3 Jenis System Metabolisme Energi Manusia

3 Jenis System Metabolisme Energi Manusia

Ini adalah salah satu ilmu penting yang saya dapatkan di program “sport nutrition advisor” bulan Juli 2018. Sahabat semua, saya pribadi selalu menginvestasikan diri untuk leher keatas. Mengeluarkan biasa jutaan untuk buku, puluhan juta untuk training itu lama-kelamaan adalah biasa.

So please, jangan lagi bicara ilmu itu mahal atau murah. Karena ketika Anda bersedia “Berkorban” lebih banyak, baik dari sisi waktu, tenaga, pikiran, sampai materi, insyaallah ilmu itu akan makin bermanfaat dan barokah. Hargai ilmu, hargai guru agar ilmu itu dapat membantu hidup kita lebih baik.

catat : pesan bunda kepada Malik bin Anas “Nak, camkan pesan ibu, pelajarilah olehmu adab sebelum kau pelajari ilmunya.”

sebelum melanjutkan, tulisan ini tidak akan membahas proses biokimia, tapi akan lebih melihat dari sisi kepraktisan untuk dapat diaplikasikan sehari-hari yaaa…. Anda silahkan mempelajari lagi dari diktat, materi, bahkan kalau perlu ikut kuliah lagi jika ingin mempelajarinya lebih dalam.

Dalam kontek penurunan berat badan, dalam hal ini weight loss maupun fat loss, kita perlu sedikit mengenal tentang sistem energi yang dimiliki manusia. Pada dasarnya manusia yang hidup membutuhkan energi yang dikenal dengan satuan Adenosine triphosphate (ATP). ATP adalah bentuk akhir dari energi yang digunakan untuk semua fungsi seluler. Cara kami memproduksi ATP ini ada beberapa jalur yang berbeda :

1. Phosphagen:
Sistem energi ini adalam proses metabolisme yang menghasilkan ATP paling cepat. Sifatnya anaerobic. Ini akan menjadi bahan bakar aktivitas yang terjadi sangat eksplosif dalam 1-30 detik. Sistem ini tidak membutuhkan karbohidrat, lemak, atau oksigen sistem energi ini bekerja. Pasokan ATP dan Creatine Phospate di otot-otot rendah, sehingga ketersediaan energi sistem ini sangat terbatas.

ATP membutuhkan Creatine Phospate untuk menyusun kembali dirinya setelah dipecah untuk energi. Apabila aktifitas fisik masih terus berlanjut, dan persediaan energi dari phospagen sudah tidak lagi mencukupi, maka energi akan mulai diproses dari penguraian glikogen dan glukosa darah melalui proses glikolisis.

2. Glikolisis:
Sistem energi ini pada dasarnya menggunalan glukosa. Penggunaannya untuk aktivitas intens mulai dari 30 detik hingga 3 menit. Glikolisis juga bersifat anaerob (tidak memerlukan kehadiran oksigen), dengan memanfaatkan glukosa dalam darah, dan mengubah glikogen otot yang tersimpan menjadi glukosa juga. Tetapi jika Anda tidak memiliki glukosa atau glikogen yang cukup untuk menyuplai sumber ini, maka tubuh Anda akan menghasilkan glukosa melalui proses glukoneogenesis (dari bahan protein maupun lemak).

3. Aerobik / Oxidative System:
Sistem ini membutuhkan oksigen untuk mengubah makronutrisi melalui siklus krebs menjadi energi yang dapat digunakan untuk aktivitas dengan intensitas yang lebih rendah, dalam jangka waktu yang lebih lama. Proses mensintesis ATP paling lambat menggunakan sistem energi ini, tetapi memberikan jumlah energi yang terbesar. Sistem energi ini yang paling cocok untuk olahraga durasi yang lebih lama seperti marathon, maupun sepeda jarah jauh. Dalam metabolisme ini, Anda dapat langsung menggunakan cadangan lemak untuk bahan bakar.

Nah kini makin jelas ya. Pola diet ketogenic ini kenapa akhirnya bisa efektif bekerja terutama untuk Anda yang berharap terjadinya penurunan berat badan sampai program fatloss.

Kemudian untuk Anda yang senang berolahraga dengan intensitas tinggi dan waktu pendek seperti lari sprint, angkat berat, apakah ketogenic ini memungkinkan untuk mengcover sumber energi tersebut? Hmmm… pertanyaan menarik. Pada dasarnya tubuh kita akan secara terus menerus menggunakan sumber energi diatas kok. Bisa jadi intensitasnya saja yang berbeda beda.

“Kalau pakai lemak jadi sulit untuk mendapatkan energi dong?”
“atau kalau pakai lemak butuh waktu lama untuk bisa mencapai high performance dong?”

Jawabannya tergantung lemak yang mana. Ketika kita sudah mendalami klasifikasi lemak yang mendalam, kita akan tahu bahwa lemak rantai menengah sangat cepat diubah menjadi energi. Apa itu lemak rantai menengah? atau medium chain fatty acid adalah kandungan utama lemak dalam virgin coconut oil. So memang di dunia nutrisi masih fokus melihat sumber energi yang cepat berasal dari glukosa, tapi lemak-pun ada loh…

so silahkan baca buku keren : Ketogenic – Gaya Hidup Revolusioner untuk mendapatkan penjelasan yang lengkap dengan bahasa yang mudah dipahami.

diet keto

Mba V juwita mengatakan : “Testimonialnya banyak bertebaran dari depan ke belakang, its good buat motivasi. Buku gak bertele-tele, simple, sederhana, langsung to the point. Dibaca sehari sampai habis langsung cepat mengerti. Penjelasannya rinci dan jelas banget. Jadi makin semangat.”

Ok, semoga informasi singkat ini bermanfaat untuk Anda dalam menjalani diet ketogenic hingga mencapai berat badan ideal, energi dan fokus yang lebih tinggi, serta terbebas dari segala penyakit degeneratif. amin ya robbal alamin.

Untuk mendapatkan Virgin Coconut Oil yang telah teruji di BPOM dan depkes, berkualitas standar ISO9001 dan telah tersertifikasi HALAL MUI, silahkan cek VICO BAGOES.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download
Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download