Sharing dan Belajar Bareng Hidup Sehat Bahagia

Diet Ketogenik untuk pemula : Ketofastosis, Keto 5:2, atau ….

Diet Ketogenik untuk pemula : Ketofastosis, Keto 5:2, atau ….

Jika Anda mengamati trend diet di 2016 hingga tahun 2017, pola makan dengan rendah karbo menjadi gaya hidup baru terutama di Amerika dan Eropa.

Mungkin Anda pernah dengar juga jenis diet Atkins, diet Dukan, ataupun diet ketogenic. Ketiganya secara umum memiliki prinsip yang sama. Walau akhirnya diet ketogenik lebih di kenal di Indonesia.

Diet ketogenik adalah tinggi lemak, protein sedang, diet rendah karbohidrat, dengan target 75 persen dari kalori harian berasal dari lemak, 5 sampai 10 persen dari karbohidrat, dan sisanya dari protein. Umumnya membatasi karbohidrat maksimal 50 gram. Diet ketogenik targetnya membuat kondisi badan menjadi ketosis, sebagai pembakar lemak sebagai energi.

Banyak yang mengganggap ketogenic cenderung lebih ketat dalam pola makan, dibanding low carb lain. Hal ini mungkin dipicu ada beberapa pola yang menyarankan 100% hewani seperti di sharingkan om reza di metode diet pantangdiet.com. Mungkin Anda yang penggemar sayur, buah, umbi, kacang-kacangan merasa shock!

Bagi pelaku diet untuk menurunkan berat badan lebih termotivasi karena awal diet ini dijalankan pasti penurunan berat badan akan signifikan. Karbohidrat akan banyak menggunakan air dalam metabolisme, sehingga ketika menghentikan pasukan karbo, tentu kadar air dalam tubuh berkurang. Ini mengakibatkan berat badan akan turun drastis.

Bagi beberapa orang yang terbiasa menggunakan glukosa sebagai sumber energi tentu akan mengalami adaptasi yang menantang. Merasa kelaparan, kelelahan, atau kadang sampai emosi. Beberapa orang sanggup menghadapi “masa kritis” dengan baik dan mendapatkan hasil yang luar biasa, terutama berat badan turus ketika tubuh dalam kondisi ketosis dan kadar ghrelin, hormon rasa lapar ikut menurun.

Tahapan diet ketogenic

Ada beberapa referensi tahapan atau fase yang dapat Anda lakukan ketika menjalani diet ketogenik ini. Karena prinsipnya sebenarnya Anda tidak perlu menghitung kalori harian, tapi cukup fokus pada jumlah karbohidrat harian saja.

Dalam tahap awal atau fase awal idealnya hanya mengkonsumsi 20 gram karbohidrat saja. Fase ini bisa dijalani hingga 1-2 minggu.

Tahap lanjutan, ketika ketosis sudah tercapai, sudah bisa bertahan dalam kadar gula darah rendah, kita bisa meningkatkan kadar karbohidrat sampai 50 gram. Parameter lain biasanya melihat sudah tidak ada lonjakan gula darah ketika konsumsi karbohidrat dalam jumlah rendah, sayuran, dan serat. Disini biasanya berat badan sudah mulai turun signifikan. Hal ini juga pengaruh dari efek diuretik serta proses mencerna lemak dan protein yang lebih lama, sehingga tetap merasa kenyang.

Tahap ini juga dikenal konsolidasi ini bisa diperpanjang sesuai dengan kebutuhan target penurunan berat badan Anda sampai ke titik ideal.

Berikutnya adalah tahap menjaga ketika berat badan sudah ideal, gula darah stabil, dalam tahap maintenance, dimana kita berusaha menjaga performance. Di tahap ini bisa dikonsumi seperti buah-buahan (rendah karbo seperti alpukat, berry, kelapa), sayuran, dan biji-bijian walau tetap dalam konsumsi terbatas (idealnya tidak lebih dari 50 gram per hari). Menjalani diet keto idealnya tetap mengutamakan real food, dibandingkan dengan produk makanan olahan (sosis, tepung rendah karbo, minuman protein (shake), dll)

Kadang pelaku merasa menu diet keto nya membosankan, sehingga banyak yang cheating, akibatnya asupan karbo tetap tinggi ditambah lemak tinggi akhirnya kelebihan asupan kalori juga. Pelajari juga efek samping dari diet keto ini : http://foodketo.com/efek-detoks-healing-crisis-hc-efek-samping-dari-diet-ketogenic/

Dalam diet ketogenic ini ada juga yang mengkombinasikan antara APA yang dimakan dengan WAKTU makan.

Ketogenik Fastosis ( ketofastosis )
adalah mengatur waktu makan harian dengan pola intermittent fasting, atau mirip dengan pola OCD. Makan terakhir jam 8 malam, pagi tidak sarapan (hanya air putih, kopi, teh dan vicobagoes), dan mulai makan jam 12 siang. Menu makan tetap mengacu pada menu keto (sumber kalori : 75% lemak, 20% protein, dan 5% karbo).

Program ini sangat cocok terutama bagi yang obesitas dan tujuan terapi.

Ketogenic 5:2
Mengatur hari makan dalam seminggu. Jadi polanya memilih 2 hari dalam seminggu untuk membatasi asupan makanan maksimal 500 kcal atau sekitar 1,5 porsi makan. Misal kita memilih hari senin dan kamis untuk makan 1 kali saja. Atau sekalian saja digabungkan dengan puasa sunnah. 5 hari yang lain makan bebas, tapi tetap menu keto juga (sumber kalori : 75% lemak, 20% protein, dan 5% karbo).

Program ini cocok untuk pemula diet keto, atau yang sudah memiliki berat badan ideal dan kondisi sehat.

Pilih model diet ketogenic Anda
Hal paling mendasar sebelum menjalankan diet apapun adalah mengenali TUJUAN dari diet yang akan Anda lakukan. Lalu pilih mana yang menurut Anda lebih cocok. Jika Anda merasa tidak nyaman, kemungkinan akan terjadi diet yoyo. Turun, lalu naik lagi. Atau Anda bisa mulai dulu dari langkah paling ringan misal dengan mengurangi makan nasi, mie, dan roti, lalu mulai menambah porsi lemak di makanan Anda.

Have fun dan join group di : Ketogenic Indonesia

Pastikan Anda juga sudah membaca “Panduan Diet Ketogenic”
Dapatkan dengan DOWNLOAD GRATIS.

semoga bermanfaat dan sehat selalu.



8 thoughts on “Diet Ketogenik untuk pemula : Ketofastosis, Keto 5:2, atau ….”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download
Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download