Keton dan Ketosis. Kenali 2 kata kunci penting dalam diet ketogenic

Kita tahu bahwa target dari diet ketogenic adalah perubahan metabolisme, dari glukosa ke keton.
Nah cara mengatahui bahwa tubuh kita sudah ketosis adalah keberadaan keton baik di darah maupun di urin.
Indikasi lain adalah memiliki GDP < 80 dan tidak lagi hypoglycemic. Indikator itu sudah sebagai bukti bahwa kita tidak lagi menggunakan "Glukosa" sebagai energi terutama di otak. Keton itu adalah molekul yg diinisiasikan liver saat cadangan glycogen sudah habis. Sehingga liver tidak dapat menyuplai darah dengan glukosa lagi dari glycogen untuk menyelamatkan sel-sel otak, disaat itu mulailah diproduksi ketone.
Karena hanya “Keton” yang mampu disupplay ke otak dan menggantikan posisi glukosa sebagai bahan bakar di otak.

Sedangkan semua organ lain ditubuh bisa menggunakan FFA (Free Fatty Acid) yang merupakan rantai lemak hasil pemecahan Triglyceride (dari makanan / lemak tubuh)

FFA ini adalah bahan pembuat ketone, dimana akan diproses menjadi Acetyl-CoA terlebih dahulu oleh sel-sel di liver melalui “Beta-Oxidation”, dilanjutkan proses Oxidative Phosphorylation (OxPhos) dimana akan hasilkan ATP (Energi)

Kekosongan Cadangan Glycogen maka akan dilanjutkan ke proses Ketogenesis yaitu membentuk keton / ketone bodies di liver. Jadi, seseorang bisa mengalami “Ketosis” saat sudah tidak makan karbohidrat 1-2 hari, tergantung dari rasio Lean Body Mass (LBM) vs Body Fat (BF)

Semakin tinggi LBM semakin cepat Glycogen di tubuh habis.
Sehingga untuk membuat tubuh menjadi Ketosis itu tidak sulit kok…

Kadang yang membuat sulit adalah proses adaptasi dari metabolisme glukosa, dimana kita menjadi “sakau” atau nagih akan glukosa dari karbo dan gula.

Cara paling mudah adalah cek “Gula Darah Puasa”. Jika GDP < 80mg/dL tercapai, maka otomatis efek dari glukosa (Karbohidrat dan gula) di masa lalu telah berhasil di reverse dan Insulin Sensitivity telah dikembalikan. Ketosis itu pasti terjadi, saat Karbo tidak ada. Karena jika ketosis itu tidak terjadi, maka dengan kondisi GDP < 80, sudah pasti Hypoglycemic. Untuk membuktikan saja kalau liver sudah "Ketogenesis", menghasilkan keton, bisa coba untuk mengecek kadar keton. Proses menurunnya gula darah ini akan membantu body resetting atau proses detox, dimana kadang muncul masalah kesehatan yang kita tidak pernah sadari sebelumnya. Jalur Express Mencapai Ketosis
Untuk mencapai kondisi ketosis lebih cepat, lakukan intermittent fasting, OCD, atau fastosis. Teknik ini dapat mengembalikan sensitivitas hormon termasuk insulin.

Kondisi ketosis ini juga dapat membantu tubuh melakukan SELEKSI, sel-sel mana yang bertahan dengan menggunakan keton, sel mana yang hanya mampu bertahan dengan glukosa. Nah, fungsi ini bisa dimanfaatkan untuk terapi terhadap kasus kanker ataupun kista.

Jika kita masih melakukan diet dengan asupan karbohidrat, tentu proses seleksi ini tidak akan terjadi.

Di tahap awal kita akan melihat jika GDP masih diatas 80mg/dL maka tubuh akan fokus untuk mengembalikan Insulin Sensitivity dan Pembersihan Glycation. Di fase konsolidasi jika GDP / GDS masih naik > 90mg/dL maka ketosis masih mudah pindah ke matabolisme glukosa lagi.

Jika sudah mulai yakin, yuk segera mulai diet ketogenik-nya. Cetak Panduan Coconut Ketogenic diet, dan siapkan amunisi-nya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *