Ketogenic dan Diabetes, the sweet unconfortable…

Tahukah Anda bahwa diabetes saat ini sudah menjadi penyakit endemi yang mengerikan di seluruh dunia. Bahkan di Indonesia setiap tahun banyak terjadi kematian di usia muda karena diabetes dan komplikasinya. Ya, komplikasi diabetes memang jauh lebih mengerikan dari diabetes itu sendiri.

Pada abad 20an, karbohidrat dan gula menjadi penggerak ekonomi yang luar biasa. Lemak juga terpojok karena dituduh menjadi berbagai penyebab berbagai penyakir. Hingga akhirnya diet ketogenik kembali digunakan selama beberapa dekade sebagai cara yang berhasil untuk terapi dan menurunkan berat badan.

Ketosis mengacu pada keadaan metabolik tubuh saat lemak dibakar sebagai sumber energi. Selain penurunan berat badan, diet keto juga bisa menurunkan kadar glukosa dan membantu melawan diabetes. Kini semakin banyak pelaku diet ketogenic yang mendapatkan hasil positif. Simak saja di berbagai group facebook.

Salah satu jebakan ketika menjalankan diet keto adalah konsumsi produk sintesis (pemanis buatan, perasa buatan, pengawet) serta lemak trans. Pelaku diet Ketogenic harus memilih lemak yang sehat (vco, minyak zaitun, minyak kelapa) dan pilihan protein (daging, telur, ikan, kacang-kacangan rendah karbo, alpukat)

Lalu bagaimana dengan kasus diabetes?

Sebelumnya mari kita kenali diabetes ini. Dunia medis pun menganggap kasus diabetes adalah penyakit yang cukup kompleks. Terutama jika kita masih mengandalkan karbohidrat dan gula sebagai sumber energi. Diabetes adalah kasus dimana tubuh, dalam hal ini organ pankreas tidak mampu lagi memproduksi insulin yang cukup untuk mengubah karbo dan glukosa menjadi energi. Termasuk menyimpan gula darah menjadi glikogen.

Kelebihan dari diet ketogenic adalah membuat tubuh tidak lagi tergantung lagi terhadap karbohidrat dan gula. Sehingga meminimalisasi penggunaan hormon insulin juga. Tubuh dapat memanfaatkan lemak yang diubah menjadi keton, sebagai sumber energi. Sedangkan kebutuhan akan glukosa sangat rendah, dan dapat dipenuhi dari sintesa protein (56% diubah menjadi glukosa) dan glycerol (5% diubah menjadi glukosa).

Oh ya, di artikel ini akan di sharing juga slide presentasi dr Zainal Gani. Beliau adalah penderita diabetes lebih dari 30 tahun yang kini atas ijin Allah telah menjalankan diet ketofastosis dan mendapatkan banyak manfaat. Beliau kini juga tidak lagi menggunakan insulin (suntik) lagi.

Silahkan SHARE untuk DOWNLOAD :

[sociallocker id=”1457″]

Klik untuk DOWNLOAD


[/sociallocker]

2 thoughts on “Ketogenic dan Diabetes, the sweet unconfortable…”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *