Antara Aku, Gula dan Karbo ( cheating ? )

Antara Aku, Gula dan Karbo ( cheating ? )

Pasti teman-teman sering mendengar istilah cheating dalam diet. Apalagi kalau dietnya membuat tersiksa atau emang tidak dijalani dengan sepenuh hati.

Mungkin Anda merasa tersiksa karena harus meninggalkan makanan-makanan favorit jaman dulu… kalau saya itu mie ayam yamin xixixix…. yang rasanya itu uenak banget…

Tapi anehnya, ketika menjalani diet keto ini, kita jauh lebih mudah untuk memilih tidak makan walaupun makanan-makanan itu ada dihadapan kita lho. Aneh kan….

Apa lagi kalau kita bawa selalu vico, tambah rambah, atau keju di kantong. Keinginan lapar mata itu jauh bisa terkendali dibandingkan diet yang saya lakukan sebelumnya.

Jika kita mau belajar detail tentang panduan diet keto, sebenarnya untuk orang normal kita masih diijinkan konsumsi karbohidrat harian antara 20-50 gram. Tapi ini tidak berlaku untuk yang terapi seperti diabetes ya. Untuk kasus terapi diharapkan max karbo adalah 0-10 gram per hari.

Sebenarnya kita mau tidak mau juga akan terekses gula dalam bumbu masak jika kita makan di luar, memang sebisa mungkin kita rewel sama penjual makanannya. Mas ini bumbunya pakai gula? mas tolong bikin gak usah pakai kecap, atau banyak cara lain seperti beli martabak tanpa kulit juga banyak di coba teman-teman pelaku diet keto ini. Hebat ya!

Kadang ada yang merasa ada ALARM datang ketika konsumsi karbohidrat berlebihan.

Ini sebenarnya bagus lho, karena tubuh kita memberikan peringatan (alert) lebih dini. Jangan sampai kita terserang penyakit berat baru alarm kita muncul kan…

 

Ketika tubuh sudah dalam kondisi ketosis, lalu menemukan glukosa jumlah tinggi dalam darah, maka dianggap sesuatu yang tidak biasa. Istilahnya ketosis akan menyebabkan toleransi glukosa menurun. Uniknya sensitifitas insulin di sel otot dan sel lemak sangat tinggi, sehingga saat insulin ada di didarah, maka akan cepat uptake glukosa dari darah untuk mengisi kembali glikogen diotot, dan mensintesis glycerol untuk kebutuhan glukosa untuk sel yang membutuhkan.

 

Gejala tidak nyaman terjadi karena tubuh terlambat mengeluarkan insulin untuk menetralkan gula darah yang “tiba tiba” masuk dalam jumlah besar. Nah ini yang suka diistilahkan sebagai “alarm”.

Itulah kenapa ada pola ketogenic 5:2 dimana akan melakukan karbo loading (sampai 100 gram sehari) selama 2 hari dalam seminggu. Atau konsumsi lebih banyak protein juga bisa membantu. Ini untuk memudahkan tubuh keluar dari ketosis tanpa gejala yang berarti.

 

Apa Bahaya? Tidak, karena tubuh akan kembali beradaptasi lagi dengan metabolisme glukosa. Tentu ketika tubuh dalam metabolisme glukosa, muncul insulin, metabolisme keton akan berhenti. Otomatis.

 

Tubuh kita meregenerasi sel setiap waktu. Ada sel tubuh yang mati setiap 5 jam, 40 jam, hingga 200 jam. Tubuh kita sangat aktif terus membaharui dirinya. Sehingga jika proses terapi, maka sebenarnya sel imun kita tidak akan aktif maksimal, karena tubuh akan lebih memprioritaskan untuk penyembuhan terlebih dahulu.

Selain itu pasti banyak yang bertanya :

Apakah Saya Harus Jalani Keto Seumur Hidup?

jawabannya tentu kembali lagi ke Anda. Ke diri masing-masing. Tanggung jawab kesehatan tentu tidak bisa kita alihkan ke orang lain. Bahkan dokter pun meminta kita menandatangani “kontrak” ketika kita dirawat di Rumah Sakit.

Semua adalah pilihan. Ilmu pengetahuan sudah banyak menjelaskan dan menguraikan mana yang baik, dan mana yang tidak baik untuk tubuh kita. Dan tentu selalu update dengan ilmu terbaru, termasuk ilmu tentang ketogenic ini.

 

Lalu jika ada yang mendapat keluhan diawal menjalankan keto, tentu ini adalah hal yang wajar. Kasus di awal kebanyakan disebabkan tubuh kita yang ketergantungan terhadap gula dan karbo. Gula itu daya nagihnya lebih hebat daripada heroin lho!

 

So jika selama ini kita banyak konsumsi makanan yang manis tentu akan muncul sensasi rasa lemas, emosi tidak stabil, galau, dan rasa cemas.

 

Terutama lagi untuk terapi, sebaiknya memang sangat fokus untuk menghindari berbagai jenis gula, karbohidrat dan turunan karbohidrat (tepung, dll). Apalagi seperti kasus tumor dan kanker, dimana asupan energi-nya adalah glukosa (dari gula dan karbo). Jika Anda berharap kasus tumor dan kanker bisa terbantu, tentu konsekwensinya adalah stop gula dan karbo, sehingga membuat sel tumor dan kanker itu kelaparan.

 

Okay back to topic, jika Anda memutuskan untuk konsumsi apapun jenis makanannya, resiko itu di tangan Anda

 

<center>
<h1>Saya mau info tambahan tentang diet</h1>
<form id=”m580ql” class=”sendfox-form” action=”https://sendfox.com/form/mp5opl/m580ql” method=”post” data-async=”true”><input name=”first_name” required=”” size=”30″ type=”text” placeholder=”Nama” /> <input name=”email” required=”” size=”30″ type=”email” placeholder=”Email” />
<div style=”position: absolute; left: -5000px;” aria-hidden=”true”><input tabindex=”-1″ autocomplete=”off” name=”a_password” type=”text” value=”” /></div>
<button type=”submit”> Kirimkan Saya Info Ini </button></form>
<h5>100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox</h5>
</center>

2 Comments

Leave a Reply

Open chat
1
Halo kak, silahkan chat...