Makan Enak, Berat Tubuh Ideal : Diet Keto by Net.TV

Makan Enak, Berat Tubuh Ideal : Diet Keto by Net.TV

Ilmu gizi ternyata berkembang sangat cepat. Sama seperti internet. Dulu ada era altavista, kemudian era yahoo, lalu berubah jaman google, dan sekarang dominasi sosial media…

Masih banyak ilmu dibalik ilmu yang Maha luas ini. Kita belum tahu segalanya. Harusnya bagi mereka yang ahli di bidang ini, tentu sangat menyenangkan. Diperlukan pemahaman yang lebih besar dari penelitian yang kualitas dalam rangka mempelajari makanan terhadap beragam individu di dalam populasi.

Tidak ada satu ukuran model yang akan cocok untuk semua. Bagi sebagian orang, panduan diet yang dianggap “sehat” yang seperti 4 sehat 5 sempurna atau gizi seimbang belumlah usai…

Diet ketogenik adalah contoh nyata dan membuktikan bahwa banyak hal yang kita perlu gali lebih dalam.

Apa itu diet ketogenik?

Prinsipnya diet ketogenic adalah konsumsi tinggi lemak, rendah protein dan rendah karbohidrat. Dengan konsumsi lemak, makan asupan protein rendah saja, dan minimalisasi konsumsi karbohidrat. Artinya bukan cuma “mengurangi” karbo. – tapi lebih tepatnya TIDAK mengkonsumsi nasi, mie, roti, dll.

Misalnya, jika Anda biasanya makan nasi uduk, bubur ayam, atau roti untuk sarapan pagi, ‘diet rendah karbohidrat’ biasanya hanya mengurangi roti dari dua menjadi satu potong.

Tapi Diet ketogenic tidak akam makan roti sama sekali. Bahkan tidak perlu sarapan. Cukup 1 gelas air putih, 1 cangkir kopi pahit + vico saja! Yang penting untuk Anda ketahui adalah bahwa ini bukan diet seimbang atau 4 sehat 5 sempurnya lho yaaaa….

Apa yang terjadi dalam tubuh Anda ketika menjalani diet keto?

Tubuh manusia modern banyak menggunakan karbohidrat dan gula sebagai sumber energi. Ini dikenal sebagai glukosa. Ketika asupan karbo kita sangat rendah, maka tubuh akan mulai memproduksi keton sebagai bahan bakar.

Dalam proses perpindahan glukosa ke keton, tubuh akan beradaptasi. Tubuh mulai memproduksi keton (ketogenesis) dari lemak. Kemudian keton ini digunakan sebagai bahan bakar baik untuk otak dan tubuh.

Catat – menjadikan tubuh menjadi ketosis bukanlah proses yang mudah dan menantang bagi beberapa orang. Dan Vico Bagoes adalah salah satu suplemen kaya akan MCT yang mempercepat tubuh menjadi ketosis tanpa efek yang memberatkan.
Saat ini banyak riset terkait penyakit dan manfaat mengikuti diet keto. Beberapa dioptimalkan untuk olahragawan, epilepsi dan kanker.

Simak liputan NET.TV ini sampai selesai ya….

Pastikan juga baca panduannya juga….

Klik Panduan Diet Keto Gratis

Semoga sehat dan bahagia senantiasa.

Kamu Udah Ketosis? Ini Cara Mengukur Kadar Keton Dalam Tubuh

Kamu Udah Ketosis? Ini Cara Mengukur Kadar Keton Dalam Tubuh

Target dalam diet ketogenic adalah mengkondisikan tubuh menjadi ketosis.
Ingat, ini beda dengan ketoacidosis ya.
Ulasan beda ketosis dan ketoacidosis baca di link ini ya….

Keton adalah hasil akhir dari metabolisme lemak. Di dalam tubuh lemak di pecah menjadi asam lemak hingga senyawa kimia terkecil yaitu keton. Keton terdiri dari 3 senyawa, yaitu aseton, asam aseotasetat, dan asam ß-hidroksibutirat.

Keton ini akan mulai digunakan ketika glukosa dan glikogen sudah habis, sehingga tubuh akan memakai sumber energi lain yaitu lemak.

Bagi semua orang, menjaga diri dengan mengontrol parameter tubuh adalah cara terbaik untuk mengetahui kondisi tubuh. Banyak orang ingin “sehat” tapi tidak jelas parameter sehat itu apa. Berat badan? Ukuran celana? atau kadar gula darah? Ataupun ukuran kemampuan fisik (lari marathon, bersepeda, dll)

Karena dengan menentukan parameter sesuai dengan kondisi tubuh akan memudahkan kita menjaga kondisi tubuh kita tetap prima.

Ada beberapa ukuran yang bisa menunjukkan tubuh sudah dalam keadaan ketosis :
1. Di tunjukkan dengan kadar gula darah yang rendah
2. Ada keton pada urin
3. Terdapat keton pada darah

Yuk dibahas satu persatu…

Ketika kita menjadi pemakan karbo, maka tubuh akan mengubah karbohidrat dan gula menjadi glukosa. Glukosa akan diubah menjadi energi. Ketika asupan karbo rendah, maka glukosa dalam tubuh pun akan menjadi rendah. Sehingga ketika kita mengukur kadar glukosa akan mendapat hasil yang rendah. Target di ketogenic secara umum, GDP dibawah 80 mg/dL.

Keton memiliki struktur yang kecil dan dapat diekskresikan ke dalam urin. Keton yang dijumpai di urine terutama adalah aseton dan asam asetoasetat. Untuk mengetahui ada tidaknya keton dalam tubuh bisa di cek dengan menggunakan ketostix. Ini sangat praktis, karena alatnya mirip pengukur Ph air. Setelah itu dibandingkan antara warna stick dengan referensi. Sayangnya alat ini tidak mampu mengukur keton secara akurat. Cukup untuk melihat sudah ada keton atau belum.

Kenaikan kadar keton pertama kali akan tampak pada darah. Sehingga mengukur keton darah ini akurat. Saat ini sudah tersedia alat pengukur keton darah yang mirip dengan alat pengukur glukosa. Bahkan ada alat 2in1 yang bisa mengukur keton dan glukosa. Menggunakan alat ukut ini cukup praktis dan kita bisa mengetahui level keton kita secara presisi, karena dapat menunjukkan angka-nya secara langsung.

Biasanya banyak yang nanya seperti ini… Mana yang terbaik Mas?

Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kemampuan.

Biasanya untuk yang masih menjalani keto di fase awal, cek GDP dan GDS itu sudah cukup. Tetapi jika Anda ingin mengetahui tubuh Anda lebih optimal bisa melakukan cek keton. Bisa menggunakan ketostix untuk mengetahui kadar keton urin secara visual.

Jika ingin lebih akurat bisa menggunakan alat digital seperti alat dari abbot dan multisureGK.

Saya belum cek juga di labolatorium mana yang menyediakan uji kadar keton darah, karena saat ini masih jarang sekali lab yang menyediakan uji keton.

PS. Saya sudah membuat “Video review cara mengukur keton” ini baik dengan stick maupun digital multisure GK.
Pasti Anda ingin menonton video-nya : https://youtu.be/vM1vaF0WxwQ

mau tahu tentang review produk ini ? chat sekarang

atau mau pesan ?

[su_note note_color=”#ffcc01″ ]

Saya perlu info tambahan tentang Diet Keto

100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox

[/su_note]
.

Tips Trik Ketogenic Ketika BukBer Biar Gak Mati Gaya!

Tips Trik Ketogenic Ketika BukBer Biar Gak Mati Gaya!

Puasa adalah menahan diri dengan niat ibadah dari makanan, minuman serta hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Berpuasa merupakan kewajiban umat muslim yang dilaksanakan di bulan ramadhan. Dengan berpuasa kita akan mendapatkan banyak keutamaan dimana kita diajak untuk memiliki sifat sabar mengendalikan diri serta meningkatkan sifat taqwa.

Dalam puasa kita “dipaksa” mampu mengendalikan diri dengan menahan diri dari godaan makanan dan minuman serta perbuatan tercela lainnya. Hingga akhirnya datang waktu berbuka puasa yaitu saat adzan maghrib. Berbuka puasa berarti kita telah membatalkan puasa dengan makan makanan dan minuman yang halal.

Berbuka puasa adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh orang yang berpuasa. Karena diwaktu inilah berarti kita sudah dapat makan makanan dan minuman, dan sering kita memilih makanan yang istimewa dan beragam menunya. Bahkan makanan dan minuman yang disajikan terkadang tidak pernah disajikan di bulan lainnya.

Nah siapa yang biasanya kehilangan kontrol ketika berbuka?
Menjadikan berbuka sebagai ajang “balas dendam”
Semua makanan dan minuman mau di konsumsi, bahkan seringkali sangat berlebihan?
hayo ngaku…. šŸ˜€

Tapi perlu disadari, dibalik berbuka puasa maknanya tidak hanya memenuhi kebutuhan biologis lapar dan dahaga saja lho, justru makna berbuka puasa adalah rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat berbuka yang telah diberikannya setelah seharian berpuasa. Subhanallah….

Tren di Indonesia, terutama mulai minggu ke-2 ramadhan, berbuka puasa tidak hanya dilakukan di rumah bersama keluarga. Seringkali berbuka puasa dilakukan secara bersama-sama baik dengan teman sekolah, relasi kantor, sahabat, keluarga maupun dengan anak yatim. Bahasa kerennya “Bukber”.

Kegiatan ini sangat populer di kalangan masyarakat kita. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa pun melakukan acara bukber ini. Tempat pelaksanaan berbuka puasa bersamanya pun bisa dimana saja. Bisa di restoran, di rumah, di warung, di mall atau bahkan di kantor dan sekolah. Berbuka puasa bersama juga sering dijadikan ajang reuni dengan teman lama yang tidak pernah bertemu. Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk saling bertemu dan bersilaturrahmi.

“Kalau Aku Ikut (diet) Ketogenic, trus bagaimana dong?”

tentu ini menjadi pertanyaan besar buat teman-teman semua yaaaa…..
Pasti teman-teman sudah download panduan diet ketogenic kan. Kalau belum silahkan download GRATIS di : https://foodketo.com/panduan-gratis/

Panduan sederhana ketika buka puasa bersama adalah menghindari semua makanan dengan karbohidrat dan gula.
Karbohidrat itu bisa : nasi, mie, roti, singkong, kentang, tepung, dan bermacam olahannya. Buah manis, puding manis, dan semua dengan rasa manis sebaiknya di hindari.

Namun diet ketogenic ini bukan berarti lantas menghilangkan kemeriahan acara bersama kerabat lho. Anda tinggal atur menu makanan dan minuman. Kalau perlu juga persiapkan membawa bekal sendiri.

Agar tetap nyaman ketika berbuka puasa bersama, ada beberapa tips, yaitu:

1. Jangan lupa doa berbuka puasa. Dengan membaca doa buka puasa, ibadah jadi lebih berkah lho.

2. Mulai berbuka dengan air putih. Hindari minum-minuman yang manis apalagi soda. Anda bisa juga berbuka dengan teh tawar maupun kopi tawar. Konsumsi 1-2 gelas air akan banyak membantu.

3. Jika Anda membawa VCO, Anda bisa konsumsi 1-2 sendok makan. Jika Anda menginginkan kurma pilih ukuran yang paling kecil saja. Oh ya, membawa keju ukuran kecil juga bisa banyak membantu.

4. Sering kali ketika buka puasa bersama lalai sholat maghrib karena saking asyiknya ngobrol. Hayo, jangan lakukan itu lagi ya, sayang kalau puasa jadi kurang berkah. Kalau ingin ngobrol lama dengan teman-teman mending lakukan setelah kalian selesai sholat magrib berjamaah atau setelah Tarawih.

5. Ketika makan, pilih lauk saja. Hindari karbohidrat (nasi, mie, roti, tepung) dan makanan manis. Ambil telur, daging, atau ikan dengan porsi yang sesuai dengan kebutuhan. Jika ada teman bertanya, jelaskan saja sedang mengikuti program kesehatan keto dan ingin hidup lebih fit. Mohon maaf dan ijin jika tidak konsumsi suatu makanan yang mengandung karbo juga bisa diungkapkan terus terang kok. Insyaallah teman-teman ataupun keluarga akan mendukung.

6. Jika tidak ada pilihan lauk, Anda bisa mengambil sayur. Kalau bisa tambahkan santan kental.

7. Makanan dan kue manis meningkatkan nafsu makan. Banyak makanan dan minuman manis yang disediakan bisa mengganggu kesehatan, menaikkan kadar gula darah, memicu insulin, dan membuat Anda mudah mengantuk.

[sociallocker id=”1574″].
[/sociallocker]

Puasa Ramadhan adalah kesempatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Selain mempererat tali silaturahmi, bulan ini juga menjadi ajang muslim untuk berlomba-lomba menumpuk pahala. Nah semoga 7 tips diatas bisa membantu Anda untuk tetap dapat menjalani diet dan gaya hidup ketogenic tanpa harus merasa kaku dan risih. Selamat mencoba…

Dapatkan juga panduan ketogenic ramadhan di : https://foodketo.com/panduan-ramadhan/

Serunya Diet Ketogenic Kalau Bareng-Bareng

Serunya Diet Ketogenic Kalau Bareng-Bareng

Kini ada trend cara makan baru yang semakin meluas lho! Bulan lalu saya ikut training di kota malang dan bogor, eh ternyata beberapa peserta memilah nasi dan ayam gorengnya. Ada yang sengaja bawwa bekal sendiri dari rumah : keju, telur, mentega, daging bakar. Untuk penutup ada alpokat dan cream cheesee.

Ini adalah diet ketogenik, atau singkatnya keto. Seru-nya tidak hanya di Indonesia lho, kejadian ini serentak terjadi di seluruh dunia. Konsumsi minuman manis kemasan volumenya sudah dilampaui oleh konsumsi air putih. Di eropa konsumsi pasta, dan berbagai produk olahan tepung juga turun sejak akhir tahun lalu.

Komunitas online nampaknya menjadi motor penting untuk diet ketogenic. Karena jika dilakukan sendiri tentu tidak mudah untuk menghadapi godaan akan karbo dan gula. Sedangkan di komunitas facebook, whatsapp, para pelaku diet keto saling sharing menu resep makanan tinggi lemak.

Tidak kalah juga foto befor after juga tersebar sebagai bentuk kepuasan menjalankan diet keto ini. Di berbagai group, member juga saling berbagi pengalaman, saling mendukung, dan menunjukkan aura positif untuk saling berbagi.

Berubah bukanlah mudah bagi semua orang. Tentu banyak faktor yang harus dilihat, akan tetapi ketogenic memang mampu mengubah karena secara dramatis mengubah metabolisme glukosa menjadi metabolisme keton.

“Ini bukan suatu kejadian semalam, tapi layak Anda coba. Ini adalah sesuatu yang benar-benar Anda butuhkan untuk merasakan secara langsng bagaimana ketogenic benar-benar bekerja secara efektif.”

Bagaimana sih metabolisme lemak atau ketosis itu?

Pada dasarnya Diet ketogenik akan membuat tubuh Anda ke kondisi ketosis, sehingga mampu membakar lemak untuk bahan bakar.

“Tubuh kita selama ini terlalu banyak menggunakan glukosa atau gula sebagai energi, untuk otot kita, otak kita. Seakan-akan tidak bisa digantikan. Dalam ketogenic, akan mengkondisikan tubuh dalam keadaan “lapar” tanpa karbohidrat dan gula, sehingga hati kita bisa menggunakan lemak dan beberapa protein, dan mulai menggunakannya sebagai energi. Pada dasarnya adalah bagaimana mulai menggunakan cadangan energi dalam dari lemak tubuh.”

Ketosis bisa terjadi setelah dua atau tiga minggu, namun tidak semua orang mampu melewati masa adaptasi atau peralihan dengan nyaman. Mungkin Anda akan merasa lemah, letih, tidak bernergi. Tapi itu dapat Anda peringan dengan konsumsi virgin coconut oil atau minyak kelapa murni seperti vico bagoes.

Pada awal kadang-kadang juga akan muncul “flu keto”, dimana tubuh Anda akan beradaptasi dengan kondisi tanpa gula.

Diet ketogenik mengatur asupan harian dengan komposisi kalori : 70 sampai 80 persen berasal dari lemak; 15 sampai 30 persen berasal dari protein; Dan 5 persen atau kurang dari karbohidrat, termasuk sayuran dan buah.

5 persen karbohidrat berarti hanya sekitar 10 – 30 gram karbohidrat.

Saat ini kita konsumsi begitu banyak karbohidrat. Rata-rata orang mengkonsumsi 50 sampai 100 gram karbohidrat dalam satu makanan. Sedangkan di ketogenic sangat dibatasi. Seberapa banyak? katakan 30 gram, maka 1/2 apel itu sudah lebih dari cukup untuk asupan karbonya!

Orang yang mengikuti diet ketogenik banyak menggunakan vco, atau minyak kelapa murni dan mentega dalam memasaknya, bersama dengan minyak zaitun dan minyak alpukat, untuk minyak kanola, minyak sayur atau biji matahari sebaiknya dihindari.

Resep makanan ketogenic meliputi alpukat, telur, almond atau tepung kelapa, keju, daging sapi, ayam dan ikan.

Buah pun sangat minim, beberapa jenis rendah karbo seperti jenis berry masih bisa digunakan. Tidak ada konsumsi gula, jika masih pemula bisa dibantu dengan pemanis non kalori (tapi tetap dibatasi lho yaaa…)

Untuk orang-orang yang sudah beradaptasi dengan keton, berat badan sudah ideal, bisa menambahkan porsi karbohidrat hingga 50 gram sehari. Selalu jaga, karena ketika asupan karbo harian lebih dari 100 gram otomatis tubuh akan kembali ke metabolisme glukosa.

Kini juga makin marak berbagai bisnis yang ramah keto. Mulai dari menyediakan bahan makanan, kedai kopi, resto, makanan siap saji, sampai katering. Seru!

Jika Anda punya usaha seputar keto juga, silahkan kontak via komentar atau fb annasahmad : https://www.facebook.com/annasahmad.coconutlover

Oh ya, silahkan gabung juga dengan group facebook : https://www.facebook.com/groups/KetogenicIndonesia/ untuk saling berbagi disana….

Jika Anda mau berbagi pengalaman diet ketogenic silahkan klik disini.

Puasa Ramadhan dan Ketogenic

Puasa Ramadhan dan Ketogenic

Ramadhan adalah waktu dimana umat Islam di seluruh dunia puasa selama sebulan penuh. Puasa di bulan Ramadhan dilakukan dengan tidak makan dan minum pada jam siang hari. Dari beberapa istilah di ketogenic adalah dry fasting. Di malam hari juga dilakukan ibadah tambahan sholat tarawih ataupun tadarus Al Qur’an untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di masa ini juga merupakan waktu dimana keluarga dan kerabat berkumpul untuk silaturahim.

Nah, sebenarnya mirip dengan pola diet ketogenic, dimana puasa juga akan memicu kondisi metabolisme seseorang menuju ketosis. Walau banyak orang mengenal diet ketogeni sebagai terapi untuk kejang pada terapi autis, kini banyak digunakan juga untuk berbagai keperluan.

Nah banyak pasti pertanyaan Anda, Bagaimana menjalankan diet ketogenic selama ramadhan?

Pada beberapa hari pertama bulan Ramadan, mungkin Anda akan merasa khawatir tentang kelaparan atau kehausan. Tapi bertahap tubuh akan beradaptasi dan terbiasa bebas dari makan dan minum. Apalagi kalau Anda sudah terbiasa puasa sunnah, atau menjalankan day fasting, atau dry fasting, puasa dengan metabolisme ketogenic ini akan terasa lebih ringan dan berenergi termasuk hingga sholat tarawih.

Bulan Ramadhan sebenarnya merupakan waktu yang cocok bagi Anda yang selama ini merasa susah diet, merasa obesitas, diet yoyo, dan serupa hal tersebut. Anda bisa mulai berexperimen untuk memulai diet ketogenic ini lho… Apalagi jika Anda berharap penampilan baru yang lebih segar dan lebih muda ketika datang idul fitri.

Tantangan utama ketika mengikuti diet ketogenik di bulan ramadhan adalah bagaimana bisa tetap membatasi asupan 10-50g karbohidrat dalam sehari, tergantung fase yang dijalani. Tetapi, perlu dipastikan juga konsumsi lemak yang cukup, karena kita mengarahkan tubuh berpindah dari sumber tenaga utama glukosa ke keton (lemak). Jika lemak yang dikonsumsi kurang dari keperluan kalori badan, dikhawatirkan badan akan memanfaatkan otot sebagai sumber tenaga.

Jadi ketika mayoritas Muslim membuka puasa mereka atau istilahnya ta’jil dengan makanan yang manis, kue-kue, dan hidangan manis, ketika menjalani diet keto akan memilih membuka puasa dengan air putih, vico, buah alpukat atau stroberi dan yoghurt berukuran kecil!

Meski begitu, sudah banyak orang yang merasakan manfaat dari diet ketogenic dan ketofastosis. “Celana jauh lebih longgar dan saya juga merasa sehat secara mental. Tidur yang berkualitas dan jauh dari stres”

Bagi banyak orang yang sudah menjalani pola hidup ketogenic, Ramadhan akan membuat puasa terasa sedikit lebih mudah, karena pelaku ketogenic sudah terbiasa dan mempersiapkan pola pikir untuk membatasi makanan.

Pengaturan menu sahur dan berbuka “ala ketogenic” sebenarnya relatif mudah bagi orang Indonesia kok. Berbagai menu dengan bahan dasar santan, ikan, daging, dan telur bisa diolah menjadi berbagai menu makanan. Fokus hindari makanan dengan karbohidrat dan gula tinggi.

Coba simak juga penjelasan dari buku Fasting a great medicine. Thanks infonya buat mba Dheita Ayu.

Rumusan Fisiologi Puasa

Fase 1 – Hari 1-2
Gula dalam badan menurun. Jantung berdegup perlahan.
Glikogen ditarik keluar dari otot dan menjadikan otot berasa lemah.
Efek sampingnya adalah pusing, mual, lapar dan mulut berbau khas (keton).

Fase 2 – Hari 3-7
Lemak mulai dipecahkan bertujuan menghasilkan tenaga. Berlakunya tindakan kimia dari gliceride ke glicerol berubah menjadi glukosa. Fase ini juga berlangsungnya proses detoksifikasi. Menyebabkan badan dan kulit menjadi berminyak.
Selain itu organ detoks seperti paru-paru masih belum terbiasa.
Pada fase ini juga aktivit sel darah putih meningkat sekaligus meningkatkan sistem antibodi.

Fase 3 – Hari 8-15
Proses ditoksifikasi berlangsung dgn sel-sel mati dan rusak mulai di keluarkan.
Proses penyembuhan lebih mudah pada saat ini, malah penyakit lama juga diperbaiki. Mungkin berlaku rasa sakit pada fase ini. Pada fase ini juga tenaga meningkat dan pikiran menjadi lebih jelas.

Fase 4 – Hari 16-30
Badan mula terbiasa dgn puasa.
Proses pemulihan masih berlaku, hasilnya pernafasan menjadi lebih baik dan kwalitas darah meningkat.

Coba Download Panduan Special Ramadhan.

TIPS : Pastikan juga konsumsi air yang cukup ketika sahur dan berbuka. Tambahkan asupan garam dan kaldu untuk menjaga kadar mineral dalam tubuh.

[su_note note_color=”#ffcc01″ ]

Ya, kirim info terbaru tentang diet…

100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox

[/su_note]

Ketogenic dan Diabetes, the sweet unconfortable…

Ketogenic dan Diabetes, the sweet unconfortable…

Tahukah Anda bahwa diabetes saat ini sudah menjadi penyakit endemi yang mengerikan di seluruh dunia. Bahkan di Indonesia setiap tahun banyak terjadi kematian di usia muda karena diabetes dan komplikasinya. Ya, komplikasi diabetes memang jauh lebih mengerikan dari diabetes itu sendiri.

Pada abad 20an, karbohidrat dan gula menjadi penggerak ekonomi yang luar biasa. Lemak juga terpojok karena dituduh menjadi berbagai penyebab berbagai penyakir. Hingga akhirnya diet ketogenik kembali digunakan selama beberapa dekade sebagai cara yang berhasil untuk terapi dan menurunkan berat badan.

Ketosis mengacu pada keadaan metabolik tubuh saat lemak dibakar sebagai sumber energi. Selain penurunan berat badan, diet keto juga bisa menurunkan kadar glukosa dan membantu melawan diabetes. Kini semakin banyak pelaku diet ketogenic yang mendapatkan hasil positif. Simak saja di berbagai group facebook.

Salah satu jebakan ketika menjalankan diet keto adalah konsumsi produk sintesis (pemanis buatan, perasa buatan, pengawet) serta lemak trans. Pelaku diet Ketogenic harus memilih lemak yang sehat (vco, minyak zaitun, minyak kelapa) dan pilihan protein (daging, telur, ikan, kacang-kacangan rendah karbo, alpukat)

Lalu bagaimana dengan kasus diabetes?

Sebelumnya mari kita kenali diabetes ini. Dunia medis pun menganggap kasus diabetes adalah penyakit yang cukup kompleks. Terutama jika kita masih mengandalkan karbohidrat dan gula sebagai sumber energi. Diabetes adalah kasus dimana tubuh, dalam hal ini organ pankreas tidak mampu lagi memproduksi insulin yang cukup untuk mengubah karbo dan glukosa menjadi energi. Termasuk menyimpan gula darah menjadi glikogen.

Kelebihan dari diet ketogenic adalah membuat tubuh tidak lagi tergantung lagi terhadap karbohidrat dan gula. Sehingga meminimalisasi penggunaan hormon insulin juga. Tubuh dapat memanfaatkan lemak yang diubah menjadi keton, sebagai sumber energi. Sedangkan kebutuhan akan glukosa sangat rendah, dan dapat dipenuhi dari sintesa protein (56% diubah menjadi glukosa) dan glycerol (5% diubah menjadi glukosa).

Oh ya, di artikel ini akan di sharing juga slide presentasi dr Zainal Gani. Beliau adalah penderita diabetes lebih dari 30 tahun yang kini atas ijin Allah telah menjalankan diet ketofastosis dan mendapatkan banyak manfaat. Beliau kini juga tidak lagi menggunakan insulin (suntik) lagi.

Silahkan SHARE untuk DOWNLOAD :

[sociallocker id=”1457″]


Klik untuk DOWNLOAD

[/sociallocker]

Diet Ketogenic, Kenalan Dulu Yuk…

Diet Ketogenic, Kenalan Dulu Yuk…

Tulisan ini terinspirasi salah satu posting di facebook group tentang keluhan “beratnya” memulai diet keto.

Yang paling banyak dikeluhkan adalah :
– pusing
– lemas
– kliyengan

Nah solusinya bisa dibaca di artikel : 10 Tips Siap Menghadapi Adaptasi Keton

Pada kesempatan kali ini, kita coba akan sharing bagaimana hal itu bisa terjadi ?

Pastikan Anda Baca Sampai Selesai ya!
Siap?

Oke kita mulai…

Ketogenic dalam kehidupan (saya) ibarat harta karun.
Tersembunyi, misteri, dan sangat berharga…

Atau banyak orang mengatakan istilah yang aneh…
Ada orang bicara keto itu serem
Ada ahli nutrisi mengatakan berbahaya
Banyak pula dokter yang mengatakan tidak ada penelitiannya.

Tapi, disisi lain,
Banyak sekali pelaku ketogenic yang mendapatkan manfaat luar biasa.

Pasti membuat banyak orang bingung karena saling bertentangan.
Mungkin hanya lulusan John Hopkin University yang paham hehehe…
karena disana, banyak sekali penelitian tentang pengembangan ketogenic lahir.

Belum lagi Anda dituntut untuk paham apa itu keton, apa itu glukosa, glikogen, trygeliceride, siklus crebs, insulin, intermittent fasting, kolesterol, asam urat, GDP, keton adaptation, dan banyak sekali istilah yang mungkin kita tidak kenal sebelumnya.

Banyak orang berhenti disini karena “takut” dengan istilah dan terminologi aneh.
Kayanya kok rumit amat, kaya ngisi teka-teki silang aja…

Tapi tenang aja.
Mengunjungi foodketo.com insyaallah menjadi langkah yang tepat, karena prinsip kami adalah bagaimana membuat ketogenic ini menjadi mudah dimengerti, sekaligus mudah dijalankan.

Kita meyakini bahwa Diet ketogenik adalah solusi nyata peningkatan kualitas hidup dan kesehatan Bangsa Indonesia, dan kita siap mendukung semua penelitian dan riset ilmiah tentang pola makan keto ini. Bahkan di negara barat, pola ini juga mulai diuji coba pada atlet, kebutuhan penelitian NASA, serta militer. NGERI!

Yuk kita mulai…

Pernah dengan istilah “4 sehat 5 sempurna” atau sekarang dikenal dengan “Pola Gizi Seimbang” ?

Coba lihat pola diet kita selama ini selalu mengandalkan karbohidrat yang sangat tinggi. Bahkan mungkin 50-65% asupan harian kita adalah karbohidrat.

Sedangkan Diet ketogenic menargetkan pola konsumsinya :
– Karbo 5%
– Protein 20%
– Lemak 75%

Mengapa makan lemak banyak dan karbohidrat cuma sedikit?

Tubuh kita, termasuk otak, memiliki kemampuan untuk menggunakan 2 bahan bakar : glukosa (yang berasal dari karbohidrat dan gula) dan keton (yang berasal dari lemak).

Coba perhatikan dari pola makan Anda selama ini…
Anda pembakar lemak atau pembakar glukosa?

Jika Anda sebagai pembakar glukosa, tubuh Anda hanya dapat menyimpan sedikit glukosa dalam darah, otot, dan liver. Akibatnya cepat habis dibakarnya untuk energi, sehingga dalam beberapa jam, Anda akan merasa lemah, letih, loyo, dan lapar lagi.

Hal ini kenapa dalam pola diet tradisional kita perlu makan 3 kali sehari dengan banyak karbohidrat. Tujuannya adalah mendapatkan glukosa bagi tubuh.

Ibaratnya, glukosa itu ibarat energi dari baterai, sedangkan lemak ibarat energi dari PLN.
… ih lebay amat perbandingannya.
… ga pa pa ya biar jelas

Ini menariknya, karena selama ini saya belajar biologi, SD-SMP-SMA, selalu belajar bahwa sumber energi manusia itu hanya dari karbohidrat. Tidak pernah belajar tentang keton.

Padahal ketika kita berpuasa, sebenarnya tubuh sudah mulai beradaptasi dengan keton. Hal yang identik ketika kita menghentikan asupan karbo (dan gula) dengan lemak.

Seberapa cepat saya dapat beralih dari pembakar glukosa menjadi pembakar lemak?

Manurut Dom D’Agostino, salah satu ahli dari University of South Florida, jika Anda mampu tidak makan selama 24 jam, sebenarnya tubuh Anda sudah berada dalam mode pembakaran lemak.

Tentu ketika kita konsumsi lagi karbohidrat, tubuh akan kembali menjadi pembakar glukosa.

Untuk beberapa orang adaptasi keton ini bukan hal yang mudah. Perasaan pusing, lemas, kliyengan, moody, adalah salah satu bentuk kecanduan glukosa (sugar craving).

Buat orang yang rajin berpuasa sunnah seperti senin-kamis, puasa daud, akan lebih cepat beradaptasi dalam menggunakan keton baik untuk otot dan otaknya.

Semakin sering Anda berlatih menghilangkan karbo dan gula, maka tubuh akan semakin sensitif untuk memproduksi keton. Jumlah transporter keton akan lebih banyak untuk mengalirkan keton ke organ tubuh, meningkatkan jumlah mitokondria, dan meningkatkan efisiensi mitokondria untuk memjadi energi.

Tiap orang membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk dapat beradaptasi dengan metabolisme keton. Bisa 2-6 minggu. Mungkin akan berat di awal-awal nya, tapi ketika Anda sudah merasakan energi keton, mungkin Anda akan berpikir 10x lipat untuk baik lagi ke metabolisme glukosa. Ini SERIUS!

Bagaimana saya memulai diet ketogenic?
– Silahkan baca panduan Diet ketogenik
– Konsumsi 5% karbohidrat, 20% protein, 75% lemak
– Mencoba OCD, intermittent fasting, atau fastosis

Menu dan jenis makanannya apa?
– Silahkan baca panduan Diet ketogenik

Apa harus konsumsi suplemen untuk diet keto?

Tidak, tapi Anda pasti melihat banyak orang mulai menawarkan berbagai produk untuk diet ketogenic. Pada dasarnya keton dapat diolah oleh tubuh dari lemak rantai menengan (MCFA). MCFA dapat anda dapatkan 85-92% dari Vico (Virgin Coconut Oil).

MCFA dapat diubah dengan cepat menjadi keton, tanpa insulin dan menjadi sumber energi pengganti glukosa. Tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk memecah rantai panjang (dari daging, telur, ikan) atau dari bodyfat.

Keto Ala annasahmad

Sebenarnya di ketogenic sendiri banyak cara atau aliran. Tapi intinya bagaimana kita tetap bisa menjaga tubuh tetap berada dalam kondisi ketosis. Diet keto classic malah mensyaratkan 90% lemak, ada juga diet ketofastosis yang mengkombinasikan dengan IF, ada yang moderat hanya menghindari semua karbohidrat digantikan dengan lemak dan protein hewani.

Apa yang saya makan?

Pagi hari : saya pencinta kopi. Satu cangkir kopi tubruk saya tambahkan cacao fat, butter, dan VCO. Saya suka IF atau fastosis karena jadi bisa fokus bekerja tanpa cari-cari camilan hehehe… Kadang ditambah sejumput garam.
Siang hari : Jam 12 atau setelah sholat dhuhur saya mulai makan. Bisa daging, telur, ikan, kadang ditambah sedikit sayur. Saya juga suka makanan bersantan seperti gule, kepala ikan, atau kari. Enak juga ditambah dengan krupuk kulit.
Sore hari : Kurang lebih sama seperti siang, kadang saya pengen kuah bisa makan soto, sop kambing, atau sop buntut, atau makanan bersantan.
Malam hari : Suka sekali kalau ada tambahan makanan seperti alpokat, cincau, dan agar-agar. Bisa ditambah dengan keju, kefir, yougurt, cream cheese, dan coklat bubuk murni.

Bagaimana mengukur komposisi karbo, protein dan lemak?
Saya biasa mengukur 1-2 minggu jenis makanan yang saya konsumsi dengan aplikasi fatsecret. Atau Anda bisa coba juga aplikasi lain di android atau iphone. Saya memakai aplikasi secara rutin sekitar 1 bulan hingga sekarang sudah merasakan yang paling pas di tubuh. Kesadaran akan makanan ini yang sulit saya dapatkan waktu menjadi carbo eater.

Bagaimana Mengukur Keton Tubuh?
Anda bisa melihat dengan ketostrip. Tentu jauh dari akurat, tapi cara ini relatif murah. Anda bisa juga membeli alatnya atau cek di lab. Tidak harus cek tiap hari. Mungkin setelah menjalani 3 bulan baru Anda perlu cek kadar keton kok.

Kamu pernah cheating?
Saya tidak pernah makan karbohidrat atau gula dalam jumlah besar. Sesekali nyicip aja dengan tetap mempertimbangkan asupan karbo harian tidak lebih dari 50 gram. Saya juga pecinta kelapa muda! tentu konsumsi lemak saya tambah agar komposisi harian terjaga.

Kalau travelling atau di luar kota bagaimana?
Kalau makan di luar saya pilih warung padang, atau warteg. Atau bisa juga beli lalapan dan sate. Semua minta tanpa nasi, tanpa kentang, tanpa lontong. Saya juga selalu sedia vico di tas. Untuk snack saya suka beli keju slice atau yang ukuran kecil.

Kalau pengen camilan, cari jenis camilan yang rendah karbo seperti kacang kenari dan almond. Cek nutrition fact-nya.

Apa Berolah Raga?
Saya bangun pagi, sholat subuh dan jalan kaki. Renang paling 1-2 minggu sekali saja. Berusaha rutin plank tiap hari cukup 1-3 menit aja. Harusnya jika Anda mau membentuk otot, diet ketogenic dan latihan beban bisa membentuk tubuh sixpack lebih cepat lho.

Saya vegan / vegetarian, apa bisa ikut Keto?
Saya pribadi mengatakan bisa saja, tapi tentu menantang. Karena sumber lemak dan protein jauh lebih mudah didapat dari sumber hewani. Tapi ada beberapa group yang membahas tentan keto vegetarian. Silahkan googling.

Saya mual dan mau muntah ketika awal keto. Bagaimana?
Jika makanan Anda selama ini cenderung rendah lemak, mulai saja dengan asupan minimal. Jangan paksa tubuh makan banyak. Perbanyak air dan garam.

Saya takut kolesterol dan asam urat saya tinggi?
Apakah ada keluhan yang berarti? di penelitian terbaru menyatakan kolesterol tidak ada hubungan dengan penyakit jantung dan stroke. Secara umum tubuh kita memerlukan kolesterol dan asam urat. Sejauh ini konsumsi lemak nabati dari kelapa, zaitun, dan alpukat akan membantu.

Dokter saya bilang ketosis itu berbahaya?
Ketosis dan Ketoasidosis adalah dua hal yang berbeda. Ketoasidosis itu berbahaya. Ketosis itu normal. Ketoasidosis biasanya terjadi pada penderita diabetes tipe 1 disaat tubuh gagal untuk mengatur produksi keton, akibat resistansi insulin.

Tidak ada paksaan apapun untuk menjalani diet ketogenic ya,
Anda yang memutuskan.

Silahkan gabung di group facebook untuk sharing dan diskusi : https://www.facebook.com/groups/KetogenicIndonesia/

[su_note note_color=”#ffcc01″ text_color=”#ffffff”]

Ya, Kirimkan saya panduan untuk mulai Diet Keto




</ br>

100% privacy. Kami benci spam.
Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin.

[/su_note]

10 Tips Siap Menghadapi Adaptasi Keton

10 Tips Siap Menghadapi Adaptasi Keton

Bagi banyak orang untuk memulai diet ketogenic banyak muncul ketakutan akan rasa lapar, pusing, pilek, lemas, atau yang secara umum dikenal dengan adaptasi keton atau adaptasi lemak.

Perbedaan mendasar pola ketogenik adalah membuat tubuh kita menjadi pembakan lemak, atau secara biologi, bagaimana hati dapat menghasilkan keton untuk bahan bakar metabolisme. Apakah ini bahaya? Jawabannya TIDAK. Secara alamiah, manusia berpuasa sunnah atau ramadhan pun akan mulai masuk ke metabolisme ini. baca juga artikel : https://foodketo.com/antara-liver-lemak-dan-keto/

Tubuh kita selama ini terbiasa menggunakan glukosa dari karbohidrat dan gula sebagai sumber energi. Sehingga membutuhkan adaptasi untuk mampu menggunakan lemak sebagai sumber energi. Berapa lama manusia akan beradaptasi?
Dari banyak referensi menyebutkan antara 2 – 6 minggu.

Jika Anda tidak siap menghadapi “perubahan” mendasar dari metabolisme tubuh ini, sebaiknya Anda tutup halaman ini dan kembali menyantap makanan Anda seperti biasanya.

Diet ketogenic mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan karena prinsip ketosis membantu tubuh untuk menjaga hormon insulin tidak bekerja berat, lalu melatih sel-sel kembali peka terhadap insulin (istilah medisnya : meningkatkan toleransi insulin) dan mengurangi peradangan (kondisi kronis).

Langkah #1: Kontrol Stress

Jaga agar hidup Anda lebih tenang dan bahagia. Perbanyaklah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Hormon stress meningkatkan gula darah menjadikan tubuh dalam kondisi tegang dan terjaga. Otomatis meningkatkan gula dalam darah akan mengurangi keton tubuh.

Stress karena ikut diet keto? bergabunglah di group facebook, sharing, dan berbagilah disana. Buat diri Anda nyaman dan mendapat dukungan dari banyak orang.

Langkah #2: Tidur Yang Berkualitas

Kebiasaan tidur larut malam akan meningkatkan hormon stress dan akibatnya meningkatkan gula darah naik serta menyebabkan masalah fisiologis. Usahakan tidur rutin mulai jam 22.00 tanpa menggunakan lampu. Banyak riset mengaitkan stress dengan tidur. Artinya semakin stress, tubuh Anda membutuhkan banyak tidur. Usahakan kamar Anda juga memiliki sirkulasi udara yang baik.

Langkah #3: Puasa, Intermittent Fasting, OCD, Fastosis

Ini adalah cara paling efektif untuk mencapai kondisi ketosis dan tetap bertahan dalam metabolisme ini. Secara mendasar adalah membatasi waktu makan. Dalam kondisi berpuasa, tubuh akan membangun suatu pondasi baru untuk mempersiapkan diri ketika glukosa tidak tersedia. Anda bisa berpuasa sunnah senin kamis, atau seperti puasa ramadhan, atau mengikuti pola OCD / IF dengan prinsip :

Membatasi waktu makan 8-10 jam sehari (antara jam 12 siang sampai dengan jam 8 malam)
Tidak mengkonsumsi makanan 12-16 jam sehari
Konsumsi teh / kopi dengan butter dan VCO untuk menjaga asupan lemak
Minum air putih yang cukup

Ketika sudah terbiasa, maka Anda bisa mengurangi jam makan menjadi 4-5 jam sehari untuk mencapai kondisi ketosis yang lebih maksimal.

Langkah #4: Olahraga Ringan

Jika Anda merasa lemah, bergeraklah. Gerakan tubuh ringan akan membuat tubuh memproduksi keton lebih banyak untuk energi. Jika tubuh bergarak akan merangsang molekul transpor glukosa (GLUT-4 reseptor) dalam jaringan hati dan otot untuk menggunakan (memecah) glikogen sebagai glukosa.

Anda dapat mulai dengan latihan ringan seperti jalan kaki, naik tangga, atau berenang yang bertujuan membantu mempertahankan ketosis dengan menyeimbangkan kadar gula darah. Lakukan peregangan dan nafas untuk pembentukan otot.

Cukup dilakukan 10-20 menit aja kok.

Langkah #5: Menjaga Pencernaan

Jika Anda sudah menjalani diet ketogenic, pasti merasakan perubahan pada kebiasaan BAB. Sejauh tidak terjadi sembelit, Anda masih aman kok.

Sembelit adalah indikasi dari :
– Dehidrasi
– Konsumsi elektrolit yang tidak memadai seperti kalium, kalsium, natrium, dan terutama magnesium
– Stress kronis
– Candida atau pertumbuhan bakteri yang berlebihan usus kecil

Cara mengatasinya bisa dengan :
– konsumsi alpukat
– konsumsi agar
– konsumsi santan dan vco
– konsumsi terbatas sayuran hijau berserat
– konsumsi kefir, yougurt
– minum cuka apel dan air kelapa
– minum air putih cukup

Langkah #6: Mengkonsumsi Garam

Garam menjaga tubuh tetap memiliki mineral dan elektrolit (pengikat air) yang cukup.

Pola diet ketogenik dengan tingkat insulin yang lebih rendah, maka ginjal tidak menyimpan natrium dalam jumlah besar seperti pola makan karbohidrat sehingga rasio natrium / kalium cenderung rendah.

Anda dapat menambahkan 3-5 gram natrium dari garam kualitas seperti garam laut kasar atau garam Himalaya merah muda. Satu sendok teh garam himalaya mengandung setara 2 gram natrium. Campurkan di air, teh, kopi dan makanan Anda.

Selain itu kaldu, mentimun, rumput laut dan seledri juga membatu sebagai tambahan asupan mineral.

Langkah #7: Minum Air Yang Cukup

Energi dari diet ketogenic ini memang luar biasa. Anda bisa bekerja seharian penuh tanpa memikirkan rasa lapar dan haus. Ingat jaga konsumsi harian antara 1,5-2 liter sehari. Anda bisa siapkan botol minuman untuk mengukur banyaknya konsumsi air putih Anda.

Langkah #8: Hindari Protein Berlebihan

Konsumsi protein terlalu banyak akan memicu glukoneogenesis. Proses ini adalah perubahan asam amino menjadi glukosa. Terutama yang memiliki riwayat pre diabetes atau diabetes sebaiknya memperhatikan hal ini.

Jika Anda melakukan olah raga cukup berat dan intens untuk pembentukan otot, maka akan membutuhkan lebih banyak protein dibanding tujuan menurunkan berat badan biasa.

Langkah #9: Bijak Makan Karbohidrat

Jangan dikira ketika menjalankan diet ketogenic tidak ada karbohidrat yang masuk ke tubuh kita. Dari mana tubuh kita mendapatkan 5% karbohidrat? Pilih sumber karbohidrat terbatas dari sayuran non-tepung, buah alpokat, kelapa, santan, dan buah berry-berryan.

Ketika kita konsumsi karbo cukup tinggi maka otomatis tubuh kita akan keluar dari metabolisme keton dan memetabolisme karbohidrat. Pilih sumber karbo dari bahan yang alami, non pati, dan non tepung (terutama tepung olahan). Sumber karbo antara lain wortel, kacang-kacangan, labu, dan buah berry.

Untuk fase induksi batasi karbo 10 gram per hari.
Untuk fase konsolidasi batasi karbo 20-30 gram per hari.
Untuk fase maintenance batasi karbo 50-70 gram per hari.

Langkah #10: Konsumsi Virgin Coconut Oil Berkualitas

Virgin Coconut Oil atau VCO bisa banyak membantu kita dalam kondisi ketosis, dan memudahkan kita untuk mencapai 75% lemak dalam asupan harian.

Kandungan VCO adalah MCT (C8-C10) yang cepat dipecah menjadi keton dan dimanfaatkan untuk energi, serta Lauric Acid (C12) yang dapat bergerak 2 arah, sebagai sumber keton sekaligus bahan antivirus, antibaktesi, dan berbagai terapi lainnya. Secara umum VCO berisi lebih lengkap kandungannya dan dapat berdampak lebih lama menjaga keton tubuh.

Anda juga bisa menambahkan VCO ke kopi plus butter untuk membuat bullet proff coffee atau cappucino yang lezat.

Mau pilih VICO atau MCT? itu pilihan Anda….

dr. Mary Newport, Alzheimer, dan Ketogenic

dr. Mary Newport, Alzheimer, dan Ketogenic

Minggu lalu saya bersama foodketo.com berkesempatan bertemu dan belajar langsung dengan Dr. Mary Newport. Beliau menjelaskan tentang minyak kelapa dan virgin coconut oil, serta hubungannya dengan Alzheimer, atau istilah sederhananya pikun. Apakah kandungan dalam vco bisa membantu kasus ini? dan beliau banyak sharing pengalaman beliau merawat suaminya yang terkena alzheimer ini kemudian bisa hidup lebih baik. Apa zat penting yang membantu terapi ini?

dr. Mary Newport sudah menerbitkan buku berjudul : “Alzheimer’s Disease: What If There Was a Cure?: The Story of Ketones” pada tahun 2013. Beliau adalah seorang neonatalogy dan bekerja di rumah sakit. Perubahan terjadi ketika suami beliau seorang akuntan mulai di diagnosa Alzheimers di usia 51. dr Mary berjuang keras untuk merawat dan mencari cara untuk membantu meringankan kasus sang suami.

Alzheimer, diet keto, dan virgin coconut oil
Seperti kita tahu, diet keto dengan pembatasan ketat pada karbohidrat dan gula, banyak sekali membantu kehidupan kita di era modern ini. Merubah sumber energi dari glukosa menjadi keton (energi dari lemak) semakin populer digunakan untuk berbagai terapi seperti kanker dan diabetes. Selain itu untuk pelangsingan dan energi juga mulai banyak diaplikasikan.

Virgin Coconut Oil membantu untuk mencapai kondisi ketosis karena kandungan MCFA (lemak rantai menengah) yang dapat dengan cepat diubah menjadi energi tanpa memperlukan insulin. Keton yang dihasilkan ini dapat membantu supply energi ke otak, selain itu, asam laurat juga sangat bagus dalam regenerasi sel.

3 gambar diatas ini adalah experimen yang dilakukan dr. Mary Newport. Beliau melakukan uji sederhana kepada suaminya untuk menggambar jam. Gambar yang paling kiri adalah gambaran beliau ketika belum mengkonsumsi minyak kelapa (vco). Nampak sekali dalam gambar, suami cukup sulit mengingat bagaimana bentuk jam itu. Setelah konsumsi vco sekitar 14 hari, terlihat perkembangan daya ingat suami dr Mary. Dari garis-garisnya nampak beliau mulai mengingat bentuk jam lebih nyata. Menurut dr. Mary gambar itu juga cukup membuat stress sang suami, karena suami beliau termasuk orang yang sangat keras dan perfeksionis.

Setelah 37 hari, gambaran dari jam nampak lebih nyata dan jelas. Terlihat perbedaan yang sangat mencolok dari sebelum konsumsi VCO hingga akhirnya beliau bisa mengingat dengan lebih baik.

VCO / minyak kelapa, menurut beliau memiliki kombinasi sempurna dari C8-C10 dan C12 yang dapat membantu mengembalikan ingatan, terutama pada kasus Alzheimer. Otak kita akan dengan cepat menggunakan energi dari lemak ini untuk energi, terutama lemak rantai menengah yang cepat dimetabolisme menjadi keton.

Menarik ya! Masih banyak insigt keren di acara di BITEC lho, pastikan join juga di group bit.ly/CocoKetoIndonesia atau klik disini

Keton dan Ketosis. Kenali 2 kata kunci penting dalam diet ketogenic

Keton dan Ketosis. Kenali 2 kata kunci penting dalam diet ketogenic

Kita tahu bahwa target dari diet ketogenic adalah perubahan metabolisme, dari glukosa ke keton.
Nah cara mengatahui bahwa tubuh kita sudah ketosis adalah keberadaan keton baik di darah maupun di urin.
Indikasi lain adalah memiliki GDP < 80 dan tidak lagi hypoglycemic.

Indikator itu sudah sebagai bukti bahwa kita tidak lagi menggunakan “Glukosa” sebagai energi terutama di otak.

Keton itu adalah molekul yg diinisiasikan liver saat cadangan glycogen sudah habis. Sehingga liver tidak dapat menyuplai darah dengan glukosa lagi dari glycogen untuk menyelamatkan sel-sel otak, disaat itu mulailah diproduksi ketone.


Karena hanya “Keton” yang mampu disupplay ke otak dan menggantikan posisi glukosa sebagai bahan bakar di otak.

Sedangkan semua organ lain ditubuh bisa menggunakan FFA (Free Fatty Acid) yang merupakan rantai lemak hasil pemecahan Triglyceride (dari makanan / lemak tubuh)

FFA ini adalah bahan pembuat ketone, dimana akan diproses menjadi Acetyl-CoA terlebih dahulu oleh sel-sel di liver melalui “Beta-Oxidation”, dilanjutkan proses Oxidative Phosphorylation (OxPhos) dimana akan hasilkan ATP (Energi)

Kekosongan Cadangan Glycogen maka akan dilanjutkan ke proses Ketogenesis yaitu membentuk keton / ketone bodies di liver. Jadi, seseorang bisa mengalami “Ketosis” saat sudah tidak makan karbohidrat 1-2 hari, tergantung dari rasio Lean Body Mass (LBM) vs Body Fat (BF)

Semakin tinggi LBM semakin cepat Glycogen di tubuh habis.
Sehingga untuk membuat tubuh menjadi Ketosis itu tidak sulit kok…

Kadang yang membuat sulit adalah proses adaptasi dari metabolisme glukosa, dimana kita menjadi “sakau” atau nagih akan glukosa dari karbo dan gula.

Cara paling mudah adalah cek “Gula Darah Puasa”. Jika GDP < 80mg/dL tercapai, maka otomatis efek dari glukosa (Karbohidrat dan gula) di masa lalu telah berhasil di reverse dan Insulin Sensitivity telah dikembalikan.

Ketosis itu pasti terjadi, saat Karbo tidak ada. Karena jika ketosis itu tidak terjadi, maka dengan kondisi GDP < 80, sudah pasti Hypoglycemic.

Untuk membuktikan saja kalau liver sudah “Ketogenesis”, menghasilkan keton, bisa coba untuk mengecek kadar keton.

Proses menurunnya gula darah ini akan membantu body resetting atau proses detox, dimana kadang muncul masalah kesehatan yang kita tidak pernah sadari sebelumnya.

Jalur Express Mencapai Ketosis
Untuk mencapai kondisi ketosis lebih cepat, lakukan intermittent fasting, OCD, atau fastosis. Teknik ini dapat mengembalikan sensitivitas hormon termasuk insulin.

Kondisi ketosis ini juga dapat membantu tubuh melakukan SELEKSI, sel-sel mana yang bertahan dengan menggunakan keton, sel mana yang hanya mampu bertahan dengan glukosa. Nah, fungsi ini bisa dimanfaatkan untuk terapi terhadap kasus kanker ataupun kista.

Jika kita masih melakukan diet dengan asupan karbohidrat, tentu proses seleksi ini tidak akan terjadi.

Di tahap awal kita akan melihat jika GDP masih diatas 80mg/dL maka tubuh akan fokus untuk mengembalikan Insulin Sensitivity dan Pembersihan Glycation. Di fase konsolidasi jika GDP / GDS masih naik > 90mg/dL maka ketosis masih mudah pindah ke matabolisme glukosa lagi.

Jika sudah mulai yakin, yuk segera mulai diet ketogenik-nya. Cetak Panduan Coconut Ketogenic diet, dan siapkan amunisi-nya.