Apakah VCO obat virus corona?

Apakah VCO obat virus corona?

Beberapa minggu yang lalu ada sebuah informasi yang akhirnya viral tentang kisah Monica Sihaloho yang menceritakan kisahnya setelah sempat divonis positif virus corona dan kini telah dinyatakan sembuh total.

Benarkah hal tersebut? apakah Hoax?

beberapa pertanyaan masuk baik di facebook maupun whatsapp menanyakan hal ini…

Dalam hal ini kita harus berhati-hati menyikapi suatu pembahasan terutama dimasa pandemi seperti ini. Dalam situasi seperti ini kita tetap harus bijaksana dan terus mengedukasi pada komunitas kita dengan informasi yang benar.

Dalam ulasan tentang vco dan antivirus saya juga sudah membuat 2 tulisan yang dibuat berdasarkan jurnal dan riset ilmiah. Silahkan baca di artikel : “Cara VCO melawan Virus”

dan kalau perlu jurnal ilmuahnya silahkan cek di :

  • Baltić B, Starčević M, Đorđević J, Mrdović B, Marković R. Importance of medium chain fatty acids in animal nutrition. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 2017; 85: 012048.
  • Bartolotta S, Garcí CC, Candurra NA, Damonte EB. Effect of fatty acids on arenavirus replication: inhibition of virus production by lauric acid. Archives of Virology, 2001; 146(4): 777-790.
  • Bondi CAM, Marks JL, Wroblewski LB, et al. Human and Environmental Toxicity of Sodium Lauryl Sulfate (SLS): Evidence for Safe Use in Household Cleaning Products. Environmental Health Insights 2015:9 27–32
  • Dayrit CS. Coconut Oil in Health and Disease: Its and Monolaurin’s Potential as Cure for FOR HIV/AIDS. XXXVII Cocotech Meeting. Chennai, India. July 25, 2000.
  • De Sousa ALM, Pinheiro RR, Araújo JF, et al. Sodium dodecyl sulfate as a viral inactivator and future perspectives in the control of small ruminant lentiviruses. Arquivos do Instituto Biológico, 2019; 86. Epub Nov 28, 2019.
  • Grant A, Seregin A, Huang C, Kolokoltsova O, Brasier A, Peters C, Paessler S. Junín Virus Pathogenesis and Virus Replication. Viruses, 2012; 4: 2317-2339.
  • Hierholzer JC, Kabara JJ. In-vitro effects of monolaurin compounds on enveloped RNA and DNA viruses. Journal of Food Safety, 1982; 4(1): 1-12
  • Hilmarsson H, Traustason BS, Kristmundsdóttir T, Thormar H. Virucidal activities of medium- and long-chain fatty alcohols and lipids against respiratory syncytial virus and parainfluenza virus type 2: comparison at different pH levels. Archives of Virology 2007: 152(12):2225-36.
  • Hornung B, Amtmann E, Sauer G. Lauric acid inhibits the maturation of vesicular stomatitis virus. Journal of General Virology, 1994; 75: 353-361.

Nah, satu hal yang bersama-sama kita perlu catat tentang vco maupun virgin coconut oil, rasanya masih cukup panjang jika dikatakan sebagai obat.

Jika dapat membantu meningkatkan imunitas dan menjadi makanan sehat, saya rasa ini jauh lebih tepat.

 

Materi yang saya diberikan Professor Fabian Dayrit tahun 2017 bisa membantu kita untuk melihat begitu panjang birokrasi yang harus dilewati untuk bisa mengatakan VCO sebagai obat. Sehingga saya sendiri lebih suka menyebut VCO adalah makanan, atau maksimalnya adalah fungtional food, atau bahasa kerennya superfood saja.

 

Karena kalau obat kan hanya dikonsumsi oleh orang sakit saja. Tetapi jika kita menempatkannya sebagai makanan, tentu semua orang, bahkan orang yang sangat sehat tentunya bisa mengkonsumsinya.

Walau kalau kita mau memahami bapak kedokteran dunia mengatakan ratusan tahun yang lalu :

“Let food be thy medicine”- Hippocrates

Memang dengan berkembangnya pengetahuan, teknologi, dan birokrasi saat ini, termasuk berbagai aturan dan regulasi tentang obat, kita akan sangat sulit bisa memahami kata-kata Hippocrates diatas. Saya merasakan sendiri di dunia perjamuan Indonesia yang selalu terganjal oleh aturan-aturan yang bisa jadi memang juga di desain oleh industri farmasi. Lain kali saja kita bahas tentang hal ini.

Sehingga tentang berita Monica Sihaloho kebenaran atau tidaknya tentu perlu dikonfirmasi dan didukung oleh banyak penelitian. Tapi bagi orang-orang yang sudah merasakan manfaat dari konsumsi VCO setiap hari tentu bisa merasakannya sendiri manfaat yang didapatkan. 

Kandungan penting di VCO adalah lemak rantai pendek dan sedang seperti, Asam Kaprilat, Asam Kaprat, Asam Laurat, dan kandungan lainnya. Hampir 50% kandungan dari VCO adalah Asam Laurat.  Asam laurat yang ada dalam VCO diubah oleh tubuh kita menjadi monolaurin yang mempunyai sifat mudah dicerna dan dibakar sebagai sumber energi. Monolaurin mempunyai manfaat menghambat dan membunuh berbagai virus, bakteri, protozoa dan jamur, yaitu dengan cara melarutkan atau merusak dinding sel hingga isinya keluar, ini akan membuat kuman mati.

Jika kita baca penelitian yang sudah saya pernah bagikan sebelumnya, Asam Laurat dan Monolaurin dapat membantu tubuh melawan virus dalam tiga tahap mekanisme, yaitu:

  1. VCO menyebabkan disintegrasi amplop virus
  2. VCO dapat menghambat tahap pematangan akhir dalam siklus memperbanyak virus
  3. VCO dapat mencegah pengikatan protein virus ke membran sel inang

Penelitian Sampai Studi Klinis

Berbagai hasil penelitian dan publikasi, menyimpulkan bahwa “Minyak Kelapa (VCO) dan turunannya, telah terbukti sebagai senyawa antivirus yang aman dan efektif baik untuk manusia maupun hewan”.

 

 

Tentunya kita masih memerlukan tahapan berikutnya berupa studi klinis tentang hal diatas. Dan minggu lalu ada berita menarik dari Departemen Sains dan Teknologi (DOST) Philiphina, Fortunato dela Peña yang siap untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan studi berbasis rumah sakit dan berbasis masyarakat.

Dalam studi ini, VCO akan berfungsi sebagai suplemen untuk tambahan pengobatan harian dari pasien positif Covid-19. Program ini akan berjalan selama minimal satu bulan, atau sampai jumlah minimum pasien telah tercapai. Studi lain akan dilakukan bekerja sama dengan Otoritas Kelapa Filipina (PCA), akan menjadi penelitian untuk Covid-19 yaitu Orang Dalam Pengawasan (ODP) di fasilitas isolasi di masyarakat dan rumah sakit.

VCO akan menjadi bagian dari makanan yang disediakan untuk ODP. Suplementasi makanan dapat berjalan setidaknya selama empat minggu. Dan program ini akan di sponsori langsung oleh DOST.

Jika kita pantau sebelumnya Ateneo de Manila University, bersama doktor Fabian juga bekerjasama dengan National University of Singapore, untuk melakukan penelitian tentang apakah komponen VCO dapat digunakan sebagai agen antivirus terhadap novel coronavirus.

Mari kita semua menjaga diri, pikiran, dan hati kita dalam menghadapi musibah ini. Terus belajar dan menggali potensi yang kita miliki agar kehidupan kita bisa menjadi lebih baik.

Jadi kesimpulannya versi : “saya lebih suka menyebut VCO atau minyak kelapa adalah makanan. Sumber bahan makanan yang kaya akan nutrisi penting bagi tubuh, menjadikan tubuh pembakar lemak, metabolisme yang alami.”

.

Silahkan pelajari materi SURVIVAL GUIDE untuk menghadapi wabah corona.

Klik disini untuk DOWNLOAD

Saya Mau Info Lebih Lengkap

100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin.

Leave a Reply

Open chat
1
Halo kak, silahkan chat...