Diet Ketogenic dan Puasa

Sudah siap-siap menyambut bulan ramadhan yaaaa…

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa”, (QS Al-Baqarah 2:183)

Alhamdulillah beberapa hari kedepan kita akan menyambut datangnya salah satu ibadah yang penting bagi ummat Islam. Puasa 1 bulan penuh di bulan Ramadhan. Pada hakikatnya semua agama juga punya jenis-jenis puasa. Karena mamang secara bahasa puasa itu berarti menahan diri.

Dalam konteks diet pun kita juga akan mengenal istilah puasa atau fasting. Misalnya diet OCD. Hingga saat ini juga populer diet ketofastosis, ataupun Intermitten Fasting (IF), hingga berbagai variannya seperti Water fasting, dry fasting, dan sebagainya.

Bagaimana sebenarnya puasa itu?
Prinsipnya adalah restriksi waktu makan.
Kapan kita boleh makan dan kapan kita tidak boleh makan.

Apakah Ketogenic Diet bisa digabung dengan puasa? Bahkan dengan puasa ramadhan?
Jawaban singkatnya : BISA.

Seperti kita tahu, Ketogenic Diet adalah sebuah pola makan yang mengatur asupan makronutrisi dengan mengutamakan sumber kalori dari lemak (70-80%) dengan tujuan mencapai kondisi ketosis (menggunakan lemak sebagai sumber energi utama, termasuk dari virgin coconut oil atau VCO ). Waktu makan tentu sangat mendukung diet ketogenic ini. Terutama sebagai restriksi kalori dan proses untuk adaptasi perpindahan dari metabolisme glukosa ke metabolisme lemak.

Lalu bagaimana langkah menggabungkan Diet Ketogenic ini dengan puasa?

1. Kenali dulu jenis-jenis puasanya ya.
termasuk puasa yang bersifat ibadah, atau puasan yang bersifat diet (IF, WF, DF, EF, dan sebagainya)

2. Kenali apa tujuannya diet keto -nya. Untuk weight loss, untuk terapi, untuk level energi, untuk menjaga agar berat badan stabil, atau untuk tujuan apa? Ini sangat penting, karena program Anda untuk weight loss karena obesitas tentu bisa berbeda jika berat badan Anda sudah normal.

3. Kenali tubuh Anda. Apakah Anda termasuk kurus, ideal, preobesitas, atau obesitas? Lalu cek juga riwayat medis selama ini : gula darah, tekanan darah, keton dan parameter lainnya. Jika Anda sudah lama menjalankan diet keto, tubuh Anda sudah beradaptasi dengan lemak, maka tidak makan bukanlah hal yang berat.

4. Kenali pola makan Anda. Apakah Anda termasuk awal dalam menjalani pola ketogenic ini? Selama ini Anda konsumsi banyak sumber karbo seperti nasi, mie, bahkan gula dalam makanan dan minuman Anda? Apakah selama ini Anda selalu menghindari makanan lemak, tapi tidak peduli berapa banyak karbo yang diasup?

NOTE:
Tentu puasa yang dilakukan untuk ibadah (wajib) akan berbeda dengan puasa diet ya. Artinya kalau puasa yang bersifat ibadah, tentu harus mengikuti syarat dan rukun-rukun yang sudah di tetapkan. Misal dalam puasa ramadhan sudah jelas kapan boleh sahur (sunnah), kapan boleh berbuka, dan selama matahari terbit hingga tenggelam tidak makan dan minum.

Untuk puasa, atau untuk membedakan disebut intermittent fasting saja ya, ini memang dikembangkan oleh masing-masing pelaku dietnya. Ada yang dengan model jendela makan : 16/8 untuk puasa 16 jam dan 8 jam makan. Ada water fasting yang tidak makan selama 24 jam, tapi masih boleh minum, dan sebagainya.

Puasa sendiri banyak sekali manfaat kesehatan atau bahkan juga untuk autophagy. Bahkan di agama-pun diajarkan berpuasa agar kita sehat lho!

Apakah puasa bisa membuat kita ketosis?
Tentu saja bisa.

Disaat tubuh kita membutuhkan glukosa, dan tidak didapatkan dari makanan (karena puasa), tubuh akan mulai membongkar cadangan glukosa di liver dan di otot. Hingga suatu saat cadangan tersebut habis, dan tidak ada lagi cadangan glukosa, maka tubuh akan mulai mencari sumber energi yang lain. Disanalah tubuh mulai membongkar lemak tubuh, untuk diubah menjadi keton, dan menggantikan peran glukosa. Untuk organ tubuh yang tidak bisa menggunakan keton, akan di suplay oleh glukosa yang diperoleh dari proses glukoneogenesis dengan bahan baku protein dan gliserol (pemecahan lemak).

Nah bagaimana menjaga agar tetap ketosis saat berpuasa?
Jaga asupan ketika berbuka dengan menu dan prosentase kalori sesuai dengan diet ketogenic.
Sumber kalori diet ketogenic :
70-80% Lemak
20%-25% Protein
5% Karbohidrat

Dan usahakan jaga asupan netcarb harian sekitar 20gram / hari.

Bagaimana dengan istilah : “Berbukalah dengan yang manis?”

“Tidak ada hadits “berbukalah dengan yang manis”. Tidak tepat mendahulukan berbuka dengan makanan manis ketika tidak ada kurma. Yang sesuai sunnah Nabi adalah mendahulukan berbuka dengan air minum jika tidak ada kurma”
(cek detail https://muslimah.or.id/6195-hadits-berbukalah-dengan-yang-manis.html)

Bagaimana berbuka dengan kurma?

Pilihlah kurma muda jika ada. Hindari kurma yang sudah dimaniskan dengan gula yang banyak dipasaran. Untuk jumlahnya juga batasi cukup 1 butir saja. Ketika berbuka penting untuk segera minum untuk menghindari dehidrasi serta tambahkan garam untuk mengembalikan elektrolit yang hilang selama seharian.

Selanjutnya lanjutkan dengan ibadah sholat magrib dulu sebelum makan menu utama.

Bagaimana menu berbuka?

Prinsipnya sama seperti menu ketogenic di hari biasa. Hindari semua karbohidrat seperti nasi, mie, roti, singkong, gandum, jagung, kentang, termasuk tepung-tepungan dan tentu susu dan gula.

Fokus saja dengan konsumsi VCO (virgin coconut oil) dan lauk dari telur, ikan, daging ayam, daging sapi dan makanan lauk rendah karbo. Pengalaman saya, dengan makan lauk saja, malah membuat kita mudah kenyang lho.

Masih kurang jelas?
silahkan tinggalkan pertanyaan di komentar atau group facebook ketogenic Indonesia.

Saya sendiri juga sedang menyiapkan panduan ketogenic ramadhan yang bisa di download.
Tinggalkan juga email Anda di link ini.

Tips Trik Ketogenic Ketika BukBer Biar Gak Mati Gaya!

Tips Trik Ketogenic Ketika BukBer Biar Gak Mati Gaya!

Puasa adalah menahan diri dengan niat ibadah dari makanan, minuman serta hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Berpuasa merupakan kewajiban umat muslim yang dilaksanakan di bulan ramadhan. Dengan berpuasa kita akan mendapatkan banyak keutamaan dimana kita diajak untuk memiliki sifat sabar mengendalikan diri serta meningkatkan sifat taqwa.

Dalam puasa kita “dipaksa” mampu mengendalikan diri dengan menahan diri dari godaan makanan dan minuman serta perbuatan tercela lainnya. Hingga akhirnya datang waktu berbuka puasa yaitu saat adzan maghrib. Berbuka puasa berarti kita telah membatalkan puasa dengan makan makanan dan minuman yang halal.

Berbuka puasa adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh orang yang berpuasa. Karena diwaktu inilah berarti kita sudah dapat makan makanan dan minuman, dan sering kita memilih makanan yang istimewa dan beragam menunya. Bahkan makanan dan minuman yang disajikan terkadang tidak pernah disajikan di bulan lainnya.

Nah siapa yang biasanya kehilangan kontrol ketika berbuka?
Menjadikan berbuka sebagai ajang “balas dendam”
Semua makanan dan minuman mau di konsumsi, bahkan seringkali sangat berlebihan?
hayo ngaku…. 😀

Tapi perlu disadari, dibalik berbuka puasa maknanya tidak hanya memenuhi kebutuhan biologis lapar dan dahaga saja lho, justru makna berbuka puasa adalah rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat berbuka yang telah diberikannya setelah seharian berpuasa. Subhanallah….

Tren di Indonesia, terutama mulai minggu ke-2 ramadhan, berbuka puasa tidak hanya dilakukan di rumah bersama keluarga. Seringkali berbuka puasa dilakukan secara bersama-sama baik dengan teman sekolah, relasi kantor, sahabat, keluarga maupun dengan anak yatim. Bahasa kerennya “Bukber”.

Kegiatan ini sangat populer di kalangan masyarakat kita. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa pun melakukan acara bukber ini. Tempat pelaksanaan berbuka puasa bersamanya pun bisa dimana saja. Bisa di restoran, di rumah, di warung, di mall atau bahkan di kantor dan sekolah. Berbuka puasa bersama juga sering dijadikan ajang reuni dengan teman lama yang tidak pernah bertemu. Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk saling bertemu dan bersilaturrahmi.

“Kalau Aku Ikut (diet) Ketogenic, trus bagaimana dong?”

tentu ini menjadi pertanyaan besar buat teman-teman semua yaaaa…..
Pasti teman-teman sudah download panduan diet ketogenic kan. Kalau belum silahkan download GRATIS di : https://foodketo.com/panduan-gratis/

Panduan sederhana ketika buka puasa bersama adalah menghindari semua makanan dengan karbohidrat dan gula.
Karbohidrat itu bisa : nasi, mie, roti, singkong, kentang, tepung, dan bermacam olahannya. Buah manis, puding manis, dan semua dengan rasa manis sebaiknya di hindari.

Namun diet ketogenic ini bukan berarti lantas menghilangkan kemeriahan acara bersama kerabat lho. Anda tinggal atur menu makanan dan minuman. Kalau perlu juga persiapkan membawa bekal sendiri.

Agar tetap nyaman ketika berbuka puasa bersama, ada beberapa tips, yaitu:

1. Jangan lupa doa berbuka puasa. Dengan membaca doa buka puasa, ibadah jadi lebih berkah lho.

2. Mulai berbuka dengan air putih. Hindari minum-minuman yang manis apalagi soda. Anda bisa juga berbuka dengan teh tawar maupun kopi tawar. Konsumsi 1-2 gelas air akan banyak membantu.

3. Jika Anda membawa VCO, Anda bisa konsumsi 1-2 sendok makan. Jika Anda menginginkan kurma pilih ukuran yang paling kecil saja. Oh ya, membawa keju ukuran kecil juga bisa banyak membantu.

4. Sering kali ketika buka puasa bersama lalai sholat maghrib karena saking asyiknya ngobrol. Hayo, jangan lakukan itu lagi ya, sayang kalau puasa jadi kurang berkah. Kalau ingin ngobrol lama dengan teman-teman mending lakukan setelah kalian selesai sholat magrib berjamaah atau setelah Tarawih.

5. Ketika makan, pilih lauk saja. Hindari karbohidrat (nasi, mie, roti, tepung) dan makanan manis. Ambil telur, daging, atau ikan dengan porsi yang sesuai dengan kebutuhan. Jika ada teman bertanya, jelaskan saja sedang mengikuti program kesehatan keto dan ingin hidup lebih fit. Mohon maaf dan ijin jika tidak konsumsi suatu makanan yang mengandung karbo juga bisa diungkapkan terus terang kok. Insyaallah teman-teman ataupun keluarga akan mendukung.

6. Jika tidak ada pilihan lauk, Anda bisa mengambil sayur. Kalau bisa tambahkan santan kental.

7. Makanan dan kue manis meningkatkan nafsu makan. Banyak makanan dan minuman manis yang disediakan bisa mengganggu kesehatan, menaikkan kadar gula darah, memicu insulin, dan membuat Anda mudah mengantuk.

[sociallocker id=”1574″].
[/sociallocker]

Puasa Ramadhan adalah kesempatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Selain mempererat tali silaturahmi, bulan ini juga menjadi ajang muslim untuk berlomba-lomba menumpuk pahala. Nah semoga 7 tips diatas bisa membantu Anda untuk tetap dapat menjalani diet dan gaya hidup ketogenic tanpa harus merasa kaku dan risih. Selamat mencoba…

Dapatkan juga panduan ketogenic ramadhan di : https://foodketo.com/panduan-ramadhan/