Antara Liver, Lemak, dan Keto

Antara Liver, Lemak, dan Keto

“Jangan ikutan diet tinggi lemak lho. Bahaya buat liver!”

“Hati / liver tugas utama-nya menjaga sistem kekebalan tubuh termasuk menyaring toksin. Makan banyak lemak itu memberikan tugas tambahan pada hati untuk memecah lemak menjadi sumber energi dan sekaligus memintanya sekalian menyaring racun!”

“Kalau kamu rajin mengasup lemak, berarti rajin juga kita memasukkan lebih banyak toksin ke dalam tubuh?”

==> Apa Anda Sering Mendapat Info Semacam Itu? <==

Benarkah?

Yuk kenali dulu fungsi tubuh yang bernama hati atau liver ini. Dalam metabolisme manusia, fungsi dari liver atau hati ini sangat kompleks. Secara umum :

  • Menyimpan glukosa dari asupan karbohidrat / gula dalam bentuk glikogen yang diubah kembali menjadi glukosa lagi bila diperlukan untuk energy oleh tubuh
  • Liver bertanggung jawab untuk produksi enzim dan menghasilkan keton dalam metabolisme lemak.
  • Dalam metabolisme protein sebagai penyimpan vitamin A, D, K, B12 dan folat dan mensintesis faktor pembekuan darah.
  • Peran lainnya sebagai detoxifier, memecah dan merubah ammonia, sampah metabolism termasuk obat-obatan, alcohol, dan bahan kimia. Ibaratnya hati ini bekerja seperti filter yang akan menyaring dan menangkap bahan beracun termasuk sel mati, mikroorganisme, dan residu / sisa bahan kimia dari aliran darah. Filter di liver ini dikenal dengan nama sistem sinusoidal, dan mengandung sel-sel khusus yang dikenal sebagai sel Kupffer.

Jelas ya, bahwa apapun jenis-nya entah itu karbohidrat, protein, dan glukosa, ketiganya pasti melibatkan organ liver. Itu semua-nya adalah normal. Bukan berarti kita tidak makan lemak berarti kita tidak menggunakan liver kita ya. Bahkan yang perlu menjadi catatan penting, fruktosa (gula buah) itu hanya mampu disimpan oleh liver saja, tidak bisa disimpan di otot.

sumber : http://intranet.tdmu.edu.ua

Bagaimana proses perubahan metabolism glukosa dan keton di liver?

  1. Tubuh yang mengkonsumsi karbohidrat akan diubah menjadi glukosa. Sebagian diubah langsung sebagai energy tubuh, sebagian akan disimpan menjadi glikogen di otot dan di liver. Jika sudah penuh maka bersama insulin tubuh akan menyimpan glukosa tersebut menjadi lemak.
  2. Ketika asupan karbo dan gula dihentikan, maka tubuh mulai membongkar glikogen dari liver menjadi glukosa sebagai energy
  3. Cadangan trigeliserida (lemak) tubuh mulai dibongkar menjadi Free fatty acid dan glycerol
  4. FFA menjadi bahan baku keton untuk digunakan sebagai sumber energy termasuk otak
  5. Glycerol menjadi bahan baku glukosa (ini uniknya, dalam tubuh manusia mampu mensintesis glukosa tanpa konsumsi karbo dan gula. Artinya gula darah manusia tidak mungkin 0)

Artinya METABOLISME KETON dalam tubuh manusia itu adalah NORMAL adanya. Tidak ada hubungan antara konsumsi lemak dan diet ketogenic dengan memberatkan kerja liver / hati.

Jika Anda tidak makan karbohidrat, tubuh Anda akan tetap berfungsi normal. Satu-satunya jaringan yang membutuhkan glukosa secara eksklusif adalah sel darah merah. Sel darah merah tidak memiliki mitokondria sehingga tidak dapat memanfaatkan lemak.

Sehingga liver atau hati dapat memproduksi glukosa dari protein – ini disebut glukoneogenesis. Otak dapat mendapatkan energi dari keton. Jadi tidak mungkin kadar gula darahnya akan menjadi 0

CATAT : Yang perlu menjadi indikator kerusakan liver (fatty liver) secara sederhana adalah muncul-nya bellyfat di perut. Cek lingkar perut Anda sekarang.

Selain itu perhatian dan indikasi bahaya adalah TINGGI-nya GULA DARAH baik dalam darah maupun urin. Karena glukosa ini akan disaring oleh glomerolus ginjal secara terus menerus, tetapi kemudian akan dikembalikan ke dalam sistem aliran darah melalui sistem reabsorpsi tubulus ginjal.

Kapasitas ginjal mereabsorpsi glukosa terbatas pada laju 350 mg/menit. Ketika kadar glukosa sangat tinggi, filtrat glomerolus mengandung glukosa di atas batas ambang untuk direabsorpsi. Akibatnya kelebihan glukosa tersebut dikeluarkan melalui urine.

Gejala ini disebut glikosuria, yang merupakan indikasi lain dari penyakit diabetes mellitus. Glikosuria ini megakibatkan kehilangan kalori yang sangat besar. (Mayes, 2003)

Perubahan yang utama akibat hiperglikemia adalah hiperosmolalitas. Peningkatan konsentrasi glukosa darah dan osmolalitas darah menimbulkan dehidrasi. Apabila konsentrasi glukosa darah melebihi ambang batas ginjal maka terjadi diuresis osmotik. Diuresis osmotik inilah yang menimbulkan peningkatan pengeluaran urin (poliuria).

Beberapa tips yang dapat Anda lakukan :
1. Konsumsi telur, yang mengandung choline yang baik untuk liver
2. Konsumsi air putih yang cukup untuk menjaga fungsi ginjal
3. Pilih real food, sebisa mungkin hindari bahan-bahan sintesis (termasuk perasa dan gula non kalori)
4. Konsumsi cuka apel / cuka kelapa yang dapat membantu sensetifitas sel terhadap insulin
5. Konsumsi garam dan mineral, untuk membantu kontraksi otot dan elektrolit keluar masuk sel

Semoga menjawab.

 

Komentar dan feedback dipersilahkan…

Silahkan gabung di : facebook group



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


1
Halo kak, silahkan chat...
Powered by
Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download
Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download