5 Fakta Yang Perlu Diketahui “AntiKeto”

Beberapa waktu yang lalu di media ada yang membahas bahwa keto itu berbahaya, lalu dilarang dilakukan jangka panjang. Lalu ada yang curhat abis diomelin professor gara-gara menjalankan diet ketogenic…

Atau mungkin Anda pernah berdebat dengan dokter, professional medis, ataupun ahli nutrisi terkait diet ketogenic yang Anda sedang coba. Mereka menganggap pola makan ketogenic tidak sesuai dengan filosofi atau yang pernah mereka pelajari.

Kemudian mereka menyarankan diet yang terbaik adalah diet seimbang (tapi agak kabur seimbang ini seperti apa). Lalu mengklaim bahwa ketogenic adalah diet yang extrim, tidak ada dasarnya, tidak ada risetnya, tidak ada penelitian jangka panjang-nya, dan sebagainya….

Lalu bagaimana menghadapi “AntiKeto”?

Secara umum, orang yang suka berdebat akan menghilangkan keberkahan pada ilmunya. Karena orang yang menjatuhkan diri dalam perdebatan tujuannya hanya ingin dirinya menang. Itulah sebab, hilangnya berkah ilmu pada dirinya.

Sebaiknya dengarkan saja. Tanyakan seharusnya bagaimana?

Anda tidak perlu memaksakan orang lain menjalankan ketogenic ini. Anda tidak perlu orang lain mendengarkan penjelasan Anda, karena kemungkinan besar tidak juga akan diterima.

Lalu katakan terima kasih atas saran dan masukannya.

Adapun orang yang menginginkan kebenaran, maka kebenaran itu akan mudah diterima, tidak perlu dengan debat yang keras. Karena kebenaran itu begitu jelas dan terang benderang.

Mari kita bahas 5 fakta penting tentang Diet Ketogenic :

#1. Diet Ketogenic membuat tubuh Ketosis. Bukan Ketoacidosis

Banyak orang, bahkan ahli, yang tidak memahami perbedaan antara “ketosis” dan “ketoacidosis” (kondisi bahaya pada penderita diabetes).

Ketika tubuh mengasup karbohidrat sangat rendah, maka akan mulai menggunakan lemak tubuh sebagai energi. Sumber energi dari lemak itulah yang dikenal dengan keton. Keton adalah molekul yang dapat digunakan oleh tubuh hingga otak jika tidak tersedia glukosa. Ini sangat alami.

Sedangkan ketoacidosis terjadi terutama pada diabetes tipe 1 dimana tidak ada hormon insulin yang mengolah glukosa (gula darah sangat tinggi), kemudian tubuh mengolah keton dalam jumlah sangat besar juga.

#2. Diet Ketogenic Itu Membuat Kurang Gizi?

Selama ini kita diajarkan melalui piramida makanan tentang pentingnya banyak makan karbohidrat. Kita juga disarakan menghindari lemak.

Faktanya : Tidak ada karbohidrat essensial. Sebaliknya ada protein essensial dan lemak essensial.

Coba buka lagi referensi nutrisi. Tentang makronutrisi dan mikronutrisi. Dalam ketogenic mengatur makronutrisi dengan asupan sumber kalori 70-75% dari lemak, 20% dari protein dan 5% dari karbohidrat. Anda bisa makan telur, daging, ikan dan kelapa, yang sangat bergizi dan kaya akan vitamin dan mineral juga.

Jika Anda ingin mendapatkan hasil maksimal, tentu hindari semua makanan dengan karbohidrat tinggi, termasuk gula. Tubuh kita cukup mendapatkan karbohidrat dari sayur, santan, sedikit kacang / biji, kelapa, dan buah rendah karbo (alpukat, berry-berry-an).

Apakah ada tanda-tanda pelaku diet keto berat badannya dibawah BMI?

#3. Diet Keto Hanya Membuang Air Dalam Tubuh

Mekanisme diet polanya memang seperti itu. Di awal tubuh akan banyak membuang air, karena asupan karbo yang rendah. Glikogen (cadangan glukosa) dalam otot dan hati juga digunakan.

Setelah masa itu berlalu, gula darah dan insulin rendah, mulailah tubuh mengakses cadangan lemak tubuh Anda. Anda bisa mulai merasakan ukuran baju dan celana yang semakin longgar. Bisa juga Anda ukur dengan alat yang lebih canggih.

Inilah masa dimana tubuh Anda sudah bekerja dalam metabolisme ketosis atau menjadi pembakar lemak.

#4. Mitos Kolesterol dan Lemak Jenuh

Banyak manusia modern terjangkit “penyakit buatan” yaitu kolesterol. Ketika kita konsumsi daging, telur, minyak dianggap akan
menyebabkan segala macam masalah, meningkatkan kolesterol LDL dan risiko penyakit jantung dan yang lainnya.

Perlu Anda ketahui, kolesterol dan lemak jenuh tidak buruk untuk Anda. Ini adalah mitos yang banyak digaungkan industri farmasi sejak tahun 1920-an, dengan membuat banyak studi “palsu”.

Lemak jenuh artinya memiliki rantai karbon yang lengkap, sehingga stabil dan tidak mudah teroksidasi. Bahkan lemak jenuh dari minyak kelapa dan vco memiliki rantai menengah yang susunan lemaknya mirip dengan air susu ibu dan cepat diubah menjadi bahan bakar tubuh.

Silahkan luangkan waktu untuk mencari riset terbaru tentang pola diet ketogenic di internet. Semoga kedepan semakin banyak penelitian dan publikasi terbaru tentang pola makan tinggi lemak. Saya sendiri terus mengkoleksi buku-buku terbaru seputar ketogenic ini.

#5. Tidak Ada Bukti Diet Ketogenic Berbahaya Untuk Jangka Panjang

Selama ini kita ditakutkan bahaya diet keto, lalu hanya boleh dilakukan dalam waktu 6 bulan saja. Kenyataannya saat ini sudah banyak sekali orang yang menjalankan diet keto 1 tahun, 2 tahun, bahkan lebih dari 3 tahun lamanya.

Bahkan yang lebih menakjubkan lagi, gangguan kesehatan yang selama ini muncul, secara berangsur hilang. Bahkan yang selama ini harus konsumsi obat obatan kini bisa hidup dengan normal. Gula darah membaik, tekanan darah normal, trigeliserida darah normal, berat badan dan lingkar perut pun normal. Cek tentang sindrom metabolisme disini.

Jadi, sama sekali tidak ada alasan untuk percaya bahwa diet ini menyebabkan masalah di masa depan.

Nah, sekarang sudah semakin jelas dan nyata ya…. Pastikan Anda sudah membaca buku “Ketogenic : Gaya Hidup Revolusioner” yang membantu Anda menjalankan diet ketogenic ini dengan sederhana dan mudah.

Sehingga tidak perlu terlalu pusing dengan pendapat dan komentar “Anti Keto”.
Buktikan saja dengan diri Anda sendiri.
Disiplin dan komitment tinggi.

Ya, Kirimkan saya panduan untuk mulai Diet Keto




 

100% privacy. Kami benci spam.
Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *