Menikmati Liburan Sehat di Masa Pandemi

Banyak orang merasa 2020 itu sudah lewat.
Atau ingin segera dilewatkan saja…

 

Memang banyak harapan-harapan, tapi kenyataannya semua ini belum berlalu.
Tidak ada pulang kampung
Tidak ada silaturahmi keluarga besar
Tidak ada kongkow bareng temen
dan banyak lagi lainnya…

 

Di masa akhir tahun sebelumnya kita bisa liburan.
Menikmati kebersamaan bersama keluarga dan teman.
Tapi bisa jadi tahun ini berbeda.

 

Sebelumnya mungkin kita berharap semua sudah berubah di akhir tahun. Cuti pun ikhlas dipindah. Tapi ketika sudah di depan mata kita harus menghadapi hal yang berbeda. Kita sadar bahwa keluarga sangat penting, tetapi kini kita harus melakukan dengan cara yang berbeda. Mungkin hanya berkabar dari jauh saja.

 

Lalu bagaimana agar kita tetap bisa merasakan LIBURAN TAHUN INI?

Yuk kita gali alternatif apa yang tetap bisa kita lakukan :

Liburan Seru Di Rumah

Memang cara paling sederhana yang menurunkan resiko adalah membatasi interaksi fisik kita. Fokuslah dengan keluarga inti atau lingkungan kecil. Bagaimanapun juga kita tidak tahu siapa yang memiliki resiko tinggi atas serangan virus c0r0na / sarsc0v ini.

 

Jika memang harus mengadakan pertemuan secara langsung, hal apa aja yang perlu dipertimbangkan :

  • Batasi tamu seminimal mungkin
  • Minta ijin kepada tamu, tanyakan kondisi kesehatannya
  • Atur tempat duduk agar tetap nyaman
  • Gunakan peratan makan sekali makan
  • Sajian porsi bisa jadi membuat tamu lebih nyaman
  • Siapkan tempat cuci tangan dengan sabun atau sanitizer
  • Bisa sediakan masker jika ada yang lupa bawa
  • Usahakan gunakan ruangan dengan sirkulasi udara yang baik

 

Perhatian :
Jika di rumah ada anggota keluarga yang memiliki resiko tinggi, mungkin lebih bijak utnuk melakukan secara virtual. Bisa melalui whatsapp, facebook, zoom, googlemet sehingga kita tetap bisa saling berkabar dan bertatap muka. Bagaimanapun juga interaksi secara audio dan visual kita tetap perlukan untuk menjalin hubungan.

 

Kalau pengen liburan keluar rumah bagaimana?

Tentu kita tetap bisa liburan keluar rumah, istilah kerennya staycation.
Biasanya ini dilakukan ke lokasi yang tidak terlalu jauh dari rumah. Sekarang orang memilih berpergian dengan kendaraan pribadi. Memang untuk transportasi umum seperti pesawat, bis, ataupun kereta memerlukan beberapa dokumen dan bisa jadi resiko lebih tinggi.

 

Pelajari juga tempat tujuan kita, karena banyak tempat wisata ataupun hotel juga belum beroperasi secara normal.

 

Jika mengunjungi keluarga, coba bicara dan minta ijin jika mau mampir. Tidak semua orang merasa nyaman untuk di kunjungi. Kita juga harus terbiasa dengan penolakan dan kita tetap bisa menjalin silaturahmi dengan cara yang lain kan.

Ketika memilih lokasi wisata ataupun mengunjungi mall, coba lihat apakah situasinya padat atau lenggang. Selain itu situasi di luar ruangan juga secara signifikan mengurangi kemungkinan penyebaran virus.

Tentu dalam situasi seperti ini kehati-hatian sangat penting. Ya, semakin banyak orang orang tercinta yang menjadi korban. Kita harus bisa tetap menjaga diri kita dan keluarga kita saat ini. Pemerintah juga menyadarkan dengan berbagai gerakan misalnya 3M, 4M, 5M, maupun program lain-nya sebagai panduan untuk melindungi kita.

 

Perhatikan Pola Makan dan Gaya Hidup

Selain menjaga dengan cuci tangan, pakai masker, dan sebagainya, kita perlu juga menjaga imunitas tubuh kita dengan baik. Dalam beberapa artikel sebelumnya sudah pernah dibahas tentang hal ini : https://foodketo.com/kena-flu-coba-diet-keto-ini-meningkatkan-sistem-kekebalan-tubuh-kamu/ .

Beberapa kondisi orang tertentu beresiko tinggi akan serangan virus ini, misalnya diabetes dan memiliki masalah pernafasan.

Cobalah pola makan rendah karbo dan tinggi lemak untuk bisa meningkatkan imunitas tubuh kita. Tambahkan juga suplemen yang dibutuhkan agar tubuh kita makin fit. Pelajari juga pola ketogenic di buku Ketogenic GaHiRe serta asup Vico Bagoes yang kaya akan kandungan asam laurat yang bisa membantu imunitas tubuh kita.

Di Philipines juga dilakukan riset bagaimana penambahan suplementasi VCO bisa membantu pasien c0vid untuk recovery lebih cepat. Nanti kita bahas di artikel lainnya yaaaa…

 

Selamat liburan dan stay safe!

Trump, C0vld-I9, dan Keto

Akhir pekan kemaren kita dikejutkan berita yang cukup heboh : “Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan istrinya, Melania Trump positif virus corona Covid-19”

Berita ini langsung disampaikan Trump (74 tahun) melalui akun twitter dan banyak sekali yang mengomentari-nya. Beliau sempat dikarantina di Gedung Putih, lalu kemudian dibawa ke rumah sakit militer.

 

Dari beberapa informasi beliau sempat demam tinggi dan kadar oksigennya turun dengan cepat.

 

Ini yang perlu diwaspadai terutama pada penderita komorbid dan sudah berusia diatas 70 tahun. Sehingga cobalah sesekali mengukur kadar oksigen terutama jika kondisi tubuh tidak fit ya…

 

Kita sendiri sudah membahas beberapa kali tentang bagaimana kita bisa membantu diri kita agar bisa terhindar dari virus, ataupun bagaimana tubuh kita bisa memiliki perlindungan terhadap virus.

 

Kabar terbaru dari US ada beberapa penelitian bersama oleh Yale School of Medicine, New York University Langone Health dan Washington University School of Medicine, dimana mereka mencoba mengaplikasikan pola makan ketogenic (tinggi lemak dan rendah karbo) untuk pasien covld-I9 maupun yang belum terinveksi virus untuk mempelajari fungsi imun dan mengurangi inflamasi.

Dari penelitian tersebut, diet ketogenik meningkatkan beta-hidroksibutirat, memperluas sel-T sebagai pelindung jaringan, menonaktifkan inflamasi dan mengurangi monosit patogen di paru-paru. Hal tersebut sangat bermanfaat bagi pasien COVID-19 terutama yang berusia 65 tahun (karena menurunnya imun tubuh pada sel B dan aktivasi sel T dan inflamasi sistemik yang diinduksi inflammasome).

Silahkan akses penelitian aslinya di : https://www.biorxiv.org/content/10.1101/2020.09.11.294363v1

 

Tentu sahabat semua sudah mulai mempelajari pola ketogenic yang bisa di pelajari di Kartu Flashcard Edukasi maupun Buku Ketogenic Gahire.

 

Kita akan memahami ketogenesis adalah proses pengubahan lemak menjadi keton. Ada 3 jenis keton, salah satunya adalah beta-hidroksibutirat rantai pendek, yang kemudian digunakan sebagai sumber energi dalam kondisi gula darah yang rendah.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa beta-hidroksibutirat dapat menghambat aktivasi inflamasi dan melindungi terhadap influenza. Para mengamati bahwa peningkatan kadar beta-hidroksibutirat yang di induksi diet ketogenik mencegah pembentukan inflamasi, yang kemudian mampu mencegah aktivasi inflamasi dan pengurangan inflamasi.

Dari riset awal tersebut peneliti mengamati : “Our findings assumes strong clinical significance as recent studies, demonstrate that γδ T cells were severely depleted in COVID-19 patients in two highly variable cohorts and disease progression was correlated with near ablation of Vγ9Vδ2 cells that are dominant subtype of circulating γδ T cells (Laing et al., 2020). Taken together these data demonstrate that a ketogenic immunometabolic switch protects against mCoV-A59 driven COVID in mice and this anti-inflammatory response in lung is coupled with reduction of inflammasome activation, restoration of protective ϒδ T cells and remodeling of the pool of the inflammatory monocytes”.

 

Tentunya ini adalah sebagai bagian dari ikhtiar kita untuk tetap menjaga diri ataupun untuk mengobati diri kita masing-masing. Sedangkan apapun hasilnya adalah mutlak kehendak Allah SWT. Semoga kita semua selalu ditunjukkan jalan yang benar, dan dilindungi oleh Allah SWT. Amin ya robbal alamin.

[su_note note_color=”#ffcc01″]

Saya mau belajar tentang keto…


100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox


[/su_note]