Benarkah Menghindari Lemak Bisa Membuat Anda Kurus?

Benarkah Menghindari Lemak Bisa Membuat Anda Kurus?

Jika Anda konsultasi dengan ahli nutrisi, dokter, atau tenaga medis professional tentang berat Anda yang berlebihan umumnya mereka pasti :

1. disuruh perbanyak makan buah dan sayur
2. disuruh olah raga
3. disuruh menghindari makan makanan berlemak

Apakah Seperti Itu?

Jika ada yang tidak menyarankan seperti di atas, mohon ingatkan saya yaaaa….

Selama ini kita banyak dibombardir dengan informasi makanan sehat itu sayur, buah, dan makanan rendah lemak. Tetapi pasti banyak dari Anda gagal untuk menurunkan berat badan Anda yang berlebihan karena obesitas. Karena rasa lapar itu muncul dan tidak terkendali. Mudah lapar, tidak hanya lapar perut, tapi juga lapar mata…

Anda menjadi lebih mudah frustasi karena banyaknya makanan cepat saji yang menggoda. Mungkin beberapa kali Anda berhasil menghindari makanan kaya karbohidrat dan gula, tapi Anda merasa lemas dan pusing. Pada dasarnya sistem pencernaan mengubah karbohidrat menjadi gula darah sebagai energi untuk sel-sel Anda, jaringan, dan organ. Kelebihan gula disimpan dalam sel-sel hati, otot, dan lemak.

Setiap kali Anda makan, seringkali melebihi kapasitas penyimpanan gula dalam hati. Sehingga kelebihan gula diubah oleh hati menjadi asam lemak. Lemak ini akan disimpan di sel adiposa lemak termasuk perut, pinggul, pantat, dan payudara.

Kenapa menghindari lemak TIDAK akan membuat Anda kurus? karena karbohidrat juga akan diubah menjadi lemak tubuh, bahkan lebih cepat karena insulin adalah hormon aktif yang membantu pembentukan lemak tubuh. Berbeda dengan konsep rendah karbo, yang membuat kadar gula darah pada tingkat yang stabil dan rendah. Dengan rendahnya tingkat gula darah, insulin diproduksi dalam jumlah minimal dan sebagai hasilnya lebih sedikit lemak disimpan dalam tubuh.

Karbohidrat atau Lemak ?

Karbohidrat merupakan tangki penyimpanan di dalam tubuh yang terbatas, sehingga ketika kita mencerna karbohidrat & menyerap gula, tubuh akan dipaksa untuk memprioritaskan membakar gula yang sekaligus mengunci akses ke penggunaan lemak. Ini dikenal dengan “fat storage mode”. Efek sampingnya adalah mengantuk dan malas bergerak.

Semua karbohidrat yang kita makan dari nasi, mie, roti, tepung, buah manis dan berbagai gula akan diubah menjadi glukosa dalam darah. Glukosa yang dihasilkan dari karbohidrat adalah puluhan kali lipat dibandingkan dengan gula dalam darah yang hanya menyerap 1-2 sendok makan dalam 5-6 liter darah. Peningkatan gula darah berbahaya, karena tubuh akan mengerahkan hormon insulin untuk menurunkannya dan mencegah pembakaran lemak.

Lemak dapat menghasilkan kalori yang lebih besar dari karbohidrat, kapasitas tangkinya puluhan kali atau bahkan ratusan kali lipat lebih banyak (terutama pada orang over weight atau obesitas). Ketika tubuh berjalan pada “fat burning mode” akan menggunakan energi dai lemak yang tersimpan lebih banyak.

Dalam kondisi fat burning mode tubuh akan menggunakan lemak sebagai bahan bakar bukan karbohidrat, dan jika Anda kelebihan berat badan, maka Anda akan mulai kehilangan lemak tubuh. Asyik kan…

Terlepas dari penurunan berat badan, Anda bisa mengalami banyak manfaat kesehatan lho, seperti diabetes lebih terkendali tanpa obat, pencernaan Anda akan lebih baik, Anda merasa lebih bahagia, lebih berenergi.

Mendengarkan tubuh Anda dan memilih makanan asli (real food) adalah kuncinya.

Batasi karbohidrat dan memastikan asupan yang seimbang dari lemak sehat, protein & serat.

Ingat, dengan setiap adaptasi kecil dalam gaya hidup Anda, maka akan lebih mendakatkan Anda pada hidup yang lebih sehat & bahagia.

Gabung sekarang di group facebook ketogenic

Leave a Reply

Open chat
1
Halo kak, silahkan chat...