Apa yang bisa dipelajari dari diet Tya Ariestya?

Apa yang bisa dipelajari dari diet Tya Ariestya?

Clickbait nih!

hahhaha…
ya, namanya blog harus ikut bikin konten yang kekinian dong.
sesekali bahas gosip biar seru.

Sebenarnya ini bukan niatan sih, tapi dari pada nanya, pada penasaran, dan jawab sembunyi-sembunyi, mending langsung aja bikin di blog ini, sekaligus kita ambil sisi positif-nya. Jangan cuma ngeritik aja, jadi baper, atau yang cuma ngejulid-in ya gaes…

Bagi saya pribadi, Tya Ariestya ini layak di apresiasi karena telah berhasil merubah dirinya menjadi lebih sehat. Itu menurut saya hal positif yang kita bisa ambil. Dia walk the talk, dan membuktikan dia bisa “merasa” lebih sehat dan berhasil menurunkan berat badannya.

ada orang lain yang cuma ngomentarin doang, tapi gak berbuat apa-apa kan….

Ok, kita mulai ya. Sebagai disclaimer, materi ini saya buat setelah melakukan riset dari google, youtube, serta beberapa artikel berita yang sudah dimuat beberapa media, termasuk media gosip.

Dari bahan-bahan tersebut, saya akan mengambil pelajaran dari sisi positif-nya serta beberapa catatan yang akan saya ulas dibagian akhir. Jadi pastikan baca lengkap biar gak gagal paham.

saya ingat kata seorang guru saya.
orang pintar itu mengambil pengalaman dari hidupnya.
orang cerdas itu mampu mengambil pengalaman orang lain untuk hidup lebih baik.

semoga sahabat semua bisa merenungkan hal tersebut dan menuliskan di komentar.

Okay, kita mulai saja membahas hal apa yang kita bisa pelajari dari Tya Ariestya

1. Punya motivasi kuat
dari beberapa penjelasannya saya menangkap bahwa Tya Ariestya tidak sekedar pengen langsing. Tapi dia membutuhkan agar tubuhnya bisa lebih langsing. Tentu sebagai selebgram, penampilan itu penting banget. Mungkin beberapa waktu sebelumnya dia tidak menjadikan penampilan sebagai prioritas karena fokus pada kehamilan dan menyusui kedua anak-nya yang lucu-lucu. Setelah anaknya sudah mulai besar, lalu dia mulai melihat tubuhnya kini sudah lebih “berisi”, dan mungkin juga atas saran dari suami-nya, sehingga Tya Ariestya merasa perlu untuk bisa kembali ke berat badan idealnya. Ini cuma tangkapan saya di beberapa video youtube-nya lho ya. belum dikonfirmasi secara langsung.

Saya sangat yakin, ketika seseorang memiliki motivasi, goal yang jelas, maka dia akan berusaha maksimal agar tujuannya tercapai. Kalau cuma ikut-ikutan trend aja, biasanya memang akan sangat sulit tercapai.

2. Disiplin
Dari beberapa video yang diunggah, menurut saya itu merupakan public komitmen buat seorang Tya Ariestya. Dia tentu tidak mau gagal, atau akan malu jika gagal menurunkan berat badannya. Apalagi dengan jutaan follower di IG maupun subscriber youtube-nya, dia ingin menunjukkan dia bersungguh-sungguh dan disiplin untuk menjadi lebih langsing.

Beberapa kali video dia tunjukkan lagi jalan 45 menit setiap hari! ya setiap hari (katanya ya…)

coba kamu bisa gak dalam 30 hari full jalan kaki 45 menit tanpa bolong?

Kalau bisa, maka kamu termasuk orang yang memang punya tingkat disiplin tinggi. Selain jalan kaki, beberapa kali dia juga menjelaskan tentang NO CHEATING. Alias terus konsisten dengan menu yang sudah dikonsulkan dengan dokter gizi juga. Ayoooo, siapa yang ngaku diet, tapi begitu kongkow atau jalan jalan ke mall langsung tergoda mlipir buat cheating hehehehe….

3. Ke Nutrisionist dan prinsip diet
Tentu Tya Ariestya melakukan diet ini dengan berbagai pertimbangan dan konsul dengan dokter gizi (sesuai penjelasan di video-nya). Dia berinvestasi sekitar 500-1,5 jt / visit ke dokter untuk konsul. Sebulan sekitar 2x untuk memonitor perkembangan dietnya. Tentu ini sangat bagus. Apalagi buat pembaca yang memang mau diet untuk terapi tentu harus konsultasi dengan professional untuk bisa memonitor perkembangan dengan baik.

Lalu apa sih yang dilakukan dokter dalam hal ini?

Dari beberapa pengalaman saya mempelajari pola pelangsingan, konsep dari diet Tya Ariestya adalah dengan “Prinsip kalori defisit”. Artinya bagaimana kalori yang keluar lebih besar dibandingkan dengan kalori masuk. Sebenarnya kalau mau mendalami seperti pola ketogenic bisa lebih dalam lagi karena tidak sekedar melihat kalori, tetapi bagaimana sumber kalorinya dan hormonal yang bekerja dalam tubuh lho!

4. Atur porsi dan atur waktu makan
Selanjutnya dokter gizi atau nutrisionis berdasarkan keterangan pasien, akan membuatkan menu makanan harian buat Tya Ariestya. Menghitung estimasi BMR harian, lalu menghitung menu harian tersebut agar terjaga kalori yang keluar selalu lebih besar. Misal dibuatkan menu lengkap 1 bulan : sarapan apa, snack pagi apa, makan siang apa, snack sore apa, makan malam apa. Pembuatan menu ini tentu juga disesuaikan dengan jenis makanan yang disuka si pasien tentunya.

Selanjutnya setiap 2 minggu Tya Ariestya akan ke dokter untuk konsul, disana tentu akan di cek beberapa parameter standar klo kita ke dokter, misal berat badan, tensi, lingkar tubuh, dll.

5. Jenis Makanan & Minuman
Jika dipelajari dari beberapa menu yang di share, sebenarnya tidak terlalu spesial. Karena memang ahli gizi yang menangani masih menggunakan pola tradisional calori in calori out. Secara menu diet Tya Ariestya ini menghindari tepung dan gula. Hal ini tentu sangat bagus sekali ya. Kita tahu bahwa 2 bahan tersebut memang sangat berkontribusi terhadap obesitas dan penyakit cardiovaskuler.

Dia sendiri juga membatasi makan nasi, cukup 2-6 sendok makan saja. Dan tentu, kembali lagi di point 5 adalah sistem pengaturan porsi yang disiplin. Kembali lagi, prinsipnya ini hanya kalori in kalori out biasa saja.

Memang ada berita yang simpang siur, misalnya hanya mengkonsumsi 300 kalori saja perhari. Ini saya tidak temukan di beberapa penjelasan Tya Ariestya. Selain itu terkait sayur menghambat penurunan berat badan ini saya juga tidak temukan. Sampai tulisan ini di post, saya belum baca buku-nya juga. Kalau teman-teman ada info juga silahkan infokan melalui kolom komentar yaaaa….

Untuk minuman juga jelas banget, dia tidak konsumsi minuman dengan gula dan tidak konsumsi ice cream.

6. Aktivitas fisik dan istirahat
Memang Tya Ariestya bukan penggemar olahraga, tapi dia disiplin untuk jalan kaki 45 menit tiap hari. Itu perkiraan sih bisa antara 3-5 KM setiap harinya. Menurut saya itu udah bagus dan cukup membantu metabolisme tubuh juga. Dia juga sedikit menyinggung tentang pentingnya tidur. Tentu keduanya sangat mendukung untuk kesehatan dan penurunan berat badan.

Lalu kenapa sampai heboh di social media ya?
Sampai ada yang ribut take down lah, menghujat begini begitu lah, sampai pakai istilah hancurnya gizi di Indonesia lah, dsb….

menurut saya itu semua cuma strategy viral aja!
misal seperti akun yuliabaltschun memanfaatkan dengan cari sensasi lah…
udah tahu kan kalau kebanyakan… iya kebanyakan orang Indonesia itu kan suka sesuatu yang heboh, bikin kepo, sensasional dan semacamnya. Tujuannya cuma popularitas aja kok…

ya, memang ada niat untuk edukasi, tapi menjadi viral itu kayanya buat selebgram emang penting banget.

Lalu bagaimana saya pribadi menanggapinya?

Saya sih biasa aja. Seperti yang ditulis diatas juga. Target tulisan ini mendapatkan pembelajaran dari diet Tya Ariestya. Kalau tulisan ini bisa ramai, ya lumayan juga lah bisa dapet tambahan visitor hehehe…

Saya juga mengucapkan selamat atas suksesnya diet kak Tya Ariestya. Semoga selalu sehat dan bugar.

Lalu, sebagai penulis buku ketogenic gahire dan Coach Ketogenic Indonesia, saya pribadi melihat jika pola makan tersebut di kombinasikan dengan pola rendah karbo, dan tinggi lemak tentu akan lebih maksimal. Dan di level berikutnya tantangan itu bukan lagi menurunkan berat badan lho. Tapi bagaimana bisa menjaga kesehatan tubuh dan kita tetap bisa fun. Seperti yang dikatakan berulang kali oleh dokter tan, dia benci kata diet, lebih tepat pola hidup sehat. Tentu saya sendiri sangat sepakat.

Beberapa hal yang perlu diluruskan adalah terkait asupan yang sangat rendah, atau istilahnya di diet very low calorie diet.

Sebenarnya dalam pola diet, idealnya kalori defisit cukup antara 10-30% saja. Jika lebih dari itu, apalagi dilakukan secara terus menerus tentu akan berakibat kurang baik dan tentu menggagalkan diet juga. Tubuh bisa beralih juga menjadi survival mode sehingga menurunkan level metabolisme.

Ada beberapa sumber mengatakan Tya hanya konsumsi 280-500an kalori, tentu hal ini sudah termasuk ekstrem, karena secara umum kita memerlukan sekitar 1500-2000 Kcal seharinya.

Selain bisa menggagalkan diet, asupan kalori yang sangat rendah tentu bisa mengakibatkan kita kekurangan gizi. Tidak saja makro nutrisi, seperti lemak-protein-karbo, kemungkinan besar tubuh juga akan defisit mikronutrisi seperti vitamin dan mineral.

Jika pola sangat rendah kalori ini dilakukan jangka panjang tentu bisa berbahaya. Efeknya bisa menggerus otot, rambut rontok, kuku pecah, bibir pecah, dan kulit keriput.

Nah, itulah kenapa di diet ketogenic kita lebih fokus pada sumber asupannya. Bukan sekedar defisit kalori yang hanya bisa dilakukan jangka pendek, dan tentu kita sendiri akan menderita. Kita mau pola makan yang membuat kita kenyang, berenergi, dan tentu makin sehat dalam jangka panjang.

Oh ya, kini di kalangan diet keto ada istilah flexible metabolism. Artinya tubuh kita ini sudah mencapai keseimbangan baru dimana kita bisa menggunakan glukosa dan keton secara efisien.

Terakhir ada 1 hal yang paling saya TIDAK SETUJU dengan diet Tya Ariestya ini adalah : menghindari minyak dan santan. Kenapa? Indonesia ini kaya akan kelapa. Kelapa tersedia di mana-mana, harganya terjangkau, rasanya enak, dan pastinya kaya akan nutrisi yang luar biasa.

Memang banyak orang yang tidak tahu, atau yang lebih parah tidak mau tahu manfaat dari kelapa ini. Jadi jika kak Tya Ariestya mau konsumsi santan dan minyak kelapa, tentu akan membantu dietnya lebih baik lho. Energi dari keton yang dahsyat, gak mudah lapar, selain itu kandungan asam laurat yang mirip dengan ASI tentu memberikan nutrisi yang luar biasa untuk tubuh.

Oke, itu dulu kabar gosip hari ini. semoga sehat selalu.

Mau tahu cara diet bebas kelaparan???


100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox

Leave a Reply

Open chat
1
Halo kak, silahkan chat...