Pilih Diet Keto VS Diet aiueo?

Pilih Diet Keto VS Diet aiueo?

Secara tradisional, diet adalah cara untuk mengatasi obesitas atau kelebihan berat badang. Dokter maupun ahli nutrisi mengembangkan berbagai jenis diet, misalnya yang populer : vegan, paleo, foodcombining, diet GM, mayo, ataupun pola yang dikembangkan pemerintah. Di US dikenal sebagai myplate, atau di Indonesia populer juga dikenal dengan “Gizi Seimbang”.

Diet Keto ini berkembang setelah Dr. Atkins mempopulerkan pola diet rendah karbohidrat untuk menurunkan berat badan. Diet Atkins mengurangi asupan karbohidrat dan menekankan protein dan lemak sebagai sumber energi. Bahkan majalah TIME memberikan predikat dokter paling berpengaruh pada tahun 2002.

Pola ketogenic yang melihat mekanisme Karbohidrat-Insulin

Pola diet ketogenic ini melihat fenomena hubungan antara Karbohidrat – Glukosa dalam Darah – Insulin. Hipotesa awalnya adalah kontrol insulin diperlukan untuk menurunkan berat badan, dan dengan mengurangi asupan karbohidrat, kita dapat mengurangi fluktuasi insulin, serta memperbaiki berbagai penyakit yang terkait dengan obesitas.

Meskipun diet rendah karbohidrat, itu bisa protein tinggi, atau lemak tinggi. Keduanya tentu berbeda. Karena jika terlalu tinggi protein, maka akan banyak asam amino dapat masuk ke jalur glikolisis dan mempengaruhi sekresi insulin. Itulah dalam diet ketogenic mengatur komposisi lemak 70% dari kebutuhan kalori.

Diet konvensional : kalori masuk – kalori keluar

Penurunan berat badan dengan metode konvensional banyak hanya berdasarkan perhitungan kalori saja. Sehingga mengabaikan perbedaan antara kalori dari bahan makanannya. Kalori dari karbo, protein, dan lemak di anggap sama. Pola ini nampaknya masuk akal, ada juga yang berhasil, tapi hasilnya sangat bervariasi jauh antara satu dengan lainnya.

Diet ketogenik akan lebih fokus pada sumber makanan, yang mempengaruhi hormon insulin, dan faktor-faktor lain tanpa terlalu melihat jumlah kalorinya. Secara mendasar lemak juga jelas memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi serta dalam pencernaan bisa tahan lebih lama.

Pola ketogenic ini pun sebenarnya tidak lagi hanya untuk penurunan berat badan. Tetapi bagaimana bisa menjaga tubuh senantiasa sehat dan aktif dalam jangka waktu lebih lama.

Nah, kembali ke diri Anda sekarang. Apa tujuan diet Anda? Cara yang mana yang Anda pilih untuk mencapai tujuan tersebut? selamat memilih….

Benarkah Karbohidrat itu seperti Penjahat?

Benarkah Karbohidrat itu seperti Penjahat?

Diet keto itu anti sama nasi!
Nyebelin banget dia, jadi sok tahu tentang makanan!
Diet aneh, bisa XXXX nanti tahu rasa….

Mungkin selama ini Anda punya pertanyaan tersebut ketika mulai mencari tahu tentang diet keto, hingga akhirnya ketemu dengan foodketo.com

Semoga tulisan ini bisa memberikan cukup penjelasan tentang kesalahpahaman tentang diet keto yang selama ini muncul di benak Anda….

Yuk kita mulai, pada prinsipnya diet ketogenic bukanlah diet non karbo, tapi lebih tepatnya RENDAH Karbo, TINGGI Lemak. Jadi kalau ada yang bilang tidak makan nasi, mie, roti, singkong, itu benar, tapi bukan berarti tidak mengkonsumsi karbo sama sekali.

Karbohidrat bisa didapatkan dari santan, alpokat, sayur, strawberry, yougurt, kacang, dan banyak bahan ketofriendly lainnya.

Jadi jika Anda menjalankan pola ketogenic, slow aja, jangan terlalu nge-gas dengan bilang “No Carbs” yaaaa….

Apakah Karbohidrat itu jahat?
Sebenarnya tergantung pada seberapa banyak kita mengkonsumsi dan sumbernya.

Apakah Karbohidrat merupakan nutrisi wajib bagi manusia?

Jawabnya, Karbohidrat (glukosa) bukan nutrisi wajib bagi metabolisme manusia. Kita dapat bertahan hidup tanpa mengkonsumsi karbohidrat Carb. tetapi kita tidak bisa hidup tanpa konsumsi protein, lemak. Karena ada essential amino acid dan essential fatty acid.

Selain proten dan lemak, tubuh kita memerlukan sedikit vitamin dan mineral (nutrisi mikro).

Tidak ada penyakit apa pun yang disebabkan oleh kurang atau tidak konsumsi karbohidrat. Tapi, ada banyak masalah kesehatan jika kita konsumsi karbohidrat yang berlebihan.

Selama ini banyak salah paham dan ketakutan karena menganggap karbohidrat (glukosa) adalah satu-satunya sumber bahan bakar untuk otak. Tapi, faktanya otak itu bekerja berbeda. Dia bisa bekerja dengan menggunakan bahan bakar glukosa (karbohidrat) maupun keton.

Proses alami tubuh menggunakan keton akan terjadi ketika kita berpuasa atau dalam kondisi kelaparan, atau ketika konsumsi sangat rendah karbo. Pola makan tinggi karbohidrat akan menghentikan liver memproduksi keton.

Keton adalah bahan bakar yang paling baik untuk otak dan jauh lebih efisien dibandingkan dengan glukosa.

Katika kita tidak mengonsumsi karbohidrat, tubuh kita juga mampu memproduksi glukosa (melalui proses glikoneogenosis) dari protein dan lemak.

Jadi, mengapa harus khawatir tentang karbohidrat?

Tubuh kita mungkin hanya membutuhkan sekitar 50-100g karbohidrat per hari. Tapi, kalau dilihat menu harian kita konsumsi karbohidrat kita sangat tinggi sekali.

Coba cek menu ini :

Makanan pembuka : Roti coklat + cake puding
Minuman pembuka : Es teh manis
Makanan Pokok : Nasi
Lauk 1 : Mie
Lauk 2 : Pasta
Sayur : Kentang dan jagung
Pelengkap : Krupuk
Makanan penutup : Mangga, pisang, dan nanas
Minuman : Softdrink cola

Di sinilah seluruh masalah mulai dimulai karena tubuh kita tidak dapat mengolah begitu besar karbohidrat tinggi dan menyebabkan gula darah melonjak hingga menyebabkan gangguan metabolisme dan penyakit yang mengancam jiwa.

Dalam diet ketogenic, memberikan alokasi 20gram, 50gram, atau hingga sampai 100 gram tergantung dari tujuan dietnya.

Sumber karbohidrat juga dipilih, misal dari sayuran. Bukan dari sereal, biji-bijian dan buah-buahan. Tubuh akan mendapatkan manfaat dari serat yang tidak larut dan mengoptimalkan lingkungan yang sempurna bagi koloni bakteri untuk kesehatan usus.

Kenapa tidak dari sereal dan biji-bijian?
Kebanyakan sereal dan biji-bijian yang ada dipasaran saat ini telah banyak diproses sehingga tidak memiliki banyak kandungan serat yang tidak larut. Sereal dan biji-bijian juga mengandung karbohidrat tinggi dalam pati (indeks glikemik tinggi) karenanya cepat sekali meningkatkan gula darah. Sereal dan biji-bijian juga memiliki asam fitat yang tinggi yang mencegah penyerapan nutrisi. Sereal dan biji-bijian tertentu mengandung gluten.

Selain itu, dengan pola asupan karbo tinggi, kita mudah sekali makan berlebihan, akhirnya tanpa disadari mengonsumsi kalori yang sangat tinggi daripada kebutuhan harian kita.

Bagaimana dengan karbohidrat dari Buah?

Buah-buahan kaya akan fruktosa dan sukrosa yang memicu sekresi insulin dengan sangat tinggi (karena kenaikan gula darah yang tiba-tiba) selama periode waktu sel-sel kita menjadi resisten terhadap insulin. Insulin tinggi memungkinkan penyimpanan lemak sehingga mengakibatkan obesitas.

Di dunia modern seperti saat ini, tidak ada lagi buah musiman! Kini semua buah tersedia kapan saja. Bahkan buah-buahan yang tidak tumbuh di negara kita juga dengan mudah kita dapatkan, sehingga tentu sulit sekali menghindar dari godaan buah.

Apalagi buah dalam bentuk jus, penuh dengan gula yang tinggi. Misal kita mengonsumsi apel sebagai buah potong, mungkin akan makan satu atau dua bersama seratnya. Jika membuat jus, kita pisahkan dengan seratnya, 1 gelas jus juga memerlukan sekitar 3-5 buah apel !!!

Hasilnya, gula darah cepat sekali mencapai puncaknya sebagai respons terhadap gula tersebut, insulin pun ikut melonjak tinggi, dan tubuh hanya sibuk untuk mencerna dan memproses gula itu. Proses pertumbuhan dan regenerasi sel akan banyak terganggu.

Yang kini menyedihkan adalah proses penanaman yang penuh dengan rekayasa, misal genetis, penambahan pupuk dan penggunaan pestisida. Bahkan, setelah panen, diolah secara kimiawi (lilin, dan bahan-bahan lainnya) agar tahan lama dalam proses pengirimannya dan tidak cepat busuk.

Buah-nya selamat sampai tujuan, tetapi…
Apakah semua vitamin dan mineralnya utuh?
Apakah tidak ada kandungan racun yang berbahaya?
Dan apakah layak dikonsumsi?

Selama ini kita diajarkan mengkonsumsi karbohidrat sangat tinggi dengan berbagai program. Menjadikan karbohidrat sebagai makanan pokok / makanan wajib, hingga akhirnya diabetes dan obesitas menjadi suatu epidemi.

Asupan karbohidrat tinggi menghasilkan peningkatan kebutuhan insulin dari pankreas, selama bertahun-tahun, sehingga mengarah ke hiperinsulinia, resistensi insulin, diabetes T2, hipertensi, dislipidemia, aterosklerosis dan penyakit jantung.

Itu sebabnya pada pola makan ketogenic atau diet keto, kita membatasi asupan karbohidrat menjadi sangat rendah, rata-rata sekitar 50g per hari, dan tentu memilih sumber karbohidrat yang rendah kadar gula (net carb)-nya

Dapatkan Panduan Ketogenic Gratis

Klik disini untuk FlashCard Edukasi Ketogenic.

Diet Keto, Lemak, dan Sakit Jantung?

Diet Keto, Lemak, dan Sakit Jantung?

Kenyataan sebaliknya. Diet keto dan Minyak (lemak) Kelapa banyak menyelamatkan orang-orang yang telah divonis sakit jantung, harus pasang ring, bahkan operasi bypass.

Minggu kemaren di Malang, bersama dr. Gani dan Ibu Rahmi sharing di acara germas yang merupakan kegiatan rutin dari dinas kesehatan. Beliau berbagi pengalaman tentang bagaimana akhirnya operasi bypass jantung yang sudah tidak bisa di pasang ring, akhirnya bisa pulih hanya dalam waktu 4 bulan!

.
.

Diet keto secara umum akan membawa seseorang memiliki pilihan makanan yang lebih sehat. Coba perhatikan sekeliling kita yang menyediakan banyak makanan olahan dimana mana penuh dengan kandungan karbohidrat dan gula yang tinggi.

Dalam banyak kasus, pelaku diet keto mampu menurunkan berat badan dalam cukup singkat. Ini tidak mudah memang, karena selama ini kita dipaksa untuk mempercayai bahwa lemak yang kita makan akan ditimbun menjadi lemak, sedangkan jenis nutrisi yang lain tidak.

Mitos : Lemak jenuh menyebabkan penyakit jantung

Saat ini, sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa lemak jenuh atau kolesterol bukan penyebab sakit jantung, bukanlah penyebab pembentuk plak & penyakit kardiovaskular. Cara makan dan diet yang salah, tidak ada aktivitas fisik, kurang istirahat, dan pola hidup yang buruk mengakibatkan banyak gangguan kesehatan.

*Silahkan cek beberapa penelitian terkini:
* 2018: University Of Cambridge School of Clinical Medicine : Peneliti membandingkan efek dari minyak kelapa, mentega, dan minyak zaitun. 96 orang yang diteliti, konsumsi 50 mg (sekitar 3 sendok) salah satu dari masing-masing minyak yang dikonsumsi setiap hari selama 4 minggu. Para peneliti menemukan bahwa minyak kelapa meningkatkan kolesterol HDL tanpa mempengaruhi LDL. Minyak kelapa menurunkan rasio kolesterol, lebih baik dari dua lemak lainnya. Menunjukkan bahwa lemak kelapa berfungsi lebih baik daripada minyak zaitun.

* 2018: SVYASA Yoga University, India : Pengaruh kelapa pada orang dewasa yang sehat. 80 orang, mejadi 2 kelompok – Kelompok kelapa mengkonsumsi 100 gr kelapa, kelompok kacang mendapat 45 gr kacang tanah & 22 gr minyak kacang tanah setiap hari, disertai dengan diet seimbang selama 3 bulan. Ada peningkatan yang signifikan dalam HDL kelompok kelapa. Penurunan berat badan, kadar gula darah dan peningkatan kadar hemoglobin. Studi ini membuktikan persepsi umum tentang kelapa yang dianggap buruk untuk jantung adalah salah.

* 2017: Lancet : Menerbitkan penelitian yang melibatkan 37 peneliti dari 18 negara. Mereka mengumpulkan data dari 135.000 subjek untuk mengevaluasi risiko penyakit jantung dalam kaitannya dengan asupan lemak. Para peneliti menyatakan bahwa mereka tidak menemukan korelasi antara konsumsi lemak jenuh dan penyakit kardiovaskular. Pembatasan diet pada lemak jenuh harus direvisi.

* 2016: American Journal of Clinical Nutrition : meneliti apakah konsumsi lemak jenuh dikaitkan dengan penyakit jantung – 35.597 peserta. Para peneliti menyimpulkan bahwa asupan lemak jenuh yang tinggi tidak terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung iskemik.

* 2014: Universitas Cambridge menerbitkan meta-analisis : 72 studi yang diterbitkan sebelumnya yang melibatkan lebih dari 600.000 peserta dari 18 negara. Hasilnya menegaskan, tidak ada hubungan antara asupan lemak jenuh dan penyakit jantung.

* 2010: American Journal of Clinical Nutrition : Meta-analisis yang menggabungkan data dari 21 studi yang diterbitkan sebelumnya, yang melibatkan lebih dari 347.000 subjek. Studi ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi lemak jenuh dan penyakit jantung. Orang-orang yang makan paling banyak lemak jenuh tidak menderita serangan jantung atau stroke, dan sebaliknya terjadi kasus tersebut pada mereka yang makan sedikit lemak jenuh.
.
.

Saat ini, sudah ada lebih dari 10.000 studi tentang minyak kelapa yang terdaftar dalam literatur medis. Lemak jenuh dalam kelapa pada dasarnya adalah asam lemak rantai menengah dan tidak berpengaruh pada sintesis kolesterol atau transportasi kolesterol, tetapi secara langsung digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan energi.

Minyak kelapa lebih mudah dicerna daripada lemak lain, meningkatkan penyerapan nutrisi (vitamin, mineral, asam amino, dan asam lemak), sehingga menjadi pilihan yang sangat baik untuk malnutrisi serta gangguan pencernaan. Minyak kelapa juga tidak berkontribusi terhadap penambahan berat badan, menstimulasi metabolisme, meningkatkan energi, memiliki sifat antimikroba yang kuat, dan meningkatkan metabolisme energi di otak.

Lalu bagaimana dengan diet keto dan jantung?
Diet keto akan membuat kita mengasup sangat sedikit karbohidrat, dan konsumsi lebih banyak lemak.

Dalam pilihan lemak, pastikan menghindari lemak trans dan omega 6 berlebihan seperti yang ada dalam minyak kedelai, minyak jagung, dan minyak kanola. Jenis minyak ini sudah overprocessed dan struktur lemaknya rusak.

Dalam ketogenic, maksimalkan kebutuhan nutrisi dengan :
– Sayuran rendah karbohidrat seperti tomat, terung, paprika, jamur, dan bayam.
– Beberapa jenis daging termasuk ayam, bebek, kambing, dan daging sapi
– Ikan dan makanan laut seperti salmon, tuna, atau tiram
– Telur dan alpukat
– Kacang dan biji
– Olahan susu seperti keju, kefir dan yogurt
– tentu jangan terlewat virgin coconut oil dan minyak kelapa

Ada pro dan kontra untuk diet apapun – Tetapi kesempatan Anda untuk berhasil mengikuti gaya hidup keto akan meningkat ketika Anda bahagia dan merasakan perubahan positif dalam diri. Pilihlah dengan bijak!


Dapatkan Cara Mudah Memulai Diet Keto




100% privacy. Kami benci spam.
Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin.


Liburan, Lebaran atau Lebar-an ?

Liburan, Lebaran atau Lebar-an ?

Alhamdulilah kita sudah ada di masa liburan Ramadhan ini. Pasti pembaca setia foodketo.com ada yang mudik, ada yang liburan, silaturahmi, mengunjungi tempat-tempat wisata maupun kegiatan positif lainnya.

Ternyata, dari sebuah perjalanan mudik dan liburan ini banyak sekali pelajaran yang bisa kita dapatkan. Bukan hanya sekedar pelajaran, tapi menjadi bagian dari proses membentuk pribadi yang lebih baik. Amin.

Sama halnya dengan menjalankan ketogenic ini. Kita juga perlu banyak belajar dari pengalaman. Tapi seringkali kebanyakan orang belum bisa menaklukkan diri sendiri, dan inilah musuh terbesar yang pernah ada. Contoh: bila kita sudah tahu makanan tinggi gula itu tidak baik, tapi kadang masih suka saja makan dan meminumnya.

Bila kita tidak bisa menaklukkan diri sendiri untuk menahan diri, maka segala cara tidak akan mampu mengatasinya. Kadang-kadang kita tidak menyadari bahwa keinginan sesaat itu harus dibuang, bukan dipendam.

“Mendaki bukanlah soal kamu sudah menaklukan sebuah gunung, namun, tentang menaklukan ego, kemampuan dan emosi yang ada dalam diri sendiri.” -Sani Ramadhan

Contoh lain menaklukkan diri sendiri yang juga simple adalah bangun tidur, mandi dan pergi ke kantor untuk bekerja namun saat itu diluar rumah turun hujan yang membuat kita malas untuk pergi bekerja, padahal kita tahu bahwa hari itu ada pekerjaan penting yang harus dilakukan.

Dalam pola makan kita juga harus mengalahkan mindset diri yang selalu mengatakan kalau tidak makan nasi jadi lemas, tidak bisa, tidak mungkin, tidak mampu, padahal dicoba saja belum sudah langsung menyerah, sehingga perjalanan mendapatkan tubuh sehat pun tidak tercapai.

Jika Anda saat berlebaran, hasilnya makin lebar, baca 7 tips ini agar tetap secara konsisten mendapatkan berat badan ideal serta tingkat energi dan kesehatan yang optimal.

 

Simak lengkap yaaaa :

1. Pelajari diet keto, kenali tentang nutrisi. Kalau perlu beli buku => ketogenic gaya hidup revolusioner.

2. Fokus makan lemak (75% kalori) termasuk virgin coconut oil dengan tujuan mendapatkan rasa kenyang. Ketika banyak makan camilan penuh gula dan karbo, tubuh sangat sulit mengenali lagi sinyal kenyang.

3. Puasa syawal. Ini sangat baik sekali, karena selain berpahala yang luar biasa, puasa sunnah menjaga kita tidak makan berlebihan.

4. Hindari makanan minuman manis. Gula dan karbohidrat akan meningkatkan kandungan glukosa dalam darah, sekaligus memicu hormon insulin. Sensasi lapar akan mudah muncul ketika gula darah mulai turun sesaat setelah insulin bekerja.

5. Tidur tepat waktu. Nonton bola sih boleh-boleh saja, tapi dengan teknologi sekarang Anda bisa menonton siaran ulang kapan saja. Jika kondisi kurang fit, sebaiknya prioritaskan hal yang lebih penting dibandingkan nonton bola. Begadang juga memicu kita untuk makan dan makan…

6. Kendalikan kadar stress. Hormon kortisol akan cenderung tinggi. Ingat untuk selalu bersyukur dan berbahagia. Orang yang sedang stress memiliki kadar kortisol tinggi, yaitu hormon yang dilepaskan sebagai respon terhadap stress.

7. Tetap bergerak, walaupun santai, luangkan waktu untuk berolahraga walau 10-15 menit. Dengan melakukan aktivitas fisik dan olahraga, kita bisa mengimbangi kalori yang masuk ke tubuh sehingga berat badan lebih bisa dikendalikan.

Lebaran masih lebar-an (badannya) ?

Selamat mempelajari Diet Ketogenic lebih dalam lagi. Manfaatkan liburan ini untuk belajar lebih banyak dengan membaca artikel di foodketo.com serta buku Ketogenic : Gaya Hidup Revolusioner.

Sebagai informasi, juga bisa mendapatkan berbagai kebutuhan Diet Keto di
=> http://herbabagoes.com/shop/


Begini cara menyiasati kegemukan dan obesitas

100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox


Diet Ketogenic dan Puasa

Diet Ketogenic dan Puasa

Sudah siap-siap menyambut bulan ramadhan yaaaa…

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa”, (QS Al-Baqarah 2:183)

Alhamdulillah beberapa hari kedepan kita akan menyambut datangnya salah satu ibadah yang penting bagi ummat Islam. Puasa 1 bulan penuh di bulan Ramadhan. Pada hakikatnya semua agama juga punya jenis-jenis puasa. Karena mamang secara bahasa puasa itu berarti menahan diri.

Dalam konteks diet pun kita juga akan mengenal istilah puasa atau fasting. Misalnya diet OCD. Hingga saat ini juga populer diet ketofastosis, ataupun Intermitten Fasting (IF), hingga berbagai variannya seperti Water fasting, dry fasting, dan sebagainya.

Bagaimana sebenarnya puasa itu?
Prinsipnya adalah restriksi waktu makan.
Kapan kita boleh makan dan kapan kita tidak boleh makan.

Apakah Ketogenic Diet bisa digabung dengan puasa? Bahkan dengan puasa ramadhan?
Jawaban singkatnya : BISA.

Seperti kita tahu, Ketogenic Diet adalah sebuah pola makan yang mengatur asupan makronutrisi dengan mengutamakan sumber kalori dari lemak (70-80%) dengan tujuan mencapai kondisi ketosis (menggunakan lemak sebagai sumber energi utama, termasuk dari virgin coconut oil atau VCO ). Waktu makan tentu sangat mendukung diet ketogenic ini. Terutama sebagai restriksi kalori dan proses untuk adaptasi perpindahan dari metabolisme glukosa ke metabolisme lemak.

Lalu bagaimana langkah menggabungkan Diet Ketogenic ini dengan puasa?

1. Kenali dulu jenis-jenis puasanya ya.
termasuk puasa yang bersifat ibadah, atau puasan yang bersifat diet (IF, WF, DF, EF, dan sebagainya)

2. Kenali apa tujuannya diet keto -nya. Untuk weight loss, untuk terapi, untuk level energi, untuk menjaga agar berat badan stabil, atau untuk tujuan apa? Ini sangat penting, karena program Anda untuk weight loss karena obesitas tentu bisa berbeda jika berat badan Anda sudah normal.

3. Kenali tubuh Anda. Apakah Anda termasuk kurus, ideal, preobesitas, atau obesitas? Lalu cek juga riwayat medis selama ini : gula darah, tekanan darah, keton dan parameter lainnya. Jika Anda sudah lama menjalankan diet keto, tubuh Anda sudah beradaptasi dengan lemak, maka tidak makan bukanlah hal yang berat.

4. Kenali pola makan Anda. Apakah Anda termasuk awal dalam menjalani pola ketogenic ini? Selama ini Anda konsumsi banyak sumber karbo seperti nasi, mie, bahkan gula dalam makanan dan minuman Anda? Apakah selama ini Anda selalu menghindari makanan lemak, tapi tidak peduli berapa banyak karbo yang diasup?

NOTE:
Tentu puasa yang dilakukan untuk ibadah (wajib) akan berbeda dengan puasa diet ya. Artinya kalau puasa yang bersifat ibadah, tentu harus mengikuti syarat dan rukun-rukun yang sudah di tetapkan. Misal dalam puasa ramadhan sudah jelas kapan boleh sahur (sunnah), kapan boleh berbuka, dan selama matahari terbit hingga tenggelam tidak makan dan minum.

Untuk puasa, atau untuk membedakan disebut intermittent fasting saja ya, ini memang dikembangkan oleh masing-masing pelaku dietnya. Ada yang dengan model jendela makan : 16/8 untuk puasa 16 jam dan 8 jam makan. Ada water fasting yang tidak makan selama 24 jam, tapi masih boleh minum, dan sebagainya.

Puasa sendiri banyak sekali manfaat kesehatan atau bahkan juga untuk autophagy. Bahkan di agama-pun diajarkan berpuasa agar kita sehat lho!

Apakah puasa bisa membuat kita ketosis?
Tentu saja bisa.

Disaat tubuh kita membutuhkan glukosa, dan tidak didapatkan dari makanan (karena puasa), tubuh akan mulai membongkar cadangan glukosa di liver dan di otot. Hingga suatu saat cadangan tersebut habis, dan tidak ada lagi cadangan glukosa, maka tubuh akan mulai mencari sumber energi yang lain. Disanalah tubuh mulai membongkar lemak tubuh, untuk diubah menjadi keton, dan menggantikan peran glukosa. Untuk organ tubuh yang tidak bisa menggunakan keton, akan di suplay oleh glukosa yang diperoleh dari proses glukoneogenesis dengan bahan baku protein dan gliserol (pemecahan lemak).

Nah bagaimana menjaga agar tetap ketosis saat berpuasa?
Jaga asupan ketika berbuka dengan menu dan prosentase kalori sesuai dengan diet ketogenic.
Sumber kalori diet ketogenic :
70-80% Lemak
20%-25% Protein
5% Karbohidrat

Dan usahakan jaga asupan netcarb harian sekitar 20gram / hari.

Bagaimana dengan istilah : “Berbukalah dengan yang manis?”

“Tidak ada hadits “berbukalah dengan yang manis”. Tidak tepat mendahulukan berbuka dengan makanan manis ketika tidak ada kurma. Yang sesuai sunnah Nabi adalah mendahulukan berbuka dengan air minum jika tidak ada kurma”
(cek detail https://muslimah.or.id/6195-hadits-berbukalah-dengan-yang-manis.html)

Bagaimana berbuka dengan kurma?

Pilihlah kurma muda jika ada. Hindari kurma yang sudah dimaniskan dengan gula yang banyak dipasaran. Untuk jumlahnya juga batasi cukup 1 butir saja. Ketika berbuka penting untuk segera minum untuk menghindari dehidrasi serta tambahkan garam untuk mengembalikan elektrolit yang hilang selama seharian.

Selanjutnya lanjutkan dengan ibadah sholat magrib dulu sebelum makan menu utama.

Bagaimana menu berbuka?

Prinsipnya sama seperti menu ketogenic di hari biasa. Hindari semua karbohidrat seperti nasi, mie, roti, singkong, gandum, jagung, kentang, termasuk tepung-tepungan dan tentu susu dan gula.

Fokus saja dengan konsumsi VCO (virgin coconut oil) dan lauk dari telur, ikan, daging ayam, daging sapi dan makanan lauk rendah karbo. Pengalaman saya, dengan makan lauk saja, malah membuat kita mudah kenyang lho.

Masih kurang jelas?
silahkan tinggalkan pertanyaan di komentar atau group facebook ketogenic Indonesia.

Saya sendiri juga sedang menyiapkan panduan ketogenic ramadhan yang bisa di download.
Tinggalkan juga email Anda di link ini.

Diet Keto, Boleh Minum Apa ?

Diet Keto, Boleh Minum Apa ?

Selama ini pembahasan tentang diet keto banyak menitik beratkan pada makanan.

Lalu bagaimana dengan minuman?

Yuk kita bahas satu persatu…

Susu Sapi

Jika Anda baru memulai diet keto, apalagi ditujukan untuk mengatasi masalah obesitas, konsumsi susu sebaiknya dihindari. Susu mengandung karbohidrat yang tinggi, apalagi low fat milk. Selain itu susu mengandung laktosa, yang juga diubah dalam tubuh menjadi gula darah. Alternatifnya, Anda bisa mengkonsumsi whip cream yang dicampur dengan air perbandingan 1:1. Tentu tetap dibatasi agar proses pembakaran lemak dalam metabolisme ketosis berjalan lebih optimal.

Susu Almond dan Soy Milk

Susu ini juga mengandung karbohidrat. Apalagi susu jenis ini umumnya sudah ditambahkan gula oleh produsennya. Selalu simak komposisi dan kandungan nutrisinya terutama karbohindrat dan gula agar asupan net carb harian terjaga di antara 10-20 gram per hari.

Air soda

Asupan air terbaik dalam menjalankan diet ketogenic adalah air putih, air mineral, ataupun kopi dan teh tawar. Air soda secara umum tidak mengandung karbohidrat, konsumsi saja dengan bijaksana.

 

 

Dapatkan Buku Ketogenic “Gaya Hidup Revolusioner”

diet keto

 

Kopi sachet dan minuman instant

Kopi salah satu jenis minuman yang cocok untuk diet ketogenic. Akan tetapi saat ini banyak sekali kopi yang beredar di pasaran bukanlah kopi asli. Kebanyakan adalah bubuk rasa kopi saja. Penuh bahan kimia, dan sudah dicampurkan dengan gula maupun susu bubuk. Jika ada yang menawarkan kopi, tanya saja jenis kopi apa, kopi asli atau sachet.

Jus Buah

Hmmmm…. mungkin ini agak kontroversial karena selama ini kita menganggap jus buah adalah minuman yang menyehatkan dan bisa dikonsumsi bebas. Tahukah Anda bahwa juice adalah extract dari buah (apalagi buah manis), sudah dipecah dari seratnya, tentunya mengandung gula (fruktosa) dalam kadar yang sangat tinggi. Akibatnya didalam tubuh kita aka meningkatkan gula darah dengan sangat cepat.

Nah idealnya dalam diet keto, adalah minum air putih. Seberapa banyak kita baiknya minum air?
Tentu secara umum tidak kurang dan tidak lebih. Sesuaikan juga dengan aktifitas fisik. Umumnya rekomendasi kesehatan menyarankan minum 8 gelas air (@200ml) perhari. Selalu jaga agar jangan sampai terjadi dehidrasi juga ketika menjalani diet ketogenic akibat kekurangan air. Ciri dehidrasi bisa dilihat dari urin, ataupun mata berkunang-kunang.

selamat menjalankan diet ketogenic dan hidup lebih sehat bahagia.

Open chat
1
Halo kak, silahkan chat...