sehat selalu.

Mau tahu cara diet bebas kelaparan???


100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox

7 Jenis minyak yang harus dihindari…

7 Jenis minyak yang harus dihindari…

Kini kita mulai memahami lebih dalam tentang pentingnya lemak untuk kesehatan. Lemak essensial harus kita dapatkan dari makanan, karena penyerapan nutrisi dan vitamin memerlukan lemak sebagai carriernya.

Lemak juga terbukti sebagai sumber energi yang bersih dan efisien.

Tetapi ternyata kita harus mengetahui juga bahwa “tidak semua jenis lemak itu sama!”

Bahkan banyak kita tidak menyadari ada jenis lemak yang sangat terbatas untuk dikonsumsi karena bisa memberikan efek negatif pada tubuh.

Dari banyak penelitian, ternyata jenis lemak / minyak yang tinggi Omega 6 HARUS dihindari.

Ini beberapa jenis lemak yang kandungan Omega 6-nya tinggi :

  • Minyak kedelai
  • Minyak canola
  • Minyak jagung
  • Minyak kacang
  • Minyak bunga matahari
  • Minyak biji kapas / cottonseed
  • Minyak grape seed

Di Indonesia, minyak diatas memang tidak terlalu populer, walau beberapa diperkenalkan sebagai minyak sehat.

 

Lalu berikutnya, minyak apa yang bagus untuk digunakan?

Pertanyaan yang bagus.

 

Berikut ini jenis minyak yang bisa digunakan :

1. Minyak Zaitun – Minyak zaitun mengandung antioksidan dan dikenal dapat meningkatkan kesehatan. Gunakan secara langsung, dan jangan digunakan untuk menggoreng karena titik asapnya rendah.

2. Mentega / Butter – merupakan sumber vitamin A, D, E, dan asam linoleat. Idealnya pilih mentega organik grassfeed.

3. Minyak Kelapa & Virgin Coconut Oil – Minyak dari kelapa ini sudah terkenal memiliki manfaat luar biasa untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Memiliki kandungan asam laurat tinggi. VCO sangat ideal untuk diasup secara langsung, ataupun untuk menumis dan minyak kelapa baik untuk digunakan untuk menggoreng.

Bagaimana dengan minyak goreng dari sawit?

Secara umum minyak sawit juga lebih aman digunakan dibandingkan 7 minyak diatas.

Silahkan manfaatkan jenis minyak yang sehat dan gunakan metode memasak yang tepat sehingga menghasilkan makanan yang bernutrisi bagi tubuh kita. Ingat lemak sehat itu diperlukan semua orang. Apapun pola dietnya lho… ada yang diet atkins, diet keto, diet vegan, diet mediterania, apapun itu pasti memerlukan lemak sehat.

Oh ya, kalau perlu Virgin Coconut Oil, pastikan pilih Vico Bagoes ya….

Junk Keto Food dan Dirty Keto?

Junk Keto Food dan Dirty Keto?

Pernah dengar istilah Junk Food?
Pasti pernah ya.

Tapi kita sekarang juga perlu perhatian tentang “Junk Keto Food” atau bisa juga disebut “dirty keto” ?

Ternyata setelah kita dalami terutama yang sudah menjalani pola rendah karbo ini pasti mulai memahami ada makanan yang “keto friendly” tapi tidak bergizi….

mungkin bisa di sebut juga “junk keto food”

Munkin kita tetap bisa mencapai ketosis, bisa juga menurunkan berat badan, tetapi dengan mengabaikan nutrisi penting kita akan ada hal-hal yang hilang. terutama terkait dengan kekayaan mikronutrisi, microbiome tubuh ataupun mineral.

Bagaimanapun juga, kehidupan modern saat ini penuh dengan makanan instant dimana-mana. Mudah didapatkan, instant, rasanya enak, harganya terjangkau, dan hal lainnya…

Tapi tentu nya, dalam jangka panjang pola tersebut bisa jadi akan menjadi kebiasaan yang kurang baik.

Terutama untuk kasus obesitas tinggi, ataupun untuk terapi, haruslah menyiapkan waktu khusus untuk mempelajari dan mengexplore pola makan “clean eating keto”.

Saya pribadi yang juga sangat fokus untuk mempelajari tentang bahan pangan organic, terkadang juga sedih melihat penggunaan bahan olahan berlebihan di menu keto.

Saya pribadi memilih mengasup makanan non keto, dengan jumlah terbatas dibandingkan mengkonsumsi makanan “buatan” yang rendah karbo. Maksudnya bagaimana?
Misal saya sedang pengen duren misalnya.
ya saya pilih makan duren asli dengan membatasi asupannya, mengelola waktu makan, dan re balance (olahraga&puasa) dibandingkan mengkonsumsi “duren-durenan” ketofriendly.

So, penting untuk kita juga mengenali tubuh kita. Bisa jadi juga tubuh kita memiliki alergi juga terhadap jenis makanan tertentu. Lalu pilih makanan yang sesuai dan essensial bagi tubuh kita.

Lalu bagaimana dengan pola diet keto yang baik?

Mungkin lebih tepatnya dengan membuat komposisi “clean keto” ataupun “real food”

Fokus kepada makanan yang dekat dengan bentuk aslinya, dan diproses minimalis atau organic. Mengatur menu sehingga tetap terjaga 20-50 net carb (atau disesuaikan dengan tujuannya), asupan protein moderat 15-20% kalori harian, dan mendapatkan kalori dari lemak sekitar 70% dari kalori harian.

Pola rendah karbo, akan menjadikan tubuh kita ketosis, yaitu metabolisme di mana tubuh juga menggunakan lemak / keton sebagai sumber energi. Dengan menjadikan tubuh kita ketosis, kita akan dapat merasakan tubuh kita mulai juga menggunakan lemak tubuh sebagai energi, dan tentunya menjaga kadar gula normal secara stabil. Tentu dari beberapa riset melihat efek positif lain terhadap metabolic syndrom dan fungsi terapi.

Pilihlah menu keto dari bahan yang berkualitas. Dari ternak dan sayuran organic misalnya. Dalam pola “clean keto” juga meminimalkan makanan olahan walau telah di klaim ketofriendly. Saya sangat sepakat untuk menghindari 5P dalam makanan kita. 5P itu Penguat rasa, Pemanis, Pengawet, Pewarna, dan Pengental yang non organic. Dari beberapa referensi olahan susu seperti keju juga perlu dibatasi.

Memang nampaknya repot kalau harus belanja sendiri, memasak sendiri, dibandingkan membeli makanan instant / kemasan yang siap makan, dan bisa jadi rasanya lezat. Apalagi kini bisa kita temui “junk food” yang dilabeli keto. Misalnya mie instant keto, pizza keto, burger keto, tart keto, cupcake keto, soda keto, dan sebagainya.

Mungkin sesekali, fashion food ini bisa membuat diri kita fun. Tetapi jika kita tidak menyadari dan menjadi kebiasaan tentu bisa berakibat kurang baik juga bagi kesehatan kita. Sangat potensi makanan tersebut membuat kita kekurangan vitamin dan mineral essensial yang dibutuhkan tubuh.

Tentu dengna memilih makanan real food dan “clean eating” kita bisa memenuhi kebutuhan kalsium, magnesium, seng, asam folat, dan vitamin C, D, dan K.

Memang benar nutrisi vitamin dan mineral bisa kita suplementasi, tetapi tubuh akan dapat mencerna dan memanfaatkan secara optimal jika berasal dari makanan asli.

Kembali lagi, pilihan sehat itu ada di diri kita masing-masing.

Jadi kesimpulannya :

Dalam menjalankan pola hidup sehat, ketogenic adalah alternatif yang unik dan menarik. Fokus pada makanan tinggi lemak, bergizi, dan real food – meminimalisasi olahan dan sebisa mungkin menghindari makanan dengan 5P.

Asup juga sayuran rendah karbo seperti bayam, kangkung, brokoli – sebagai pengaya vitamin dan mineral, termasuk serat sehat. Terutama yang menjalankan pola ketogenic ini untuk terapi, idealnya selalu konsul dengan dokter / professional yang menangani, sehingga bisa termonitor, terhindar dari efek negatif seperti peningkatan risiko penyakit maupun kekurangan nutrisi.

Semoga bermanfaat dan sehat selalu

Dapetin cara diet yang bener

100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox

Vico Bagoes : 7 Cara Untuk Membuat Diet Lebih Optimal

Vico Bagoes : 7 Cara Untuk Membuat Diet Lebih Optimal

Asupan lemak sehat dalam diet akan memberikan banyak manfaat, termasuk dengan konsumsi Vico Bagoes. Silahkan pelajari cara mengkonsumsinya di artikel ini.

Apakah merencanakan untuk menjalankan pola makan yang lebih baik?
Apakah itu rendah karbo, atau paleo, atau keto, atau clean eating, dan sebagainya…

Tentu semuanya penting untuk mengasup lemak sehat. Tubuh kita memerlukan essential fatty acid yang didapatkan dari makanan. Dan tentu sahabat pembaca pernah mendengar bahwa Virgin Coconut Oil itu dapat memberikan menfaat kesehatan yang luar biasa. Populer dengan sebutan VCO merupakan minyak kelapa murni yang kaya akan kandungan rantai lemak menengah atau medium-chain triglycerides. Lemak ini telah banyak diriset memberikan manfaat untuk membantu penurunan berat badan, peningkatan energi, dan mengurangi keinginan ngemil.

Tapi jelas manfaat vco seperti Vico Bagoes adalah asupan lemak sehat. Tentu lemak sendiri merupakan sumber energi keton yang efisien dan bersih. Riset juga menunjukkan VCO memberikan efek langsung pengoptimalan tubuh untuk membakar lemak.

Bagaimana kita bisa memanfaatkan Vico Bagoes untuk rutinitas harian sehingga kita tetap sehat dan mengoptimalkan diet kita agar bisa mencapai tujuan sehat yang diinginkan :

1. Asup sebelum beraktivitas ataupun berolahraga

Vico Bagoes memiliki kandungan lemak yang berukuran kecil dan dapat bergerak cepat untuk diubah menjadi energi. Ini menjadikan Vico Bagoes dapat meningkatkan performance energi baik untuk bekerja maupun olah raga.

Apakah untuk bekerja di kantor, ibu rumah tangga yang memasak ataupun membereskan rumah, ataupun untuk latihan, lari, bersepeda ataupun olah raga beban, kandungan di vco akan sangat bermanfaat.

Waktu terbaik untuk mengonsumsi Vico Bagoes sekitar 10-30 menit sebelum beraktivitas. Mulai saja dari dosis rendah sekitar 1 sendok teh, lalu bertahap bisa naik 1 sendok makan sesuai toleransi tubuh kita.

2. Gunakan ketika Intermiten Fasting ( ataupun puasa sunnah )

Puasa intermiten (IF) atau menggunakan jendela makan merupakan cara tubuh untuk bisa menggunakan lemak tubuh. Cara paling populer adalah dengan pola 16/8 artinya 16 jam tidak makan mulai jam 8 malam sampai jam 12 siang, dan 8 jam jendela makan antara jam 12 siang sampai jam 8 malam.

Tentu beberapa orang yang belum pernah berpuasa ini bukan hal yang mudah, karena akan merasa kelaparan dan kekurangan energi. Nah dengan konsumsi Vico Bagoes, akan membantu kita mendapatkan energi tanpa efek peningkatan gula darah ataupun insulin. VCO cepat diubah menjadi keto ketika diasup. Vico Bagoes mengandung rantai lemak C8 – C10 dan C12.

3. Kelezatan Bulletproof Coffee

Pernah mendengar istilah BPC atau kopi keto? Sebenarnya minuman ini merupakan campuran antara kopi, mentega, heavy cream atau santan dan Vico Bagoes.

Minuman ini cocok dikonsumsi pagi hari agar untuk menggantikan sarapan yang tinggi karbo dan gula. Kandungan dalam BPC ini dapat meningkatkan ketosis, rasa kenyang, fokus, dan menjaga gula darah stabil. BPC ini bisa dinikmati ketika dingin ataupun hangat sesuai selera.

4. Campuran di smoothie sayur maupun latte

Bagaimana jika terbiasa konsumsi jus sayur? tentu sangat bagus sekali menambahkan Vico Bagoes di smoothie ataupun latte yang rendah karbo. Tentu ini juga alternatif sehat dan mengenyangkan jika Anda sedang terburu-buru berangkat sekolah atau kerja.

Dengan menambahkan VCO ke minuman pagi, akan membuat kita kenyang selama berjam-jam, sehingga kita bisa lebih produktif belajar dan berkarya dibandingkan gelisah cari cemilan di kantin.

5. Campurkan dengan Salad

Banyak salad yang dibeli di supermarket tidak ketofriendly karena sausnya tinggi gula. Tentu akan lebih baik kita membuat sendiri salad dressing seperti mayonaise dengan bahan rendah karbo. Tentu bisa menggunakan kuning telur dan Vico Bagoes.

Berikut beberapa ide salad dressing :

– Thousand Island Dressing : Kombinasi dari mayonaise, cuka apel, bawang bombay + acar, stevia, garam + merica, Vico Bagoes.
– Caesar Dressing : campurkan mayonaise, mustard, ikan teri giling, bawang putih cincang, jus lemon, garam + merica, dan Vico Bagoes.

Fakta menarik: Lemak dalam saus salad membantu penyerapan nutrisi dari sayuran lho!

6. Membuat Cemilan Rendah Karbo Tinggi Lemak (FatBomb)

Apa sih fatbomb itu?
Ini adalah cemilan bagi yang suka gelisah buat ngunyah. Dengan mengasup fatbomb ini akan membuat kita segera kenyang dan tidak lagi pengen ngemil. Beda dengan cemilan tinggi gula dan karbo olahan yang memang di desain untuk bikin kita kecanduan.

Bahan umum untuk fatbomb ini menggunakan mentega, cream cheese, santan kental, selai kacang, kacang almond, kwaci, lemak coklat, dan coklat murni 90-100%. Dan pastinya untuk menambah kandungan lemak sehatnya, tambahkan MCT ataupun Vico Bagoes

Kami memiliki beberapa ide fatbomb :
– Fatbomb santan coklat
– Fatbomb almond coklat
– Fatbomb santan strawberry
– Fatbomb santal avocado

Untuk membuatnya tidak perlu di oven, cukup dicampur semua bahan, lalu dicetak, dan disimpan di freezer!

7. Campuran makanan dan menumis

Vico Bagoes bisa juga dicampurkan dengan makanan kita misal di soto ataupun di sambal kita. Selain itu Minyak Kelapa juga sangat baik untuk menumis misalnya telur dan daging oseng.

Untuk kue seperti brownies keto dan bolu, Vico Bagoes ini juga bisa dicampurkan di makanan kita agar tetap merasa kenyang dan memberi energi sebelum sesi olahraga.

Apakah Ada Efek Samping Mengonsumsi VCO?
Walau vco memiliki banyak manfaat kesehatan, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di awal asupan ketika baru pertama kali konsumsi bisa berakibat diare ataupun mules. Hal ini disebabkan oleh proses colon cleansing.

Sehingga jika masih baru pertama mencoba, saya sarankan untuk memulai hanya dengan 1 teh sehari, dan perlahan bisa ditingkatkan dosisnya. Berikan kesempatan tubuh untuk beradaptasi.

Jika terjadi diare, puasakan jangan makan dan minum sekitar 2 jam.

Kesimpulan
Jadikan Vico Bagoes sebagai bagian hidup kita setiap pagi sehingga tetap berenergi dan dalam mode pembakaran lemak atau ketosis.

Seperti informasi di awal, Vico Bagoes dapat langsung dikonsumsi maupun di tambahkan ke makanan, minuman, dan berbagai makanan lainnya.

Jika pembaca dan sahabat semua merasa artikel ini bermanfaat, silahkan share ke sahabat lain juga.

Punya pengalaman ketika mengkonsumsi Vico Bagoes ataupun berbagai tips dan resep? silahkan infokan di bagian komentar yaaaaa….

Pemesanan Vico Bagoes yang Asli. Klik Disini

Open chat
1
Halo kak, silahkan chat...