Majalah Time: Makanlah Lemak!

Majalah Time: Makanlah Lemak!

Setelah 5 tahunan ini mendalami tentang nutrisi terutama pola rendah karbo atau keto, ternyata terkadang banyak sekali hal hal yang kita perhatikan karena bisa menyinggung secara pribadi dan menjadi kontroversial. Makan adalah suatu pengalaman emosional, dan setiap orang pasti memiliki jenis makanan tertentu. Bahkan begitu semangatnya kadang keyakinan bisa seperti politik bahkan agama.

Kita harus menyadari dalam manusia tubuh tidak ada yang sama persis secara sempurna.

Sehingga dalam pola diet pun berkembang berbagai macam model diet. Bisa jadi karena kepentingan ekonomi, ilmu pengetahuan, lingkungan, kebijakan pemerintah, budaya lokal, dan banyak faktor lainnya yang membuat memilih pola makan yang “benar” menjadi cukup rumit.

Bahkan ada kecemasan tentang informasi ataupun pengetahun yang berbeda yang mengatakan suatu makanan dapat menyembuhkan di sisi yang lain ada yang mengatakan kalau bisa membahayakan kita. Belum lagi jika kita di posisikan untuk memberikan pilihan untuk orang lain, entah itu orang tua, anak, saudara, pasangan hidup, client, dan lainnya.

Manusia memiliki tingkat metabolisme yang berbeda, riwayat medis, alergi, tradisi budaya, ekonomi, dan preferensi pribadi yang akhirnya akan menemui kenyataan “no one diet fits all”. Tetapi kita dapat terus belajar dan mengevaluasi diri untuk “mendengarkan tubuh kita”, berusaha untuk mencari informasi, diskusi, dan beradaptasi sehingga dapat membuat pilihan yang tepat untuk diri kita sendiri.

Pada tahun 2014 yang lalu time akhirnya mengangkat informasi terbaru tentang lemak dan kolesterol. Tentu bagi khalangan umum ini sangat mengejutkan karena selama 30 tahun lemak selalu di musuhi. Di artikel tersebut juga para ahli juga berkomitmen meneliti ulang ilmu nutrisi terutama terkait lemak, dan meminta maaf karena selama ini terus memaksa dunia untuk mengadopsi pola rendah lemak – tinggi karbohidrat. Faktanya lemak bukanlah makanan yang buruk, lemak itu baik dan penting untuk tubuh.

Sebelumnya majalah Time edisi Maret 1984 menampilkan “Kolesterol: Dan Sekarang Kabar Buruk …” dan memberi pesan pda pembacanya untuk mempercayai kolesterol itu mematikan dan mengaitkan dengan penyakit jantung. Hingga akhirnya artikel itu menjadikan fobia lemak yang meluas mengakar selama beberapa dekade.

Setelah 30-an tahun kita terus mengadopsi pola rendah lemak dan tinggi karbo, terus meningkatkan angka obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Artinya selama ini kita telah melakukan hal yang salah : Memusuhi dan memfitnah lemak. Sehingga beberapa tahun terakhir kita akan banyak melihat ilmu pengetahuan baru mulai mengungkap fakta bahwa lemak bukanlah yang mengganggu kesehatan kita.

Coba lihat bagaimana ketika kita diperkenalkan 4 sehat 5 sempurna, kemudian menjadi pola gizi seimbang (tapi faktanya masih tinggi karbo). Kemudian lihat diri kita maupun sekeliling kita. Apakah lebih banyak yang jadi obesitas? apakah kasus diabetes makin marak? Memang fakta menunjukkan dengan mengkampanyekan pola rendah lemak tidak menghentikan masalah kesehatan, atau bahkan malah sebaliknya?

Selama ini yang dianggap sehat itu hanya sayur dan buah saja. Benarkan seperti itu?

Saya pribadi telah mencoba berbagai pola makan. Tetapi setelah menjalani pola tinggi lemak dan rendah karbo, sangat membantu untuk memiliki tubuh ideal yang saya idamkan. Energi lebih tinggi, tidak mudah capek, perasaan lebih nyaman, dan bangun pagi terasa mudah.

Tentu hal ini bukan artinya saya memaksakan cara ini harus Anda juga lakukan. Tapi untuk memberitahu pembaca blog ini akan informasi dan pentingnya berpikiran terbuka. Pastikan untuk mengasup makanan yang bernutrisi baik dan pilihlah “real food” dan hindari makanan olahan berlebihan.

Makanlah apa yang baik untukmu
Makan makanan yang diolah minimal
Jangan khawatir akan kandungan lemak

Teruslah mengexplorasi untuk diri sendiri, walau kadang akan ada yang nyinyir atau membully. Hehehehe…

Memilih makanan bisa jadi menjadi rumit dan kontroversial. Tentu perubahan akan sulit, karena kita memiliki keyakinan-keyakinan masa lalu yang sangat melekat. Tetapi jika Anda mau berpikiran terbuka, mau mengambil tanggung jawab, mau mencoba untuk diri sendiri, maka perlahan tubuh ideal, terapi untuk penyembuhan, kebahagiaan dan kesejahteraan secara bertahap akan semakin dirasakan.

Selamat mencoba, semoga tahun depan menjadi lebih baik lagi.

Saya mau info tentang diet


100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox


Leave a Reply

Open chat
1
Halo kak, silahkan chat...