Benarkah Karbohidrat itu seperti Penjahat?

Diet keto itu anti sama nasi!
Nyebelin banget dia, jadi sok tahu tentang makanan!
Diet aneh, bisa XXXX nanti tahu rasa….

Mungkin selama ini Anda punya pertanyaan tersebut ketika mulai mencari tahu tentang diet keto, hingga akhirnya ketemu dengan foodketo.com

Semoga tulisan ini bisa memberikan cukup penjelasan tentang kesalahpahaman tentang diet keto yang selama ini muncul di benak Anda….

Yuk kita mulai, pada prinsipnya diet ketogenic bukanlah diet non karbo, tapi lebih tepatnya RENDAH Karbo, TINGGI Lemak. Jadi kalau ada yang bilang tidak makan nasi, mie, roti, singkong, itu benar, tapi bukan berarti tidak mengkonsumsi karbo sama sekali.

Karbohidrat bisa didapatkan dari santan, alpokat, sayur, strawberry, yougurt, kacang, dan banyak bahan ketofriendly lainnya.

Jadi jika Anda menjalankan pola ketogenic, slow aja, jangan terlalu nge-gas dengan bilang “No Carbs” yaaaa….

Apakah Karbohidrat itu jahat?
Sebenarnya tergantung pada seberapa banyak kita mengkonsumsi dan sumbernya.

Apakah Karbohidrat merupakan nutrisi wajib bagi manusia?

Jawabnya, Karbohidrat (glukosa) bukan nutrisi wajib bagi metabolisme manusia. Kita dapat bertahan hidup tanpa mengkonsumsi karbohidrat Carb. tetapi kita tidak bisa hidup tanpa konsumsi protein, lemak. Karena ada essential amino acid dan essential fatty acid.

Selain proten dan lemak, tubuh kita memerlukan sedikit vitamin dan mineral (nutrisi mikro).

Tidak ada penyakit apa pun yang disebabkan oleh kurang atau tidak konsumsi karbohidrat. Tapi, ada banyak masalah kesehatan jika kita konsumsi karbohidrat yang berlebihan.

Selama ini banyak salah paham dan ketakutan karena menganggap karbohidrat (glukosa) adalah satu-satunya sumber bahan bakar untuk otak. Tapi, faktanya otak itu bekerja berbeda. Dia bisa bekerja dengan menggunakan bahan bakar glukosa (karbohidrat) maupun keton.

Proses alami tubuh menggunakan keton akan terjadi ketika kita berpuasa atau dalam kondisi kelaparan, atau ketika konsumsi sangat rendah karbo. Pola makan tinggi karbohidrat akan menghentikan liver memproduksi keton.

Keton adalah bahan bakar yang paling baik untuk otak dan jauh lebih efisien dibandingkan dengan glukosa.

Katika kita tidak mengonsumsi karbohidrat, tubuh kita juga mampu memproduksi glukosa (melalui proses glikoneogenosis) dari protein dan lemak.

Jadi, mengapa harus khawatir tentang karbohidrat?

Tubuh kita mungkin hanya membutuhkan sekitar 50-100g karbohidrat per hari. Tapi, kalau dilihat menu harian kita konsumsi karbohidrat kita sangat tinggi sekali.

Coba cek menu ini :

Makanan pembuka : Roti coklat + cake puding
Minuman pembuka : Es teh manis
Makanan Pokok : Nasi
Lauk 1 : Mie
Lauk 2 : Pasta
Sayur : Kentang dan jagung
Pelengkap : Krupuk
Makanan penutup : Mangga, pisang, dan nanas
Minuman : Softdrink cola

Di sinilah seluruh masalah mulai dimulai karena tubuh kita tidak dapat mengolah begitu besar karbohidrat tinggi dan menyebabkan gula darah melonjak hingga menyebabkan gangguan metabolisme dan penyakit yang mengancam jiwa.

Dalam diet ketogenic, memberikan alokasi 20gram, 50gram, atau hingga sampai 100 gram tergantung dari tujuan dietnya.

Sumber karbohidrat juga dipilih, misal dari sayuran. Bukan dari sereal, biji-bijian dan buah-buahan. Tubuh akan mendapatkan manfaat dari serat yang tidak larut dan mengoptimalkan lingkungan yang sempurna bagi koloni bakteri untuk kesehatan usus.

Kenapa tidak dari sereal dan biji-bijian?
Kebanyakan sereal dan biji-bijian yang ada dipasaran saat ini telah banyak diproses sehingga tidak memiliki banyak kandungan serat yang tidak larut. Sereal dan biji-bijian juga mengandung karbohidrat tinggi dalam pati (indeks glikemik tinggi) karenanya cepat sekali meningkatkan gula darah. Sereal dan biji-bijian juga memiliki asam fitat yang tinggi yang mencegah penyerapan nutrisi. Sereal dan biji-bijian tertentu mengandung gluten.

Selain itu, dengan pola asupan karbo tinggi, kita mudah sekali makan berlebihan, akhirnya tanpa disadari mengonsumsi kalori yang sangat tinggi daripada kebutuhan harian kita.

Bagaimana dengan karbohidrat dari Buah?

Buah-buahan kaya akan fruktosa dan sukrosa yang memicu sekresi insulin dengan sangat tinggi (karena kenaikan gula darah yang tiba-tiba) selama periode waktu sel-sel kita menjadi resisten terhadap insulin. Insulin tinggi memungkinkan penyimpanan lemak sehingga mengakibatkan obesitas.

Di dunia modern seperti saat ini, tidak ada lagi buah musiman! Kini semua buah tersedia kapan saja. Bahkan buah-buahan yang tidak tumbuh di negara kita juga dengan mudah kita dapatkan, sehingga tentu sulit sekali menghindar dari godaan buah.

Apalagi buah dalam bentuk jus, penuh dengan gula yang tinggi. Misal kita mengonsumsi apel sebagai buah potong, mungkin akan makan satu atau dua bersama seratnya. Jika membuat jus, kita pisahkan dengan seratnya, 1 gelas jus juga memerlukan sekitar 3-5 buah apel !!!

Hasilnya, gula darah cepat sekali mencapai puncaknya sebagai respons terhadap gula tersebut, insulin pun ikut melonjak tinggi, dan tubuh hanya sibuk untuk mencerna dan memproses gula itu. Proses pertumbuhan dan regenerasi sel akan banyak terganggu.

Yang kini menyedihkan adalah proses penanaman yang penuh dengan rekayasa, misal genetis, penambahan pupuk dan penggunaan pestisida. Bahkan, setelah panen, diolah secara kimiawi (lilin, dan bahan-bahan lainnya) agar tahan lama dalam proses pengirimannya dan tidak cepat busuk.

Buah-nya selamat sampai tujuan, tetapi…
Apakah semua vitamin dan mineralnya utuh?
Apakah tidak ada kandungan racun yang berbahaya?
Dan apakah layak dikonsumsi?

Selama ini kita diajarkan mengkonsumsi karbohidrat sangat tinggi dengan berbagai program. Menjadikan karbohidrat sebagai makanan pokok / makanan wajib, hingga akhirnya diabetes dan obesitas menjadi suatu epidemi.

Asupan karbohidrat tinggi menghasilkan peningkatan kebutuhan insulin dari pankreas, selama bertahun-tahun, sehingga mengarah ke hiperinsulinia, resistensi insulin, diabetes T2, hipertensi, dislipidemia, aterosklerosis dan penyakit jantung.

Itu sebabnya pada pola makan ketogenic atau diet keto, kita membatasi asupan karbohidrat menjadi sangat rendah, rata-rata sekitar 50g per hari, dan tentu memilih sumber karbohidrat yang rendah kadar gula (net carb)-nya

Dapatkan Panduan Ketogenic Gratis

Klik disini untuk FlashCard Edukasi Ketogenic.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *