Minyak Kelapa : Penuh Manfaat atau Berbahaya (aka. Racun) ?

Dalam 2 minggu terakhir, media nasional banyak memuat berita terbaru tentang minyak kelapa dan racun yang dikutip dari media-media asing, terutama yang berasal dari Amerika Serikat.

Mau tahu dari mana asal-usul berita ini?
Kok bisa-bisanya mereka mengatakan bahwa minyak kelapa adalah racun?

Bagi sahabat yang sudah membersamai lebih dari 1 tahun, rasanya hal ini sudah menjadi biasa saja. Sebenarnya informasi negatif ini pernah juga dihembuskan setahun yang lalu. Bahkan pernah juga saya buat video klarifikasinya, yang sudah dibuat sekitar bulan Juni 2017.

Nah, di tahun 2017, kejadiannya juga serupa lho…
Yang kadang membuat sedih adalah media-media mainstream lokal juga meliput dan memberitakan hal-hal yang negatif juga, dan menjiplak pemberitaan media asing itu.

coba cek :
– https://sains.kompas.com/read/2018/08/23/180300623/ahli-sebut-minyak-kelapa-sebagai-racun-murni-benarkah-
– http://wartakota.tribunnews.com/2018/08/23/minyak-kelapa-racun-murni-ini-pernyataan-profesor-dari-harvard
– https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/18/08/23/pdwmsa328-mengapa-baru-sekarang-minyak-kelapa-disebut-tak-sehat
– https://www.harapanrakyat.com/2018/08/mengejutkan-profesor-harvard-ungkap-minyak-kelapa-sebagai-racun/
– https://www.viva.co.id/blog/kesehatan/1067288-lebih-buruk-dari-lemak-babi-minyak-kelapa-juga-meracuni-tubuh

bahkan ada yang bikin judul ngeri banget :
“konsumsi minyak kelapa lebih berbahaya ketimbang lemak babi”
https://lifestyle.okezone.com/read/2018/08/23/481/1940486/konsumsi-minyak-kelapa-lebih-berbahaya-ketimbang-lemak-babi

wah-wah-wah….

Yuk kita telisik asal muasal berita ini. Berita ini bermula dari sebuah presentasi Karin Michels (https://www.hsph.harvard.edu/karin-michels/) dalam kuliah berbahasa Jerman.

yang kemudian diliput oleh : https://www.businessinsider.com/harvard-speaker-busts-coconut-oil-health-myth-calling-it-pure-poison-2018-8/?IR=T dan menjadi viral kurang dari 48 jam.

Pada awalnya sih saya gak terlalu peduli dengan berita “hoax” ini, sampai akhirnya banyak sahabat di group ketogenic Indonesia bertanya tanya, bahkan sempat memicu keramaian. Kemudian diskusi dengan banyak ahli dan pakar dari Coconut Congress Manila dan Cocotech di Bangkok di bulan Agustus 2018, yang menyarankan juga untuk bergerak menepis isu ini.

Anda pasti terheran heran kalau mengikuti acara itu, lalu dapat berita tentang minyak kelapa adalah racun. Saya menyaksikan sendiri bagaimana banyak ahli dan pakar membuktikan langsung manfaat minyak kelapa untuk kesehatan. Bahkan salah satu peneliti Mary Newport mengatakan bahwa Harvard bukanlah ahli yang sebenarnya, dan mengatakan hal seperti itu sangatlah “konyol”. Banyak orang salah paham tentang lemak jenuh, terutama lemak jenuh rantai menengah (MCFA / MCT) yang kaya dalam minyak kelapa. Berbeda dengan minyak jagung, minyak kedelai, bahkan minyak zaitun.

Minyak kelapa sangat istimewa dan unik karena dapat diubah menjadi keton di hati dan dibakar langsung menjadi energi, tidak disimpan menjadi lemak tubuh. Kandungan asam laurat dalam minyak kelapa juga memiliki peran antimikroba, membunuh virus patogen, bakteri protozoa, jamur, mengendalikan dan mencegah infeksi. Memang saat ini riset tentang minyak kelapa belum tersebar luas, tapi ketika Anda merasakan manfaatnya, Anda akan jatuh cinta!

Kini riset tentang minyak kelapa dan asam laurat terus dilakukan di seluruh dunia, dan harus terus didorong agar membuat banyak orang terselamatnya. Di Jepang sedang mempelajari dan mencoba memahami mengapa orang yang minum minyak kelapa mengalami beberapa manfaat kognitif keton dalam darah. Dari riset yang masih berjalan terlihat pengembangan astrosit akan memicul sel-sel otak dan mampu untuk menyehatkan sel-sel otak lainnya.

Mary Newport juga pernah melakukan experimen langsung pada suami beliau yang terkena alzheimer dan terbukti membantu beliau pulih. Semuanya ditulis dalam bukunya berjudul : Alzheimer’s Disease, what If There was a Cure? The Story of Ketones

Dalam buku tersebut memberikan gambaran bagaimana penyakit Alzheimer yang dialami suami beliau sudah sangat kritis. Bahkan menggambar jam dinding pun kesulitan. Setelah mengasup minyak kelapa serta MCT, kondisinya berubah sangat drastis. Expresinya berubah, rasa humornya kembali, gejala fisik tremor dan berjalan perlahan kembali. Gangguan visual yang membuatnya tidak bisa membaca pun pulih.

Alhamdulillah APCC juga langsung membuat sebuah press release untuk menanggapi berita yang sudah terlanjur banyak menyebar kemana-mana itu. Isi dari pernyataan resmi Asia Pasific Coconut Community sebagai berikut :

Versi asli dalam bahasa inggris : klik

Semoga ini menjadikan kita semua semakin bersemangat untuk menjalankan riset secara ilmiah tentang manfaat dari minyak kelapa ini. Ayo bergandengan tangan, bekerja sama, dan memberikan warisan bernilai untuk generasi berikutnya.

Nantikan info tentang riset ilmiah ini ya. Ayo bergabung dan dukung!

beberapa link penting yang harus Anda baca juga….
Is Coconut Oil Healthy? The Controversy Explained : https://foodbabe.com/coconut-oil-healthy-controversy-explained/
Coconut Oil: Healthy or Unhealthy?

[su_note note_color=”#ffcc01″ text_color=”#ffffff”]

Ya, Kirimkan saya panduan untuk mulai Diet Keto




100% privacy. Kami benci spam.
Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin.


[/su_note]

2 Comments

  1. Selamat Siang Pak. saya pengen buat Minyak kelapa ( Coconut Oil sendiri) untuk menghindari minyak sawit yang berbahaya bagi kesehata. Tetapi berita tentang bahaya MInyak kelapa sempat membuat saya ragu.
    Mohon penjelasannya pak, apakah coconu oil yang dibuat dengan cara di masak dengan Virgin coconut oil memiliki manfaat yang sama?
    Karena sedang hangatnya pemberitaan kalau Coconut Oil yang dibuat dengan cara memasak santan murni itu berbahaya karena ada senyawa atau kandungan yang hilang atau rusak karena proses pemanasan. terimakasih atas penjelasan bapak

    1. Keduanya memiliki kandungan yang mirip. Sesuaikan saja dengan kebutuhan. Misalkan untuk terapi, virgin coconut oil lebih cocok. Untuk memasak harian bisa saja menggunakan coconut oil biasa. semoga sehat selalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

foodketo.com We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications