Hippocrates : Makanan Adalah Obat, Pakailah Obat Dari Makanan

Hippocrates : Makanan Adalah Obat, Pakailah Obat Dari Makanan

Pada jaman yang lalu Hippocrates telah menemukan sebuah pedoman penting tentang pola makan dan kesehatan.

Dulu, adanya penyakit adalah tanda bahwa tubuh kekurangan makanan. Dianggap tidak ada kesesuaian antara kebutuhan badan dengan makanan. Tapi kini ketika kita ada di era berkelimpahan makan, masalah kesehatan semakin meningkat. Sesuatu yang aneh bukan?

Tubuh kita membutuhkan energi, tentu dengan sumber energi yang tepat. Jika kita salah mengisi energi tentu akan banyak masalah yang datang baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

Nah, tubuh kita ibarat mesin pada sebuah kendaraan. Tuhan sudah sempurna menciptakan organ pencernaan tubuh kita, sehingga bekerja sama untuk mengolah makanan yang dikonsumsi menjadi energi. Mulai dari mulut, tenggorokan, lambung, ada pankreas yang menghasilkan insulin (mengolah karbohidrat), ada empedu (mengolah protein), ada liver (mengolah lemak), kemudian usus (menyerap makanan ke dalam pembuluh darah); limpa, ginjal, dan masih banyak lagi anggota tubuh lainnya.

Selama ini kita menggangga nutrisi itu adalah :
1. Karbohidrat (terkandung dalam nasi, ubi, singkong, kentang, jagung)
2. Protein (hewani maupun nabati)
3. Mineral (semua sayur2an)
4. Vitamin (semua buah2an)

dan kita banyak melupakan LEMAK.

Bertahun-tahun kita mempelajari bahwa karbohidrat adalah sumber energi yang essensial, padahal kenyataannya tidak ada karbohidrat essensial. Yang ada ternyata protein essensial dan lemak essensial.

Sampai beredar Mitos: Otak Tidak Berfungsi Tanpa Karbohidrat

Pada dasarnya manusia hanya membutuhkan sekitar 20-50 gram gula per hari. Memang benar, sumber glukosa paling mudah adalah karbohidrat, tapi glukosa dapat disintesis dari protein dan lemak.

Bila Anda tidak mengkonsumsi karbohidrat, maka otak akan mulai menggunakan keton. Kebutuhan energi bagi otak 75% bisa didapat dari keton dan sisanya 25% diperoleh dari glukosa yang disintesis dari protein.

Begitu pula kita menyanjung-nyanjung vitamin, padahal dalam tubuh kita hanya membutuhkan sedikit vitamin (sebagai mikronutrient)

Pola Makan Umum Penduduk Indonesia

Sebagai orang Indonesia kita pasti mengenal 4 sehat – 5 sempurna, yang kini telah direvisi sebagai pola makan “Gizi Seimbang” yang telah menghilangkan susu. Panduan umumnya adalah makan 3x sehari, dan setiap kali makan harus mengandung karbohidrat (nasi, mie, roti), lengkap dengan lauk pauknya, ada lauk hewan, tempe atau tahu, sayur, dan buah.

Nah, tahukah Anda, sebenarnya sumber kalori terbesar di dunia ini adalah lemak.

Kenyataannya, diet kita kebanyakan adalah karbohidrat. Diet sehat pun dianjurkan banyak sayur yang memiliki kalori rendah. Sehingga Kita membutuhkan banyak asupan agar tubuh kita tercukupi kalorinya. Akibatnya kita konsumsi terlalu banyak “sampah” dan membutuhkan waktu lama untuk mencerna.

Lemak ternyata bekerja jauh lebih efisien lho!
dan banyak sekali orang yang belum mengetahui hal ini…

Dan celakanya, salah satu bahan makanan yang kita konsumsi berlebihan saat ini adalah GULA.

Ada riset menunjukkan bahwa saat ini 3/4 dari supermarket memiliki kandungan identik gula (spt karbo), atau bahan yang akan diubah menjadi glukosa dalam tubuh. Saat ini kita mengkonsumsi setara dengan 15-25 sendok gula setiap hari. Padahal kebutuhan harian kita maksimal 6-9 sendok gula saja!

Apa Bahaya Dari Gula?
Karbohidrat dan gula dari makanan akan diolah dalam tubuh kita menjadi glukosa. Kelebihan dari glukosa ini akan disimpan dalam glikogen (pada hati dan otot). Dan jumlahnya sangat terbatas lho. (cek video dr tan shot yen)

Trus kelebihan glukosa setelah makan karbo (nasi,dkk) dan gula ini bagaimana?
Disimpan menjadi LEMAK TUBUH!

Ketika konsumsi gula / karbohidrat (nasi), tubuh akan mengolah menjadi glukosa untuk energi. Dalam proses ini melibatkan hormon insulin untuk menurunkan kadar gula dalam darah, sekaligus menyimpan glukosa menjadi lemak tubuh. Ketika kelenjar Pankreas kita dipaksa bekerja terus menerus, sehingga dia mulai capek. Ketika Pankreas mulai bermasalah, produksi Insulin berkurang bahkan terhenti, sehingga nasi (karbohidrat) dan gula yang kita makan tidak diproses, dan menumpuk di dalam darah. Ini yang disebut Diabetes.

catat : tahun 2015 saja diperkirakan 10 juta orang indonesia menderita diabetes, dan jumlahnya meningkat secara drastis setiap tahunnya.

Itulah kenapa kita makin lama tubuh makin besar, membesar, overweight, dan akhirnya obesitas.

“Kan aku cuma makan nasi?”
tahukah Anda perbandingan semangkok nasi identik dengan berapa sendok teh gula?

belum lagi ditambah teh / kopi manis, biskuit, krupuk, dan berbagai produk dari tepung olahan sebagai lauknya.

Bagaimana dengan kasus kolesterol?
mungkin sebaiknya Anda baca dulu artikel : Bagaimana Kolesterol Jika Menjalankan Diet Keto ?

Bagaimana mengubah cara makan agar menjadi lebih sehat?
a. Stop makan karbohidrat terutama tepung olahan
b. Stop makan dan minum makanan yang mengandung gula
c. Stop makanan olahan
d. Batasi buah berasa manis
e. Cukupi konsumsi air yang cukup
f. Konsumsi lemak sehat

Menerapkan Cara Makan Ketogenic

Silahkan download dulu panduannya di link ini.

Bagaimana dengan sarapan jus / smoothies buah di pagi hari?
Ada beberapa diet yang menganjurkan mengganti sarapan dengan jus buah. Ternyata cara ini juga tidak sepenuhnya efektif untuk diet (berat badan ideal) dan terapi. Kenapa?
1. Jus buah, terutama yang manis mengandung fruktosa tinggi. Fruktosa ini dimetabolisme sama seperti gula dan karbohidrat
2. Buah yang di jus, cenderung lebih cepat diproses oleh tubuh dibandingkan buah potong

Lalu pagi sarapan apa?
Cobalah untuk TIDAK SARAPAN di pagi hari.

Siklus cirkadian, mengajarkan tentang hormon cortisol yang sangat aktif di pagi hari. Hormon cortisol ini salah satu hormon yang memberi sinyal kuat tubuh untuk mengeluarkan insulin. Sehingga jika kita mengkonsumsi karbohidrat / gula / buah manis di pagi hari maka gula darah meningkat drastis, begitu juga dengan insulin kita.


Lalu kalau aktivitas saya padat bagaimana mendapatkan energi?

Konsumsilah minyak kelapa atau virgin coconut oil.
VCO mengandung lemak rantai menengah atau dikenal dengan istilah MCT / MCFA. Kelebihan dari rantai menengah ini adalah mampu diubah langsung menjadi energi tanpa insulin.

Sadari, merubah kebiasaan makan yang sudah Anda jalani bertahun-tahun tidaklah seperti membalikkan tangan. Akan terjadi proses adaptasi atau dikenal juga sebagai detoks atau ketoflu. Jika Anda memilih mengikuti diet ketogenic, maka tubuh kita sebenarnya mulai melakukan pengurasan glikogen (stock gula dalam tubuh). Berikutnya tubuh mulai belajar menggunakan bahan bakar lemak (atau keton) sebagai energi.

Mungkin Anda akan merasakan beberapa gejala unik, tapi lanjutkan saja, karena umumya adaptasi itu akan berlangsung antara 4-20 hari. Selamat Mencoba…

Untuk berbagi pengalaman diet keto silahkan gabung di group facebook : https://www.facebook.com/groups/KetogenicIndonesia/

oh ya, follow juga @annasahmad
dan tonton juga berbagai video seputar keto

Apa Aku Harus Diet Keto Seumur Hidup?

Apa Aku Harus Diet Keto Seumur Hidup?

Diet itu bukan saja untuk Anda,
Bagi banyak orang diet ibarat usaha tanpa ujung.
Termasuk saya!

Ada jutaan orang yang berusaha diet setiap tahunnya,
Dan akhirnya lebih dari 50%-nya berat badannya kembali lagi,
bahkan naik lebih banyak 😀

Di berbagai media, mulai banyak membahas tentang diet ketogenic ini.
Majalah Intisari, JakFM, Net.TV, sampai trubus pernah mengangkat pola diet ketogenic ini dalam liputannya. Sangat menarik sekali karena liputannya selalu menceritakan keberhasilan diet keto ini, tapi di artikelnya juga membahas ulasan dari beberapa tenaga medis dan dokter yang masih meragukan manfaat dari ketogenic ini.

Katanya tidak ada penelitiannya, tidak ilmiah, dan sebagainya?
Padahal jika mau mencari penelitian di john hopkin, dan jurnal internasional, ketogenic ini sudah diriset sejak tahun 1920 lho. So rajin-rajin saja kunjungi web jurnal internasional baik versi gratis maupun berbayar agar selalu update dengan perkembangan ilmu nutrisi terbaru.

Salah satu hal yang menjadi fokus adalah apakah diet keto harus di jalani seumur hidup?

Nah, sebelum menjawab apa diet keto seumur hidup, sebaiknya kita kenali dulu tentang diet yoyo. Apakah diet yoyo itu berdampak buruk pada kesehatan dan metabolisme? Pada dasarnya parameter melihat berat badan adalah berdasarkan perhitungan BMI. Walau kalau mau detail, usia dan genetika juga berpengaruh terhadap metabolisme.

Hampir semua diet fokus pada jumlah kalori. Ini bisa membantu, tapi jika tidak fokus pada sumber kalori, umumnya diet yang berhasil akan mudah naik lagi dengan cepat. Jika ingin sukses harus benar benar mampu mengkombinasikan waktu makan, jumlah makananan, dan jenis makanannya.

Ketogenic membantu Anda mengendalikan nafsu makan Anda dan bukan nafsu makan mengendalikan Anda.

Sebuah riset di US meneliti jika seseorang melakukan diet secara ketat dengan metode apapun, tetapi tidak mampu secara konsisten dalam jangka panjang, hingga terjadi diet yo-yo, maka secara jangka panjang berdampak buruk terhadap metabolismenya. Atau artinya sama saja dengan orang yang tidak mengatur pola makannya sama sekali.

“Pada dasarnya tubuh memiliki mekanisme homeostatik untuk mempertahankan kondisi yang ada. Tubuh selalu mampu beradaptasi terhadap perubahan.” penjelasan Dr. Bruce Lee, salah satu direktur Pencegahan Obesitas di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.

Ketogenic salah satu teknik mengatur ulang metabolisme tubuh Anda.

Anda bisa lihat bukti di group fb : https://www.facebook.com/groups/ketogenicindonesia maupun riset-riset nutrisi terbaru menunjukkan diet sangat rendah karbohidrat dan tinggi lemak dapat membantu orang menurunkan berat badan dengan efektif dan lebih cepat. Nah selanjutnya adalah bagaimana seseorang mampu mengatur asupannya agar berat badannya tetap terjaga.

Secara sederhana diet keto mampu memprogram ulang gen dan sel Anda secara jangka panjang dari nafsu makan berlebihan dan membuat metabolisme tubuh Anda menjadi pembakar lemak (keton) serta terhindar dari ketergantungan akan karbohidrat.”

Ketika kita mulai membatasi karbohidrat, tubuh akan mencari energi dari lemak yang tersimpan, atau badan keton, yang dalam prosesnya disebut ketosis. Tubuh kemudian mengandalkan energi keton sampai Anda mulai makan karbohidrat lagi.

Nah dalam tahapan ini tentu ada proses adaptasi maupun gejala adaptasi sebagai efek sampingnya.

Selama tiga minggu pertama ketosis, tubuh akan menyesuaikan diri, dan jaringan tubuh mulai menggunakan keton sebagai sumber energi, dan akhirnya tubuh benar-benar mampu kembali menggunakan keton dibandingkan menggunakan glukosa.

Di masa transisi dan adaptasi otak dan tubuh cenderung rewel meminta glukosa, sehingga asupan dari virgin coconunt oil seperti vico bagoes akan membantu tubuh menyediakan aliran bahan bakar yang stabil terutama ke otak.

Menurut D’Agustino : “Diet keto juga membuat hormon yang mengatur nafsu makan seperti insulin, leptin dan ghrelin bekerja lebih baik.”

“Tubuh kita sangat fleksibel, dan otak kita mampu mengatur dengan ketat kadar glukosa darah kita. Tubuh Anda akan menggunakan apa saja yang tersedia. Anda bisa mendapatkan kalori dari karbohidrat, lemak, atau protein – semuanya dipecah untuk menjaga gula darah untuk tubuh yang tetap memerlukan glukosa.”

Nah sekaran, bagaimana dengan diet keto untuk jangka panjang?

Anda bisa pelajari dari berbagai riset. Salah satu studi dua tahun mengenai cara penurunan berat badan menemukan bahwa dalam jangka panjang, orang yang makan makanan dengan proporsi macronutrien keto, secara alami dapat bekerja dengan cara yang sama seperti diet lainnya: Anda membakar lebih banyak kalori daripada yang Anda konsumsi.

Perbedaan utamanya adalah lemak dan protein, dibanding karbohidrat, membuat orang merasa kenyang lebih lama.

Ketogenic mampu membuat tubuh dan pikiran lebih “sadar” akan makanan. Sehingga Anda juga mampu menemukan seperti apa yang paling sesuai untuk diri Anda sendiri.

Tentu kedepan akan lebih banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana efek diet keto dalam jangka panjang. Namun dari banyak pengalaman dan sharing komunitas ketogenic indonesia menunjukkan faktor konsisten dan disiplin dibalik diet sehat tentu disesuaikan dengan tujuan dan kondisi masing-masing individu.

Asupan karbo di jangka panjang setelah berat badan ideal tercapai bisa antara 20-50 gram karbo per hari.

Kembali lagi ke tujuan dan diri Anda. Pilihan dan tanggung jawab diri pribadi.

Mau mulai? cek cara diet ketogenic.

“Hindari Makan Lemak” : Mungkin saran terburuk yang pernah ada, kata Dr Jordan B Peterson

“Hindari Makan Lemak” : Mungkin saran terburuk yang pernah ada, kata Dr Jordan B Peterson

Saya shock ketika membaca twitter dan facebook Dr Jordan B Peterson beberapa hari yang lalu :

“High carb, low fat diets: Perhaps the worst public policy advice ever. Unbelievable”

Jika Anda suka membaca jurnal ilmiah silahkan cek di link ini.

Penelitian ini diberi kode PURE, dimana melibatkan lebih dari 135.000 peserta dari 18 negara, melihat konsumsi karbohidrat meningkatkan angka kematian, dimana porsi lemak dikurangi. Hal yang menjadi panduan nutrisi yang diberikan negara dan professional nutrisi dan medis saat ini.

Sejak tahun 1930an bahwa pengurangan makanan, pembatasan kalori, dalam penelitian dapat memperpanjang umur. Hingga muncul rekomendasi diet untuk menjaga kesehatan manusia dengan mengurangi lemak, khususnya lemak jenuh sejak tahun 1970an.

Oh, ya… riset semacam ini sebenarnya sangat banyak, tapi tidak populer. Dan salah satu publikasi terbaru di bulan Oktober 2017 adalah riset ini. Silahkan kaji lebih dalam untuk mempelajarinya.

Dari studi PURE, yang terdiri dari> 135.000 individu yang direkrut dari 18 negara dari negara berbeda di seluruh dunia, telah dipublikasikan (Dehghan et al., 2017). Melakukan penelitian dengan parameter klinis, faktor sosio-ekonomi, dan kuesioner makanan dan olahraga dirinci penelitian, dan orang dengan penyakit kardiovaskular yang sudah ada sebelumnya (tapi bukan diabetes) tidak dalam riset, setelah di follow-up rata-rata 7,4 tahun, bersama-sama lebih dari 10.000 kematian atau kejadian medis, seperti stroke yang terjadi. Kemudian secara statistik berkorelasi dengan parameter saat inisiasi. Dehghan dkk. (2017)) menemukan bahwa “asupan karbohidrat berhubungan erat dengan peningkatan angka kematian.”

Sebaliknya, jenis lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda dapat mengurangi kemungkinan kematian. Sehingga penelitian menyimpulkan bahwa “Pedoman diet global harus direvisi.”

Sebagian besar karbohidrat yang dikonsumsi mengandung monosakarida D-glukosa sebagai “key building block”, yang kemudian dibawa kedarah sehingga memicu hormon insulin dari sel β pankreas. Glukosa diedarkan dan dimetabolisme dalam beberapa tipe sel dengan metode insulin yang tepat. Ibarat antara gembok dan kunci harus tepat.

Faktor, Modulator, dan Eksekusi Karbohidrat

(A) Faktor fisiologis dan lingkungan yang berhubungan dengan penggunaan karbohidrat atau glukosa.
(B) Modul terapi dari faktor individual
(C) Kondisi secara kumulatif setelah kejadian A dan B

Jika tertarik mempelajari lebih detail silahkan cek penelitian dengan judul “Dietary Carbohydrates Impair Healthspan and Promote Mortality.” yang ditulis oleh Ravichandran M, Grandl G, Ristow.

Lima Saran Diet Terburuk Yang Pernah Ada (dan masih banyak dipercaya…)

Lima Saran Diet Terburuk Yang Pernah Ada (dan masih banyak dipercaya…)

Selamat datang di era baru…

Di era informasi digital saat ini semua bisa belajar secara mandiri dengan sangat cepat.
Ketika era menulis dan membaca berubah menjadi era visual audio (video).
Bahkan untuk live langsung bisa dilakukan siapa saja.

No Border, tidak ada batas lagi waktu dan ruang.
Semua punya hak yang sama. Equal.

Sehingga kebenaran, hal penting yang dulu dirahasiakan kini terbuka.

Sama seperti saran-saran lama yang kini sudah tidak lagi relevan,
termasuk saran tentang diet dan pola makan yang sehat.

Hari ini kita akan bahas tema menarik tentang


5 saran diet terburuk yang pernah ada

wah apa aja itu ya?
Tulisan ini terinpirasi dari review eatlocalgrown.com dan diskusi dengan dr Zainal Gani.

Yuk kita mulai bahas satu per satu
Sejarah nutrisi penuh dengan omong kosong.

Orang-orang telah disarankan untuk melakukan berbagai hal aneh yang menantang akal sehat.

Beberapa hal ini tidak hanya sia-sia saja, tapi berpotensi membahayakan.

Bagian terburuk … banyak saran salah arah ini masih didorong.

Berikut adalah 5 pesaing teratas untuk saran diet terburuk dalam sejarah.

1. Hindari Kuning Telur. Benarkah ?

Apa Anda menghindari kuning telur? Atau sering melihat orang yang memisahkan dan meninggalkan kuning telur tersisa di piring mereka?

Telur adalah salah satu makanan paling bergizi di planet ini.
Telur kaya dengan protein berkualitas tinggi, lemak sehat, vitamin, mineral dan antioksidan.
Telur juga kaya kolin, nutrisi otak. Juga mengandung Lutein dan Zeaxanthin, antioksidan kuat yang sangat protektif untuk mata, menurunkan risiko berbagai penyakit mata.
Dan, pastinya telur ini terjangkau, penyajian mudah, dan rasanya enak!

2. Konsumsi Makanan Rendah Lemak ( Low Fat ) Bikin Sehat ?

Bahkan penderita diabetes pun disarankan menghindari lemak!

Penelitian Ancel Keys terkait lemak dengan kolesterol dan penyakit jantung ternyata tidak berhubungan, dan tidak relevan lagi. Di sisi lain banyak yang mengaitkan dengan kepentingan politik dan ekonomi masa lalu.

Akibat menghindari lemak, malah yang terjadi peningkatan kasus obesitas dan diabetes luar biasa, di seluruh dunia. Tapi penelitian seputar manfaat lemak ini terus berkembang, walau minim dukungan dan financial terbatas.

Sampai ada yang mengatakan, diet rendah lemak adalah kegagalan yang menyedihkan. Sehingga muncul opini miring bahwa penelitian tersebut merupakan kedok dari industri farmasi untuk membuat pasien terus ketergantungan mengkonsumsi obat hingga di klaim menjadi obat seumur hidup.

Di sisi lain, semakin terbukanya orang terhadap diet ketogenic, dimana konsumsi lemak 70-75% dan meminimalkan asupan karbohidrat (10-30 gram / hari) merubah hidup banyak pelaku-nya. Tidak hanya tubuh menjadi langsing, keluhan berbagai penyakit pun berangsur mereda.

Inilah saatnya bagi kita mulai melupakan pola diet rendah lemak, dan memohon maaf pada tubuh sendiri serta saran yang membuat kondisi kesehatan menurun dalam beberapa dekade ini.

3. Semua Kalori adalah Sama, Bukan Kualitas Sumber Makanan-nya?

Anda harus fokus pada jumlah kalori adalah salah satu kesalahan terbesar dalam sejarah nutrisi. Wow!

Mengatur jumlah kalori harian sebenarnya adalah mitos. Kalori itu penting, tetapi lebih tepat adalah mengetahui jenis makanan, waktu makan, dan cara makan yang paling sehat.

Penting untuk disadari bahwa makanan yang berbeda memiliki efek yang berbeda pada hormon dan pusat otak yang mengontrol kapan, berapa dan berapa banyak yang kita makan. Hormon insulin misalnya, ketika insulin dikeluarkan tubuh, gula darah menurun, rasa lapar itu mudah sekali muncul.

Konsumsi lemak secara signifikan mengurangi nafsu makan dan keinginan.
Kalori memiliki efek yang berbeda dari sumber makanan karbohidrat, protein atau lemak.

4. Gunakan Minyak Tak Jenuh untuk Memasak. Apa Benar?

Mungkin Anda banyak disarankan menggunakan minyak nabati seperti minyak kedelai, minyak jagung, atau minyak kanola untuk memasak dan menggoreng. Katanya kandungannya lemak tidak jenuh.

Di sisi lain disarankan menghindari minyak jenuh. Apa sebenarnya arti jenuh dan tidak jenuh?
Pada dasarnya minyak jenuh adalah minyak yang rantai karbonnya ikatannya lengkap. Sehingga lebih stabil, tidak mudah teroksidasi, dan tidak mudah rusak ketika dimasak.

Sedangkan minyak tidak jenuh, ada rantai yang putus sehingga dapat menyebabkan peradangan pada tubuh, dapat bereaksi dengan oksigen dan memulai reaksi rantai radikal bebas di membran sel, yang dapat merusak molekul penting seperti protein atau DNA.

Selain itu, yang kebanyakan orang tidak ketahui adalah cara minyak ini diproses (yang melibatkan panas tinggi dan heksana pelarut beracun), sehingga bisa menjadi lemak trans.

5. Mentega atau Margarin?

Ilmu nutrisi mainstream terutama tentang lemak dan kolesterol membuat banyak hal berubah. Dalam riset menunjukkan margarin yang populer digunakan masyarakat dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dibandingkan mentega.

Mentega pada dasarnya adalah makan tradisional, olahan dari susu, yang diproses dengan cara alami. Baca juga artikel tentang mentega dan margarin.

 

Hal hal lain yang perlu kita gali antara lain :

  • Benarkah kolesterol rendah menghindarkan kita dari serangan jantung?
  • Apakah garam harus dihindari dalam diet kita?
  • Apa pasien diabetes dianjurkan mengganti nasi dengan kentang?
  • Benarkah santan mengandung kolesterol dan harus dihindari?

Saya mau info tambahan tentang Diet Keto

100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox


Buah, Fruktosa, dan Fatty Liver

Buah, Fruktosa, dan Fatty Liver

Jika Anda pengemar buah dan sayur mungkin perlu baca dulu artikel : Apakah Buah dan Sayur Itu Dianggap Tidak Sehat Ketika Keto ?

Selama ini kita menganggap konsumsi segala jenis buah-buahan adalah sehat.
Bahkan makin banyak konsumsi buah makin sehat.
Benarkah ?

Gula dalam buah dianggap aman, dibanding glukosa, lactosa dan jenis gula lainnya.
Fructosa banyak sekali terkandung di dalam buah-buahan. Hingga akhirnya industri juga
mensintesa fruktosa menjadi gula buatan yang dikenal dengan High Fructose Corn Syrup (HFCS).

Gula buatan ini juga banyak menjadi alternatif pemanis di industri pangan karena harganya murah, bentuknya cair, tingkat kemanisan yang tinggi, dan dapat membuat makanan lebih awet.

Kasus Fatty Liver

Ada 2 kasus yang selalu menjadi acuan dalam konsumsi fruktosa berlebihan.
Yang pertama dokter di malang dengan konsumsi jeruk, dan dokter dari UI dengan konsumsi apel.
Keduanya akhirnya di deteksi fatty liver yang cukup parah setelah konsumsi fruktosa dalam jumlah yang cukup tinggi.

Pada dasarnya semua sel dalam tubuh bisa memanfaatkan semua jenis gula.
Tetapi fructosa berbeda karena hanya dapat di proses oleh liver saja.

Dengan begitu, fruktosa yang kita konsumsi, semuanya harus diolah di liver saja.
Tidak bisa digunakan oleh organ lain seperti glukosa.

Sehingga mau tidak mau, liver harus bekerja extra keras untuk mengolah fruktosa.
Seperti kita tahu, liver hanya mampu menyimpan glikogen maksimal 100 gram saja.

Sedangkan kemana kelebihan fruktosanya?
YES, diubah dalam bentuk lemak.
Bayangkan kalau kita konsumsi buah dalam jumlah cukup besar setiap hari.

Banyak orang akan komplain karena merasa butuh vitamin, mineral, dan serat. Ya, itu benar, tapi kita hanya membutuhkan dalam jumlah kecil saja kok. Hal lain yang jarang orang tahu, fruktosa tidak mempengaruhi gula darah secara ekstrim seperti glukosa, dan memiliki sifat bypass insulin, sehingga akan diubah menjadi Acetyl-CoA, yang kemudian digunakan untuk pembentukan lemak (trigeliserida) di liver. Nah ketika perlemakan di liver ini semakin membesar, maka di kenal dengan istilah fatty liver.

Tapi bukankah semua jenis gula dapat menjadi sebab fatty liver?

Ya, Benar. Liver tidak hanya mengolah fruktosa saja. Liver juga bisa mengolah glukosa. Akan tetapi, spesial untuk fruktosa hanya dapat diolah oleh liver.

Jadi Saya gak boleh makan buah gitu?

Tentu tidak. Fruktosa itu bukan hanya di buah lho. Banyak juga makanan minuman kita menggunakan HFCS. Artinya kita perlu perhatian terhadap semua jenis gula, termasuk fruktosa di buah. Apalagi jika mengkonsumsi cukup banyak (katakan sehari 3x) dan rutin setiap hari.

Buah Dan Ketogenic

Di diet ketogenic, kita disarankan untuk benar-benar memilih buah yang memiliki kadar karbo / gula rendah. Tentu takarannya pun sangat diperhatikan. Beberapa jenis buah dan perhitungan karbohidrat per 100 gram :

strawberry : 7 gram
semangka : 7 gram
alpokat : 8 gram
lemon : 9 gram
jeruk : 11 gram
aprikot : 11 gram
kiwi : 14 gram
blueberry : 15 gram
kelapa (daging) : 15 gram
ceri : 16 gram
anggur : 18 gram

Pada dasarnya diet ketogenic mengatur bagaimana asupan kalori dari karbo hanya 5% setiap hari.
Atau hitungannya kira-kira 10 gram karbo / hari dari semua jenis makanan.
So silahkan atur saja sendiri 10 gram karbo ingin Anda dapatkan dari mana saja.

Jika Anda ingin menjalankan diet ketogenic ini dengan lebih maksimal, batasi waktu makan hanya 8 jam sehari saja ( ketofastosis ). Cara ini terbukti sangat efektif menjadikan tubuh masuk ke kondisi ketosis dan mulai memaksimalkan energi dari lemak tubuh.

Nah kini udah lebih jelas?

Baca juga artikel terkait :
1. https://foodketo.com/apakah-buah-dan-sayur-itu-dianggap-tidak-sehat-ketika-keto/
2. https://foodketo.com/diet-keto-kenapa-harus-hindari-buah-terutama-untuk-terapi-diabetes-dan-menurunkan-berat-badan/

Serunya Diet Ketogenic Kalau Bareng-Bareng

Serunya Diet Ketogenic Kalau Bareng-Bareng

Kini ada trend cara makan baru yang semakin meluas lho! Bulan lalu saya ikut training di kota malang dan bogor, eh ternyata beberapa peserta memilah nasi dan ayam gorengnya. Ada yang sengaja bawwa bekal sendiri dari rumah : keju, telur, mentega, daging bakar. Untuk penutup ada alpokat dan cream cheesee.

Ini adalah diet ketogenik, atau singkatnya keto. Seru-nya tidak hanya di Indonesia lho, kejadian ini serentak terjadi di seluruh dunia. Konsumsi minuman manis kemasan volumenya sudah dilampaui oleh konsumsi air putih. Di eropa konsumsi pasta, dan berbagai produk olahan tepung juga turun sejak akhir tahun lalu.

Komunitas online nampaknya menjadi motor penting untuk diet ketogenic. Karena jika dilakukan sendiri tentu tidak mudah untuk menghadapi godaan akan karbo dan gula. Sedangkan di komunitas facebook, whatsapp, para pelaku diet keto saling sharing menu resep makanan tinggi lemak.

Tidak kalah juga foto befor after juga tersebar sebagai bentuk kepuasan menjalankan diet keto ini. Di berbagai group, member juga saling berbagi pengalaman, saling mendukung, dan menunjukkan aura positif untuk saling berbagi.

Berubah bukanlah mudah bagi semua orang. Tentu banyak faktor yang harus dilihat, akan tetapi ketogenic memang mampu mengubah karena secara dramatis mengubah metabolisme glukosa menjadi metabolisme keton.

“Ini bukan suatu kejadian semalam, tapi layak Anda coba. Ini adalah sesuatu yang benar-benar Anda butuhkan untuk merasakan secara langsng bagaimana ketogenic benar-benar bekerja secara efektif.”

Bagaimana sih metabolisme lemak atau ketosis itu?

Pada dasarnya Diet ketogenik akan membuat tubuh Anda ke kondisi ketosis, sehingga mampu membakar lemak untuk bahan bakar.

“Tubuh kita selama ini terlalu banyak menggunakan glukosa atau gula sebagai energi, untuk otot kita, otak kita. Seakan-akan tidak bisa digantikan. Dalam ketogenic, akan mengkondisikan tubuh dalam keadaan “lapar” tanpa karbohidrat dan gula, sehingga hati kita bisa menggunakan lemak dan beberapa protein, dan mulai menggunakannya sebagai energi. Pada dasarnya adalah bagaimana mulai menggunakan cadangan energi dalam dari lemak tubuh.”

Ketosis bisa terjadi setelah dua atau tiga minggu, namun tidak semua orang mampu melewati masa adaptasi atau peralihan dengan nyaman. Mungkin Anda akan merasa lemah, letih, tidak bernergi. Tapi itu dapat Anda peringan dengan konsumsi virgin coconut oil atau minyak kelapa murni seperti vico bagoes.

Pada awal kadang-kadang juga akan muncul “flu keto”, dimana tubuh Anda akan beradaptasi dengan kondisi tanpa gula.

Diet ketogenik mengatur asupan harian dengan komposisi kalori : 70 sampai 80 persen berasal dari lemak; 15 sampai 30 persen berasal dari protein; Dan 5 persen atau kurang dari karbohidrat, termasuk sayuran dan buah.

5 persen karbohidrat berarti hanya sekitar 10 – 30 gram karbohidrat.

Saat ini kita konsumsi begitu banyak karbohidrat. Rata-rata orang mengkonsumsi 50 sampai 100 gram karbohidrat dalam satu makanan. Sedangkan di ketogenic sangat dibatasi. Seberapa banyak? katakan 30 gram, maka 1/2 apel itu sudah lebih dari cukup untuk asupan karbonya!

Orang yang mengikuti diet ketogenik banyak menggunakan vco, atau minyak kelapa murni dan mentega dalam memasaknya, bersama dengan minyak zaitun dan minyak alpukat, untuk minyak kanola, minyak sayur atau biji matahari sebaiknya dihindari.

Resep makanan ketogenic meliputi alpukat, telur, almond atau tepung kelapa, keju, daging sapi, ayam dan ikan.

Buah pun sangat minim, beberapa jenis rendah karbo seperti jenis berry masih bisa digunakan. Tidak ada konsumsi gula, jika masih pemula bisa dibantu dengan pemanis non kalori (tapi tetap dibatasi lho yaaa…)

Untuk orang-orang yang sudah beradaptasi dengan keton, berat badan sudah ideal, bisa menambahkan porsi karbohidrat hingga 50 gram sehari. Selalu jaga, karena ketika asupan karbo harian lebih dari 100 gram otomatis tubuh akan kembali ke metabolisme glukosa.

Kini juga makin marak berbagai bisnis yang ramah keto. Mulai dari menyediakan bahan makanan, kedai kopi, resto, makanan siap saji, sampai katering. Seru!

Jika Anda punya usaha seputar keto juga, silahkan kontak via komentar atau fb annasahmad : https://www.facebook.com/annasahmad.coconutlover

Oh ya, silahkan gabung juga dengan group facebook : https://www.facebook.com/groups/KetogenicIndonesia/ untuk saling berbagi disana….

Jika Anda mau berbagi pengalaman diet ketogenic silahkan klik disini.

Open chat
1
Halo kak, silahkan chat...
Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download