PPKM : Pelan Pelan Kamu Melebar

PPKM : Pelan Pelan Kamu Melebar

Pandemi ini sudah kita lalui bersama lebih dari 1,5 tahun. Kasus pertama virus ini di publikasikan pada bulan Desember 2019, dan terus menyebar ke seluruh dunia sampai hari ini. Bahkan ketika saya menulis tulisan ini, kasus di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Pemerintahpun menetapkan pembatasan lokal yang dikenal dengan PPKM untuk mencegah penyebaran.

Situasi seperti ini tentu tidak menyenangkan. Kita dibatasi, mengurangi kegiatan di luar, kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang. Sekolahpun masih harus dilakukan secara online.

Dampak secara sosiologis, psikologis dan fisiologis sangat kita rasakan.

Termasuk juga pola makan kita. Ketika kita banyak di rumah, semua hanya dilakukan secara online, aktivitas fisik juga cenderung rendah, bisa jadi pelan-pelan kamu melebar (seperti judul tulisan ini).

Nah, kita perlu menggali hal-hal mendasar, agar kita bisa tetap bisa mengatur pola makan kita, dan gaya hidup kita agar tetap terjaga seperti dalam kondisi normal.

Pola makan seperti apa yang bisa menjaga agar berat tubuh tidak naik ketika PPKM?

Cobalah pola rendah karbo atau dikenal dengan istilah Ketogenik.

Pola rendah karbo ini populer sejak tahun 2015. Sudah banyak yang mencoba, bahkan dikalangan selebritis ataupun influencer di instagram dan youtube, pola diet keto ini sudah banyak dibahas. Coba tanya ke teman, saudara, atau mungkin kamu sendiri sudah pernah mencoba menjalankan diet rendah karbohidrat ini.

Memang istilah ketogenic, merupakan versi pola rendah karbohidrat yang relatif lebih ketat dan memberikan panduan dengan ketomakro : 70% kalori dari lemak, 20% dari protein, dan 5% dari karbohidrat. Untuk pola rendah karbo secara umum memang tidak terlalu baku, ada yang lebih tinggi protein, ada yang lebih tinggi lemak, atau lebih mengarah pada pola pengetatan / pembatasan kalori saja.

Ketika aktivitas kita memang banyak di rumah, tentu tanganan terbesar adalah godaan ngemil. Sehingga perlu kita menjaga dapur, lemari, dan kulkas dari makanan yang tinggi karbo (terutama kandungan tepung dan gula). Secara umum panduan di keto membatasi asupan net carb 30-50 gram sehari.

Di ketogenic tidak membatasi kalori, tapi lebih memprioritaskan agar kita mengasup lemak. Hal ini bertujuan agar kita merasakan sensasi kenyang dan tidak mudah lapar.

Jika kamu mau mempelajari lebih lanjut, saya sarankan baca Buku Ketogenic Gaya Hidup Revolusuiner, sebagai panduan sederhana untuk pemula. Dapatkan link ini.

Atau dapatkan rangkumannya dalam Flashcard yang bisa didapatkan hanya dengan mengganti ongkir aja!.
Pelajari manfaat dan tips untuk bisa melakukan pola rendah karbo dengan gampang!

Memang di situasi seperti ini kita harus menjaga tubuh dan perasaan kita dengan baik. Jangan melawan pikiran dan perasaan kita, tapi kelola dengan baik. Misal banyak orang bilang : kamu jangan diet-dietan, nanti sakit. Atau kok gak mau makan, emang mau kurus.

Nah, dari hal-hal tersebut kita perlu mengelola respon kita. Selalu buatlah renspon diri yang positif atas kejadian diluar diri kita. Misal kata-kata orang seperti diatas, atau komentar di social media

Kembali lagi, di situasi seperti ini kita perlu lebih peduli dengan faktor-faktor kesehatan kita. Bisa mulai dengan memonitor parameter metabolik syndrome seperti :
– Tekanan darah
– Gula darah (glukosa darah)
– Ukuran pinggang (lemak di sekitar pinggang/perut)
– Kadar trigliserida
– Kadar kolesterol HDL

Sekalian juga monitor berat badan dan BMI-nya.
Memang sering kali kita tidak PD atau khawatir angkanya berlebihan. Tetapi kita harus mampu menerima realita tersebut, sehingga kita bisa menyadari atas kondisi kita saat ini, mulai menggali kebiasaan baru yang bisa menjadikan kita lebih baik, bahkan bisa menjadi peluang kita untuk semakin fit.

Yakinlah selalu ada kesempatan. Mulai berpikiran terbuka, mau belajar, mau mulai menjalankan lagi walaupun hal-hal yang sederhana. Dapatkan support dan dukungan dari lingkungan sekitar kita agar semangat dan energi kita selalu terjaga. Keep happy and healthy!

Mengelola pikiran untuk diet

Di masa pandemi ini saya banyak mempelajari tentang ilmu pengembangan diri, termasuk tentang mindset, atau bisa kita sebut juga pengelolaan pikiran dan perasaan. Hal ini pun bisa berkaitan erat juga dengan kesehatan maupun berat badan.

Kita bisa juga melihat hal ini pada pendekatan yang populer dalam dunia psikology yaitu fix mindset vs growth mindset. Coba gooling atau cari di youtube tentang 2 hal ini.

Hal ini nampaknya sederhana saja, tapi jika kita bisa memahami secara menyeluruh dan mendalam, efeknya bisa sangat luar biasa dalam jangka panjang terkait kesehatan, keuangan, serta banyak aspek dalam kehidupan kita.

Memahami teori nutrisi, pola makan, pola olah raga untuk menjadi sehat dan bugar itu penting. Tetapi kemampuan menjalankan apa yang kita ketahui itu adalah hal yang berbeda. Bisa jadi, sebagian besar bergantung pada pola pikir yang kita miliki.

Yuk kita pelajari :

Secara sederhana, orang-orang yang memiliki fix mindset memiliki keyakinan bahwa hidup itu tidak bisa diubah. Sedangkan orang yang memiliki mindset terbuka percaya bahwa diri kita mampu mengembangkan diri dengan usaha-usaha untuk kehidupan yang lebih baik.

Tentu berpikiran terbuka itu bukanlah hal yang mudah. Disisi lain, bisa saja seseorang mengaku memiliki pemikiran terbuka, faktanya dia selalu bersikap sebagai seseorang yang berpikiran tertutup. Karena memang situasi di sekitar kita, di social media saat ini, memiliki kecenderungan untuk menyalahkan orang lain, membuat alasan, dan membuat asumsi-asumsi sendiri.

Situasi lingkungan kita juga seringkali membuat label-label terhadap diri kita, yang dilakukan secara terus menerus, sehingga secara tidak sadar menjadikan diri kita meyakini atas identitas tersebut. Misalnya dalam aspek kesehatan maupun diet : gemuk itu memang turunan, olahraga itu sulit, semua cara pasti gak mungkin bisa, dan berbagai label-label maupun pikiran negatif lainnya yang bisa berbahaya.

Ketika kita menggunakan pikiran fix mindset, segala upaya kita akan kita sabotase dengan cara apapun dan akhirnya memilih hidup dibalik alasan-alasan. Kita akan terus mencari pembenaran diri sendiri alih-alih mengevaluasi perjalanan dan mencari solusi agar tujuan bisa tercapai.

“Jelas aja dia bisa langsing, wong tidak harus bekerja, kalau aku kan sibuk banget”
Coba cek, apakah kamu punya pemikiran seperti itu juga?

Ketika kita bersedia menggunakan growth mindset, maka kunci sukses itu memerlukan usaha. Kita meyakini, saya akan menjadi lebih sehat, lebih langsing jika saya komit dan disiplin untuk berusaha. Yakini bahwa fokus pada proses akan lebih penting daripada hasil itu sendiri. Kita bisa menjadi lebih proaktif, memberikan pikiran dan perasaan kita benih-benih positif, sehingga perilaku bisa selaras dengan niat dan tujuan kita. Ketika terjadi sesuatupun, kita bisa menjadikan pelajaran dan memperbaikinya di masa berikutnya.

Misalkan suatu saat kita silaturahmi, kita melihat makanan yang seharusnya kita tidak konsumsi, tapi karena situasi tidak memungkinkan kita menolak kita makan, lalu merasa bersalah dan menyesal berlebihan. Nah, perasaan-perasaan seperti ini yang perlu dikelola dengan baik.

Growth mindset akan menjadikan suatu kejadian sebagai pengalaman, sehingga kita bisa mengelola dengan lebih baik di masa mendatang. Lalu merencanakan apa yang perlu diantisipasi, misal melanjutkan dengan puasa sunnah, ataupun menambah aktivitas olah raga, atau menjaga menu ketika makan di rumah.

Dari pengalaman itu bisa jadi kita juga belajar bagaimana mempersiapkan diri ketika berada disituasi yang sama. Mengelola pikiran, perasaan, kata-kata, agar bisa diterima oleh diri kita maupun orang lain.

Jika kita berpikir dengan fix mindset, kita akan menganggap semuanya sempurna. Pokoknya cuma saya yang paling benar, idealis, harus 100% benar, yang lain salah. Dan akhirnya dalam waktu singkat kehilangan motivasi dengan cepat.

Dengan pola yang terlalu extrim, seringkali menjadi tidak realistis, mudah emosi dan depresi, dan memicu juga diet yoyo.

Dengan memahami growth mindset, kita bisa menguasai diri kita sendiri baik pada level perilaku, perasaan dan pikiran kita sendiri. Memahami bagaimana proses bekerja. Dan tentu yang penting adalah mampu membuat pilihan-pilihan dalam kehidupan setiap hari. Menjadi versi yang lebih baik lagi.

Itulah ketika kita bertemu dengan client, sahabat, atau teman yang ingin memulai diet, di awal bukanlah membahas tentang harus makan apa, atau jangan makan apa. Tetapi harus lebih kedalam memahami pola pikir dan mindset-nya. Bagaimana pandangan tentang kehidupan dan diri mereka secara pribadi akan sangat mempengaruhi cara kita menjalani hidup. Hal-hal apa yang kita ingin capai dan nilai-nilai apa yang kita yakini.

Ada 3 strategy yang bisa Anda coba untuk mampu mengatasi hambatan-hambatan yang muncul :

1. Luangkan waktu untuk melakukan persiapan.

Tidak perlu terburu-buru jika belum siap. Kita memerlukan waktu mempelajari dan membuat diri kita nyaman dengan keputusan yang dibuat. Kita perlu menyadari sepenuhnya, bahwa hanya diri kita yang mampu mengubah diri kita sendiri. Kebiasaan kita, perilaku kita, ada dalam kendali kita sendiri.

Ingat, setiap tujuan pasti ada proses. Kesalahan terbesar banyak orang adalah meyerah terlalu cepat. Nikmati prosesnya dan syukuri setiap hal-hal positif yang hadir dalam kehidupan kita. Bisa jadi akan ada halangan-halangan yang hadir, tapi itu adalah kesempatan untuk instropeksi diri dan bagian dari proses.

2. Temukan mentor, coach, dan teman seperjalanan.

Coba cari orang-orang yang telah berhasil mencapai berat ideal, terbebas dari penyakit, ataupun menjadi lebih fit dengan pola hidup yang lebih baik. Jadilah sahabat yang baik dan saling bertukar pengalaman.

Ini adalah kesempatan untuk membangun lingkungan support untuk mengubah kebiasaan yang lebih sehat. Kita tetap akan menjaga bahwa setiap orang itu berbeda, tetapi dengan memiliki mentor atau coach akan membantu kita membangun mindset positif untuk menjadi sukses sesuai versi diri kita sendiri.

3. Tuliskan apa yang diinginkan.

Membuat catatan atau jurnal adalah ilmu terapan yang memudahkan kita tetap pada jalur yang tepat untuk mancapai tujuan. Dan kita bisa juga memanfaatkan teknik sederhana ini dalam pola makan kita.

Ini ada beberapa ide yang bisa dilakukan :
Tulis tentang tujuan Anda: Apa yang ingin Anda capai?
Tulis tentang kesuksesan kecil yang telah dicapai?
Tulis tentang hambatan yang ditemui: Apa yang menghalangi tercapainya tujuan?
Tulis tentang bagaimana cara menghadapi hambatan yang ada? dan apa yang akan dilakukan?
Tulis tentang apa yang perlu difokuskan agar lebih dekat dengan tujuan?
Tuliskan beberapa alternatif lain yang bisa menjadikan Anda selangkah lebih maju?

Bisa juga melakukan suatu visualisasi. Rileks, dan bayangkan hal berikut ini :

“Bayangkan ada sahabat baik Anda baru saja memulai program hidup sehat. Mereka memonitor menu makanan, menjalankan olah raga, serta berkomitmen memiliki pola hidup sehat. Saat ini mereka sudah menjalankan 1 bulan dan sudah turun sekitar 5 kg. Apa yang akan Anda katakan kepada mereka?”

Catat : Seringkali kita memberi nasihat kepada orang lain, tetapi kita sendiri belum tentu menjalankannya. Latihan visualisasi akan membantu kita mengatasi hal tersebut.

Selalu sadari suatu kegagalan, merupakan peluang untuk mengevaluasi diri, belajar, dan meningkatkan diri sebagai pribadi yang lebih baik.

Lalui dengan riang gembira

Hidup itu perjalanan yang harus dilalui, dan bisa jadi kita belum mencapai apa kita inginkan. Tidak hanya tentang diet ataupun penurunan berat badan, bisa jadi juga mempengaruhi hal-hal lain dalam kehidupan. Terus lakukan perubahan mindset ini dengan latihan secara terus menerus.

Catat juga bahwa suatu kesuksesan bukanlah sesuatu yang berasal dari luar diri Anda, tetapi sesuatu yang berada dalam diri kita, ketika kita mampu mengenal diri, mengelola, dan memiliki kekuatan untuk menciptakan perilaku yang mendekatkan kita pada hasil yang diinginkan.

Isi form ini untuk mendapatkan info berikutnya…


100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox

Apa Sih Keto Itu? Diet apa Gaya Hidup?

Sudah sering tentang diet keto, tapi apa sebenarnya ketosis itu?

Banyak yang masih bertanya apa sih beda diet keto dan ketosis?
Jika kita membaca referensi di wikipedia, istilah ketosis adalah metabolisme tubuh, di mana sebagian sumber energi utama tubuh diperoleh dari keton dalam darah.

Sedangkan keadaan glikolisis di mana tubuh hanya menggunakan glukosa dalam darah sebagai energi yang berasal dari karbohidrat dan gula. Secara umum, ketosis terjadi ketika tubuh memetabolisme lemak dan mengubah asam lemak menjadi keton.

>> Baca Juga : Menjadi ketosis dengan diet ketogenic

Jika mereferensi ilmu nutrisi saat ini dianggap ketosis adalah pemakaian energi sekunder atau energi cadangan simpanan tubuh sendiri yaitu lemak. Padahal bisa juga keton sebagai energi primernya.

Ketosis itu bentuk pencapaian ketogenic diet. Artinya badan memilih menggunakan lemak sebagai sumber energi atau bahan bakar utama dibandingkan glukosa.

Ibaratnya seperi Ini seperti mobil hybrid, yang menggunakan bensin dan di saat tertentu bisa diatur untuk menggunakan listrik.

Manusia juga punya sistem penumpukan cadangan energi dalam lemak, karena glukosa tidak bisa disimpan dalam jumlah banyak. Ketika ketersediaan glukosa sudah normal / cenderung rendah, maka cadangan energi ini akan mulai digunakan. Artinya memakai lemak sebagai bahan energi.

Lalu apakah Ketosis Bahaya?

Ketosis adalah kejadian alami dan aman, karena dikendalikan secara mandiri oleh tubuh. Artinya tubuh menggunakan keton menjadi sumber energi ketika tidak tersedia lagi glukosa yang cukup.

Catatan : banyak yang salah paham antara ketosis atau ketoacidosis. Itu dua hal yang berbeda. Baca disini biar gak bingung beda ketosis dan ketoacidosis.

Lalu ada yang bertanya : Apakah ketosis itu diet atau pola hidup?
tentu jawabannya tergantung, karena ketosis adalah suatu kondisi tubuh yang dibuat dengan mengatur pola makan.

Apakah perlu ketosis setiap saat?
Kembali kepada tujuan kita, pada dasarnya tidak ada satu rumusan yang cocok untuk semua orang.

  • Bagi yang obesitas, ketosis akan membantu membakar lemak tubuh.
  • Bagi yang bergula darah tinggi karena pola hidup, ketosis bisa membantu membuat gula darah lebih terkontrol.
  • Bagi pekerja di lapangan seperti tukang bangunan / pekerjaan fisik yang perlu energi tinggi dalam waktu cepat, mereka perlu karbohidrat tinggi agar efisien kerja per harinya (mereka dibayar harian), kalau tunggu pembakaran lemak, lha lemak tubuh mereka juga minim lemak…

Tentu sesuaikan pola makan selalu sejalan dengan pola hidup sehari-hari

Kalau kata Om Lilok : “Mau dianggap diet boleh, lifestyle jg boleh.. dirasakan aja yg cocoknya…”

 

Nah jika mau mencoba diet keto, lalu seberapa lama bisa menjadi ketosis ?

cek langsung di artikel ini.

Saya mau info tentang hidup sehat

100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox


Bagaimana Cara Mengatur Makan Ketika Diet?

Kalau kamu datang di halaman ini, berarti besar kemungkinan kamu tertarik untuk menurunkan berat badan. Entah karena memang merasa tidak pede, atau merasa badan sudah tidak lagi segar, atau mudah capek, atau bisa juga karena di minta dokter agar terapi berjalan optimal.

Memang bisa juga sih diet karena alasan lain, misalkan udah lama jomblo, akan menikah dan pengen tampil sempurna, atau ada tuntutan pekerjaan (misal pramugari, model, dll)

Lalu…

“Diet mana yang tepat untuk aku?”

ini adalah pertanyaan yang sangat cerdas.

Artikel ini dan beberapa tulisan berikutnya akan membahas berbagai sudut pandang untuk dipertimbangkan.

Saya pribadi sangat peduli terhadap kesehatan, nutrisi dan pola hidup yang sehat. Mohon cek juga instagram dan youtube. pastikan sudah subscribe sebelum melanjutkan, karena subscribe itu gratis.

Apa diet terbaik untuk menurunkan berat badan?

Dalam diet, kini muncul berbagai pendekatan misal :
# 1 – Mengatur kalori makanan agar lebih rendah dari kebutuhan kalori harian (deficit calorie)
# 2 – Pendekatan metabolisme nutrisi, melihat bagaimana sumber kalori bekerja
# 3 – Dengan mengoptimalkan atau meningkatkan pembakaran kalori tubuh
# 4 – Mengoptimalkan kesehatan dengan fokus pada makanan alami (real food)

Ingin MENJAGA berat badan?

Nah tentu idealnya adalah menggabungkan hal-hal yang baik itu secara konsisten dan terus menerus.

Solusi ini akan membuat tubuh kita akan menuju kesehatan yang optimal dan mendapatkan hasil checklab yang memuaskan dokter Anda.

Tentu gabungkan juga berbagai pola hidup sehat untuk semakin mengoptimalkan kesehatan kita

Kondisi kehidupan kita tentu tidak ideal. Dalam realitanya ada saja hal-hal yang diluar kendali kita. Misal pengaruh lingkungan, genetika, riwayat masal lalu, dan hal-hal lainnya.

Itulah mengapa semua orang harus terus menetapkan goal dan secara rutin mengevaluasinya.

Kebanyakan orang hanya mampu bertahan dengan diet selama beberapa minggu aja, sebelum akhirnya menyerah dan kembali lagi ke pola makan yang lama.

Ya, mungkin sulit beralih menghindari tepung dan karbo olahan. Atau minuman manis yang menggoda selera.

Banyak juga klaim makanan sehat tetapi ternyata kaya akan gula dan bahan sintetis. Klaim rendah kalori ataupun rendah lemak banyak jadi jargon, dan dibalik itu semua makanan itu membuat kita menjadi craving dan mudah lapar.

Bahkan ada yang sudah menghitung kalori lama kelamaan juga tidak sadar makan berlebihan tanpa menyadarinya.

Inilah sebabnya mengapa orang menjadi bisa menjadi frustrasi ketika mereka melakukan diet yang hanya fokus membatasi jumlah kaloroi, dan tidak mendapatkan hasil yang diharapkan.

Bagi beberapa orang dapat menghitung kalori dengan baik dalam jangka panjang – dan bagi yang memulai diet ini menjadi penting agar kita bisa mulai menghitung dan secara bertahap kita bisa mulai bisa memprediksi kebutuhan kalori hariannya.

Ketika saya mulai menulis blog ini, tentu banyak hal-hal yang berbeda dengan pola diet tradisional yang selama ini dikenal. Tapi alhamdulillah dengan saling berbagi di group Ketogenic Indonesia saya dan ribuan orang mulai membagikan kisah sukses orang-orang berhasil mendapatkan berat badan ideal yang selama ini diharapkan.

Tranformasi adalah semangat kita untuk menjadi lebih baik

Di buku Ketogenic Gaya Hidup Revolusioner, Anda bisa belajar hal-hal mendasar dengan bahasa yang mudah di mengerti. Lengkapi juga dengan flashcard yang penuh dengan gambar untuk memudahkan Anda meraih tubuh sehat, lansing, dan penuh energi.

Dan itulah yang membuat perbedaan.

Silahkan pelajari pola makan rendah karbo ini sekarang. Klik disini.

Trump, C0vld-I9, dan Keto

Akhir pekan kemaren kita dikejutkan berita yang cukup heboh : “Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan istrinya, Melania Trump positif virus corona Covid-19”

Berita ini langsung disampaikan Trump (74 tahun) melalui akun twitter dan banyak sekali yang mengomentari-nya. Beliau sempat dikarantina di Gedung Putih, lalu kemudian dibawa ke rumah sakit militer.

 

Dari beberapa informasi beliau sempat demam tinggi dan kadar oksigennya turun dengan cepat.

 

Ini yang perlu diwaspadai terutama pada penderita komorbid dan sudah berusia diatas 70 tahun. Sehingga cobalah sesekali mengukur kadar oksigen terutama jika kondisi tubuh tidak fit ya…

 

Kita sendiri sudah membahas beberapa kali tentang bagaimana kita bisa membantu diri kita agar bisa terhindar dari virus, ataupun bagaimana tubuh kita bisa memiliki perlindungan terhadap virus.

 

Kabar terbaru dari US ada beberapa penelitian bersama oleh Yale School of Medicine, New York University Langone Health dan Washington University School of Medicine, dimana mereka mencoba mengaplikasikan pola makan ketogenic (tinggi lemak dan rendah karbo) untuk pasien covld-I9 maupun yang belum terinveksi virus untuk mempelajari fungsi imun dan mengurangi inflamasi.

Dari penelitian tersebut, diet ketogenik meningkatkan beta-hidroksibutirat, memperluas sel-T sebagai pelindung jaringan, menonaktifkan inflamasi dan mengurangi monosit patogen di paru-paru. Hal tersebut sangat bermanfaat bagi pasien COVID-19 terutama yang berusia 65 tahun (karena menurunnya imun tubuh pada sel B dan aktivasi sel T dan inflamasi sistemik yang diinduksi inflammasome).

Silahkan akses penelitian aslinya di : https://www.biorxiv.org/content/10.1101/2020.09.11.294363v1

 

Tentu sahabat semua sudah mulai mempelajari pola ketogenic yang bisa di pelajari di Kartu Flashcard Edukasi maupun Buku Ketogenic Gahire.

 

Kita akan memahami ketogenesis adalah proses pengubahan lemak menjadi keton. Ada 3 jenis keton, salah satunya adalah beta-hidroksibutirat rantai pendek, yang kemudian digunakan sebagai sumber energi dalam kondisi gula darah yang rendah.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa beta-hidroksibutirat dapat menghambat aktivasi inflamasi dan melindungi terhadap influenza. Para mengamati bahwa peningkatan kadar beta-hidroksibutirat yang di induksi diet ketogenik mencegah pembentukan inflamasi, yang kemudian mampu mencegah aktivasi inflamasi dan pengurangan inflamasi.

Dari riset awal tersebut peneliti mengamati : “Our findings assumes strong clinical significance as recent studies, demonstrate that γδ T cells were severely depleted in COVID-19 patients in two highly variable cohorts and disease progression was correlated with near ablation of Vγ9Vδ2 cells that are dominant subtype of circulating γδ T cells (Laing et al., 2020). Taken together these data demonstrate that a ketogenic immunometabolic switch protects against mCoV-A59 driven COVID in mice and this anti-inflammatory response in lung is coupled with reduction of inflammasome activation, restoration of protective ϒδ T cells and remodeling of the pool of the inflammatory monocytes”.

 

Tentunya ini adalah sebagai bagian dari ikhtiar kita untuk tetap menjaga diri ataupun untuk mengobati diri kita masing-masing. Sedangkan apapun hasilnya adalah mutlak kehendak Allah SWT. Semoga kita semua selalu ditunjukkan jalan yang benar, dan dilindungi oleh Allah SWT. Amin ya robbal alamin.

Saya mau belajar tentang keto…


100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox


Hippocrates : Makanan Adalah Obat, Pakailah Obat Dari Makanan

Pada jaman yang lalu Hippocrates telah menemukan sebuah pedoman penting tentang pola makan dan kesehatan.

Dulu, adanya penyakit adalah tanda bahwa tubuh kekurangan makanan. Dianggap tidak ada kesesuaian antara kebutuhan badan dengan makanan. Tapi kini ketika kita ada di era berkelimpahan makan, masalah kesehatan semakin meningkat. Sesuatu yang aneh bukan?

Tubuh kita membutuhkan energi, tentu dengan sumber energi yang tepat. Jika kita salah mengisi energi tentu akan banyak masalah yang datang baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

Nah, tubuh kita ibarat mesin pada sebuah kendaraan. Tuhan sudah sempurna menciptakan organ pencernaan tubuh kita, sehingga bekerja sama untuk mengolah makanan yang dikonsumsi menjadi energi. Mulai dari mulut, tenggorokan, lambung, ada pankreas yang menghasilkan insulin (mengolah karbohidrat), ada empedu (mengolah protein), ada liver (mengolah lemak), kemudian usus (menyerap makanan ke dalam pembuluh darah); limpa, ginjal, dan masih banyak lagi anggota tubuh lainnya.

Selama ini kita menggangga nutrisi itu adalah :
1. Karbohidrat (terkandung dalam nasi, ubi, singkong, kentang, jagung)
2. Protein (hewani maupun nabati)
3. Mineral (semua sayur2an)
4. Vitamin (semua buah2an)

dan kita banyak melupakan LEMAK.

Bertahun-tahun kita mempelajari bahwa karbohidrat adalah sumber energi yang essensial, padahal kenyataannya tidak ada karbohidrat essensial. Yang ada ternyata protein essensial dan lemak essensial.

Sampai beredar Mitos: Otak Tidak Berfungsi Tanpa Karbohidrat

Pada dasarnya manusia hanya membutuhkan sekitar 20-50 gram gula per hari. Memang benar, sumber glukosa paling mudah adalah karbohidrat, tapi glukosa dapat disintesis dari protein dan lemak.

Bila Anda tidak mengkonsumsi karbohidrat, maka otak akan mulai menggunakan keton. Kebutuhan energi bagi otak 75% bisa didapat dari keton dan sisanya 25% diperoleh dari glukosa yang disintesis dari protein.

Begitu pula kita menyanjung-nyanjung vitamin, padahal dalam tubuh kita hanya membutuhkan sedikit vitamin (sebagai mikronutrient)

Pola Makan Umum Penduduk Indonesia

Sebagai orang Indonesia kita pasti mengenal 4 sehat – 5 sempurna, yang kini telah direvisi sebagai pola makan “Gizi Seimbang” yang telah menghilangkan susu. Panduan umumnya adalah makan 3x sehari, dan setiap kali makan harus mengandung karbohidrat (nasi, mie, roti), lengkap dengan lauk pauknya, ada lauk hewan, tempe atau tahu, sayur, dan buah.

Nah, tahukah Anda, sebenarnya sumber kalori terbesar di dunia ini adalah lemak.

Kenyataannya, diet kita kebanyakan adalah karbohidrat. Diet sehat pun dianjurkan banyak sayur yang memiliki kalori rendah. Sehingga Kita membutuhkan banyak asupan agar tubuh kita tercukupi kalorinya. Akibatnya kita konsumsi terlalu banyak “sampah” dan membutuhkan waktu lama untuk mencerna.

Lemak ternyata bekerja jauh lebih efisien lho!
dan banyak sekali orang yang belum mengetahui hal ini…

Dan celakanya, salah satu bahan makanan yang kita konsumsi berlebihan saat ini adalah GULA.

Ada riset menunjukkan bahwa saat ini 3/4 dari supermarket memiliki kandungan identik gula (spt karbo), atau bahan yang akan diubah menjadi glukosa dalam tubuh. Saat ini kita mengkonsumsi setara dengan 15-25 sendok gula setiap hari. Padahal kebutuhan harian kita maksimal 6-9 sendok gula saja!

Apa Bahaya Dari Gula?
Karbohidrat dan gula dari makanan akan diolah dalam tubuh kita menjadi glukosa. Kelebihan dari glukosa ini akan disimpan dalam glikogen (pada hati dan otot). Dan jumlahnya sangat terbatas lho. (cek video dr tan shot yen)

Trus kelebihan glukosa setelah makan karbo (nasi,dkk) dan gula ini bagaimana?
Disimpan menjadi LEMAK TUBUH!

Ketika konsumsi gula / karbohidrat (nasi), tubuh akan mengolah menjadi glukosa untuk energi. Dalam proses ini melibatkan hormon insulin untuk menurunkan kadar gula dalam darah, sekaligus menyimpan glukosa menjadi lemak tubuh. Ketika kelenjar Pankreas kita dipaksa bekerja terus menerus, sehingga dia mulai capek. Ketika Pankreas mulai bermasalah, produksi Insulin berkurang bahkan terhenti, sehingga nasi (karbohidrat) dan gula yang kita makan tidak diproses, dan menumpuk di dalam darah. Ini yang disebut Diabetes.

catat : tahun 2015 saja diperkirakan 10 juta orang indonesia menderita diabetes, dan jumlahnya meningkat secara drastis setiap tahunnya.

Itulah kenapa kita makin lama tubuh makin besar, membesar, overweight, dan akhirnya obesitas.

“Kan aku cuma makan nasi?”
tahukah Anda perbandingan semangkok nasi identik dengan berapa sendok teh gula?

belum lagi ditambah teh / kopi manis, biskuit, krupuk, dan berbagai produk dari tepung olahan sebagai lauknya.

Bagaimana dengan kasus kolesterol?
mungkin sebaiknya Anda baca dulu artikel : Bagaimana Kolesterol Jika Menjalankan Diet Keto ?

Bagaimana mengubah cara makan agar menjadi lebih sehat?
a. Stop makan karbohidrat terutama tepung olahan
b. Stop makan dan minum makanan yang mengandung gula
c. Stop makanan olahan
d. Batasi buah berasa manis
e. Cukupi konsumsi air yang cukup
f. Konsumsi lemak sehat

Menerapkan Cara Makan Ketogenic

Silahkan download dulu panduannya di link ini.

Bagaimana dengan sarapan jus / smoothies buah di pagi hari?
Ada beberapa diet yang menganjurkan mengganti sarapan dengan jus buah. Ternyata cara ini juga tidak sepenuhnya efektif untuk diet (berat badan ideal) dan terapi. Kenapa?
1. Jus buah, terutama yang manis mengandung fruktosa tinggi. Fruktosa ini dimetabolisme sama seperti gula dan karbohidrat
2. Buah yang di jus, cenderung lebih cepat diproses oleh tubuh dibandingkan buah potong

Lalu pagi sarapan apa?
Cobalah untuk TIDAK SARAPAN di pagi hari.

Siklus cirkadian, mengajarkan tentang hormon cortisol yang sangat aktif di pagi hari. Hormon cortisol ini salah satu hormon yang memberi sinyal kuat tubuh untuk mengeluarkan insulin. Sehingga jika kita mengkonsumsi karbohidrat / gula / buah manis di pagi hari maka gula darah meningkat drastis, begitu juga dengan insulin kita.


Lalu kalau aktivitas saya padat bagaimana mendapatkan energi?

Konsumsilah minyak kelapa atau virgin coconut oil.
VCO mengandung lemak rantai menengah atau dikenal dengan istilah MCT / MCFA. Kelebihan dari rantai menengah ini adalah mampu diubah langsung menjadi energi tanpa insulin.

Sadari, merubah kebiasaan makan yang sudah Anda jalani bertahun-tahun tidaklah seperti membalikkan tangan. Akan terjadi proses adaptasi atau dikenal juga sebagai detoks atau ketoflu. Jika Anda memilih mengikuti diet ketogenic, maka tubuh kita sebenarnya mulai melakukan pengurasan glikogen (stock gula dalam tubuh). Berikutnya tubuh mulai belajar menggunakan bahan bakar lemak (atau keton) sebagai energi.

Mungkin Anda akan merasakan beberapa gejala unik, tapi lanjutkan saja, karena umumya adaptasi itu akan berlangsung antara 4-20 hari. Selamat Mencoba…

Untuk berbagi pengalaman diet keto silahkan gabung di group facebook : https://www.facebook.com/groups/KetogenicIndonesia/

oh ya, follow juga @annasahmad
dan tonton juga berbagai video seputar keto

Open chat
1
Halo kak, silahkan chat...