Hitung Kalori. Perlu atau tidak?

Hitung Kalori. Perlu atau tidak?

Mas, kalau diet keto apa harus menghitung kalori tiap hari?
Sebenarnya lebih tepat di diet keto lebih memprioritaskan sumber / jenis kalori daripada jumlahnya.

Bahkan secara sederhana ada yang merasa cukup menghitung net carb harian saja.

Yuk kita pelajari lebih dalam, seperti yang dipelajari ahli gizi atau nutrisi di kampus. Perhitungan kalori adalah suatu cara untuk menggambarkan asupan harian berdasarkan perhitungan teoritis sederhana saja. Teori yang paling banyak digunakan adalah CICO, calorie in calorie out. Artinya apakah kalori yang kita masukkan dibandingkan dengan kalori yang dikeluarkan.

Jadi rumusannya menyederhanakan jika mau berat badan turun, ya kalori yang masuk harus lebih kecil dari yang keluar. Kalau mau berat badan naik, kalori masuk harus lebih besar.

Tapi berbagai referensi terbaru, sebenarnya teori itu tidak sepenuhnya benar. Karena dalam prakteknya sebenarnya tubuh kita ini sangat kompleks dan banyak sekali faktor yang bekerja baik internal dalam tubuh, ataupun kondisi external.

Ketika saya lebih mendalami tentang ketogenic, kita akan mulai mengenal metabolisme energi dalam tubuh kita. Tubuh kita ternyata mampu menggunakan energi dari karbohidrat, maupun menggunakan energi dari lemak. Selanjutnya kita akan mulai memahami tentang hormonal, terutama hormon insulin. Bahkan faktor psikologi makan juga bisa mempengaruhi lho!

Pendekatan tradisional dengan mengurangi kalori ini ternyata tidak efektif, dan terbukti tingkat obesitas terus melonjak, masalah metabolisme syndrom seperti diabetes juga terus meningkat.

Apakan ada manfaat menghitung kalori?
Secara umum, jika merasa nyaman dengan tracking kalori, itu juga sangat bagus. Kita akan mendapatkan manfaat berupa ilmu dan pengetahuan baru tentang nutrisi. Kita memiliki ukuran terutama jika kita merasa dietnya selalu gagal, stuck, dan belum mampu secara otomatis memperkirakan kandungan dalam makanan. Memonitor kalori akan membuat kita belajar mengenal jenis kandungan dan porsi dalam makanan lebih baik lagi.

Tentu : Perhitungan kalori bukan satu-satunya kunci karena hidup dan tubuh manusia lebih rumit dari sekedar hitungan kalori.

Dalam pola makan ketogenic kita akan mempelajari bagaimana peran hormon dalam memengaruhi nafsu makan, rasa kenyang, dan penyimpanan lemak. Penelitian menunjukkan bahwa makanan rendah karbohidrat / keto dapat menjaga hormon yang menyebabkan penurunan asupan kalori secara alami, terutama pada orang yang kelebihan berat badan hingga memiliki resistensi insulin.

Bahkan di level berikutnya akan mengukur seberapa sensitif tubuh terhadap insulin. Seberapa jauh tubuh kita merespon kenaikan gula darah setelah makan, dan bagaimana insulin meresponnya. Tentu ini perlu penelitian yang lebih lanjut.

Jadi apakah kalau gak ngukur kalori, diet keto kita bisa berhasil?
Ya bisa saja, jika kita bisa secara disiplin dan konsisten makan hanya ketika lapar, berhenti sebelum kenyang, memilih benar-benar sumber makanan yang rendah karbohidrat.

Dalam pola ketogenic, kita fokus pada lemak dan protein yang meningkatkan rasa kenyang dan membantu tubuh mengontrol gula darah dan hormon insulin. Tubuh akan beradaptasi untuk menggunakan keton sebagai sumber energi. Peningkatan kadar keton tubuh di berbagai riset dapat mengurangi peradangan juga.

Jadi, dalam diet keto lebih menekankan pada jenis makanan daripada jumlah makanan yang dikonsumsi. Bisa jadi ini adalah pendekatan terbaik dan mudah untuk mengurangi obesitas, maupun masalah kesehatan lain seperti darah tinggi ataupun diabetes.

Kesimpulan :

Jadi, bagaimana bisa menggunakan perhitungan kalori agar dietnya sukses?

Setelah kita mempelajari dari bebagai sudut pandang keseimbangan energi hingga makro nutrisi, maka kita bisa sesuaikan saja dengan tujuan kesehatan kita.

Tracking kalori maupun komposisi kalori dapat kita gunakan dalam jangka pendek untuk mengkalibrasi apa yang kita konsumsi sehari-hari. Cukup lakukan 2-3 minggu, maka kita akan bisa mengenal pola makan kita. Tentu hal ini akan banyak membantu tingkat kesadaran kita tentang makanan, tentang berapa banyak lemak, protein, dan karbohidrat yang di makan. Sehingga dapat melangkah lebih dekat dengan tujuan kita.

Silahkan coba menimbang makanan, menginstall aplikasi yang bisa membantu kita, dan tentunya memonitor parameter kesehatan yang sedang kita target. Apakah itu berat badan, atau lingkar perut, atau kadar gula darah, dan sebagainya.

Saya doakan sahabat semua selalu sehat selalu. Aminnnnn….

Dapetin cara diet yang bener

100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox


Apa Sih Keto Itu? Diet apa Gaya Hidup?

Sudah sering tentang diet keto, tapi apa sebenarnya ketosis itu?

Banyak yang masih bertanya apa sih beda diet keto dan ketosis?
Jika kita membaca referensi di wikipedia, istilah ketosis adalah metabolisme tubuh, di mana sebagian sumber energi utama tubuh diperoleh dari keton dalam darah.

Sedangkan keadaan glikolisis di mana tubuh hanya menggunakan glukosa dalam darah sebagai energi yang berasal dari karbohidrat dan gula. Secara umum, ketosis terjadi ketika tubuh memetabolisme lemak dan mengubah asam lemak menjadi keton.

>> Baca Juga : Menjadi ketosis dengan diet ketogenic

Jika mereferensi ilmu nutrisi saat ini dianggap ketosis adalah pemakaian energi sekunder atau energi cadangan simpanan tubuh sendiri yaitu lemak. Padahal bisa juga keton sebagai energi primernya.

Ketosis itu bentuk pencapaian ketogenic diet. Artinya badan memilih menggunakan lemak sebagai sumber energi atau bahan bakar utama dibandingkan glukosa.

Ibaratnya seperi Ini seperti mobil hybrid, yang menggunakan bensin dan di saat tertentu bisa diatur untuk menggunakan listrik.

Manusia juga punya sistem penumpukan cadangan energi dalam lemak, karena glukosa tidak bisa disimpan dalam jumlah banyak. Ketika ketersediaan glukosa sudah normal / cenderung rendah, maka cadangan energi ini akan mulai digunakan. Artinya memakai lemak sebagai bahan energi.

Lalu apakah Ketosis Bahaya?

Ketosis adalah kejadian alami dan aman, karena dikendalikan secara mandiri oleh tubuh. Artinya tubuh menggunakan keton menjadi sumber energi ketika tidak tersedia lagi glukosa yang cukup.

Catatan : banyak yang salah paham antara ketosis atau ketoacidosis. Itu dua hal yang berbeda. Baca disini biar gak bingung beda ketosis dan ketoacidosis.

Lalu ada yang bertanya : Apakah ketosis itu diet atau pola hidup?
tentu jawabannya tergantung, karena ketosis adalah suatu kondisi tubuh yang dibuat dengan mengatur pola makan.

Apakah perlu ketosis setiap saat?
Kembali kepada tujuan kita, pada dasarnya tidak ada satu rumusan yang cocok untuk semua orang.

  • Bagi yang obesitas, ketosis akan membantu membakar lemak tubuh.
  • Bagi yang bergula darah tinggi karena pola hidup, ketosis bisa membantu membuat gula darah lebih terkontrol.
  • Bagi pekerja di lapangan seperti tukang bangunan / pekerjaan fisik yang perlu energi tinggi dalam waktu cepat, mereka perlu karbohidrat tinggi agar efisien kerja per harinya (mereka dibayar harian), kalau tunggu pembakaran lemak, lha lemak tubuh mereka juga minim lemak…

Tentu sesuaikan pola makan selalu sejalan dengan pola hidup sehari-hari

Kalau kata Om Lilok : “Mau dianggap diet boleh, lifestyle jg boleh.. dirasakan aja yg cocoknya…”

 

Nah jika mau mencoba diet keto, lalu seberapa lama bisa menjadi ketosis ?

cek langsung di artikel ini.

Saya mau info tentang hidup sehat

100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox


Masih percaya kalau gendut itu sehat?

Pernah dengar kalau :

Wah kelihatannya makin “seger” nih
Gemuk itu tanda sehat lho!
atau biarin aja gendut, yang penting sehat

Nah, sebelumnya perlu diperhatikan dulu yaitu indikator BMI atau Body Mass Index. cek BMI di link ini

Nanti akan ketahuan secara berat badan, kita termasuk normal, overweight, atau obesitas. Ketika kita mengetahui kondisi kita saat ini, bukanlah untuk membuat diri kita rendah dan merasa bersalah, tapi kita harus bersyukur ketika kita masih diberikan kesempatan untuk menjadi lebih baik dan lebih sehat lagi yaaaa…

 

Kita perlu waspada, karena obesitas merupakan suatu tanda ketika ada penyakit yang berbahaya dan beresiko lebih tinggi untuk menyebabkan penyakit seperti jantung, diabetes, dan stroke.

 

Terlebih di masa pandemi ini, resiko bagi orang yang obesitas, usia diatas 65 tahun dan memiliki masalah sindrom metabolik (seperti BMI, kadar glukosa tinggi dan insulin) akan makin meningkat pada pasien COVID-19.

Silahkan cek riset : Obesity and impaired metabolic health in patients with COVID-19

 

Pada riset European Heart Journal pada 300 ribu orang menemukan fakta bahwa ada korelasi kuat antara orang yang memiliki kandungan BMI tinggi dengan risiko penyakit jantung, stroke dan tekanan darah tinggi. Semakin tinggi kadar BMI maka risiko untuk terkena penyakit diatas juga semakin tinggi.

Dalam situasi new normal, kita juga harus menerapkan new life style untuk meningkatkan kualitas tubuh kita.

Beruntung Anda ada di website ini, dan berkesempatan untuk mempelajari pola diet rendah karbo yang telah banyak membantu banyak orang terbebas dari obesitas, bahkan bisa membantu metabolisme tubuh menjadi lebih baik lagi.

 

Ingat : ‘Gemuk tapi sehat’ tetap bukan alasan!

 

Prinsip diatas kita jadikan sebagai pedoman bahwa jangan sampai yang sudah obesitas akan beresiko menambah berat badan lain. Kita perlu mulai mengusahakan dengan sungguh-sungguh untuk mengurangi berat badan secara bertahap.

Memang tidak bisa hanya menggunakan berat badan dan level obesitas menjadi satu-satunya faktor saja, sehingga tahap selanjutnya tetap kita perlu melihat parameter lain agar dapat memiliki gambaran lebih lengkap tentang kondisi tubuh kita.

Jadi, kesimpulannya, jangan terlalu melihat tema “motivasi” seperti ‘obesitas yang sehat’ dan ‘gemuk tapi sehat’ menjadi pembenaran diri dan akhirnya membuat kita menggampangkan masalah kesehatan serius yang mengintai di baliknya.

Mari mulai merubah gaya hidup lebih bersih, aktif, membiasakan pola makan sehat, istirahat yang berkualitas sebagai solusi yang jauh lebih penting untuk kesehatan Anda secara keseluruhan daripada angka di timbangan.

Silahkan pelajari Pola Ketogenic di ebook : MULAI KETOGENIC

Perlukah “Cheating Day” Dalam Diet?

Pernahkan mendengar suatu pola diet yang menyarankan “Cheating” ?
Atau ada pola diet yang lain sangat melarang cheating. Haram!

Nah loh, lalu kamu pilih yang mana dong….

Saya sih setuju bahwa kalau cheating alias curang, itu bisa saja merusak pola diet yang sudah kita bentuk dengan susah payah. Wah jadi kaku dan gak flexible dong? Tentu kita tetap perlu memperhatikan situasi, kondisi, dan sosial budaya di sekitar kita. Tetapi kita tetap bisa mengendalikan diri. Itu yang penting!

Apa sebenarnya efek cheating jangka panjang?

Ada “program diet” yang menawarkan konsep cheating day. Dan itu tentu membuat banyak orang tertarik mengikutinya. Karena bisa memuaskan “hasrat” untuk memenuhi keinginan-nya. Sehingga buat yang mengganggap diet yang ketat itu tidak asyik, tidak sehat, tidak bisa untuk jangka panjang. Katanya sih ga papa seminggu sekali doang, gak ngaruh, dan berbagai alasan lainnya.

Tapi buat saya, istilah cheating ini perlu diperjelas. Misal di keto, kita menjaga agar asupan karbo rendah. Katakan antara 20-50gram. Jika kita mengasup lebih dari itu, tentu potensi kita keluar dari ketosis akan sangat besar. Dan jika kamu mau cheating tiap minggu tentu akan membuat cita-cita untuk jadi langsing dan sehat akan tertunda. Ketika tubuh sudah memasuki ambang glukosa tinggi, otomatis proses ketosis stop, dan tubuh kembali memprioritaskan mengolah karbo dan gula sebagai energi terlebih dahulu.

Jadi, kalau aku diet keto apa boleh cheating?
Nah mungkin Kamu perlu baca artikel ini sampai selesai sebelum memutuskan cheating atau tidak.

Ok, yuk kita mulai bahas.

 

Prinsipnya kita harus sadar bahwa apapun tindakan kita pasti akan ada konsekwensinya.

 

Misal kita diet keto, atau diet rendah karbo. Kita membatasi asupan karbo kita dengan tujuan gula darah terkendali, dan tubuh mulai optimal menggunakan keton. Ketika kita asup karbo tinggi, maka tubuh akan otomatis menghentikan produksi keton dari lemak untuk bahan bakar.

Tubuh akan menggunakan glukosa yang beredar, termasuk cadangan glikogen untuk digunakan sebagai energi. Dengan kebiasaan cheating, maka manfaat optimal seperti penurunan berat badan dan tubuh menjadi efisien akan terganggu.

Tentu, ada beberapa yang menganggap sebagai cycling dengan carb loading. Tentu harus dipahami konteksnya itu dilakukan ketika kita akan melakukan olahraga yang cukup berat. Ada beberapa referensi juga untuk percepatan performa atau perbaikan otot. Tentu bisa dibenarkan dalam jumlah terbatas juga. Misal sampai 100gram.

Lalu, kalau cuma mau nongkrongin facebook dan IG aja mah gak perlu carb loading!

 

Apakah sekali cheating akan otomatis tidak lagi ketosis?

Tidak mudah menjawabnya. Bisa iya bisa tidak.
Tergantung seberapa banyak asupan net carb-nya, seberapa sering cheatingnya. Karena kita sendiri untuk memastikan kebutuhan kalori harian secara riil itu juga sangat rumit. Kalau teorinya sih bisa dihitung, tetapi dalam praktek-nya saya rasa tidak sesederhana teori calorie in calorie out.

Simplenya sih, walau asup karbo, tapi net carb harian kita-kira masih dibawah 20 gram dalam sehari. Saya rasa belum akan keluar dari ketosis. Misal makan pisang cuma satu gigit, atau makan madu 1 tetes, atau makan nasi 1 butir hehehehe….

 

Tapi, kalau cheatingnya semangkuk mie ayam, 1 full loaf roti tawar, dan melebihi 25 gram net carb, saya rasa tubuh tidak akan ketosis lagi. Tentu tidak ada patokan yang sama buat tiap orang ya. Tapi jika Anda sudah cukup lama menjalankan diet keto, sudah masuk ketosis, bisa jadi tubuh akan memberikan sinyal-sinyal yang bisa dirasakan tubuh.

Emang apa sih ruginya cheating?

Jika kamu sudah keto, sudah merasakan manfaat bagi untuk pelangsingan, terapi, maupun peningkatan energi dengan menggunakan keton, tentu akan merasa “rugi” jika kehilangan sensasi ketosis. Ini membuat banyak orang termasuk saya juga berhati-hati ketika “cheating”.

Efek samping ketika cheating bisa jadi akan merasakan flu seperti keto-flu. Ada juga yang merasakan mual dan muntah. Ada yang marasa ototnya kaku seperi kram, perut kembung, diare, gatal-gatal, moody dan sebagainya. Secara psikologis bisa saja merasa emosional juga. Coba cek apakah di suatu hari mengasup banyak gula dan karbo tinggi!

Selain itu yang juga banyak terjadi adalah ketagihan cheating atau pengen terus mengasup gula dan karbo. Craving!

Tentu ketika mempelajari keto, kita banyak belajar efek samping dari gula dan karbo terhadap kesehatan. Jadi resiko penyakit datang akan semakin besar.

Buruknya cheating akan membuat motivasi untuk hidup sehat menurun. Kamu akan mudah sekali tergoda untuk mengasup makanan tinggi gula secara terus menerus dan lupa akan manfaat ketosis. Ingatlah dulu ketika memulai pertama diet, apa tujuan dari diet-nya, dan pikirkan jika selalu “selingkuh” aka cheating!

Wah udah terlanjur cheating, apa bisa diet keto lagi?
Tentu tergantung masing-masing orang. Ada yang bisa saja dengan cepat kembali ke ketosis dalam 1-4 hari seperti dulu. Tentu saja ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Coba cek saja kadar keton di urin, nafas, atau darah untuk memastikannya. Perbaiki juga dengan sikap disiplin dan komitmen.

Ada beberapa cara untuk mempercepat #backtoketo. Misalkan dengan intermittent fasting, olahraga beban, mengasup lemak baik seperti virgin coconut oil seperti Vico Bagoes, minum cukup, latihan nafas, dan tidur yang berkualitas. Monitor juga asupan dengan fat secret dan hati yang selalu riang gembira.

Semoga selalu sehat dan bahagia!

 

Saya mau info tambahan tentang diet

100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox


Diet Terburuk Tahun 2020? Jangan dibaca…

Selamat datang di tahun 2020 Anda…

Terima kasih atas segala kebersamaan di tahun 2019, para pengunjung setia blog ini, yang selalu haus akan ilmu, yang selalu ingin mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan ini. Terima kasih mengijinkan foodketo.com menjadi bagian dari Perubahan Positif dalam kehidupan pembaca semua….

Sudah menjadi kebiasaan awal tahun adalah membuat :
Resolusi Tahunan!

tetap sebelumnya ijinkan diri Anda untuk mengaca kembali perjalanan di 2019 yang lalu.

Jawab pertanyaan berikut ini :
– Pengalaman apa yang paling menyenangkan di tahun 2019?
– Bagaimana rencana dan hasil yang diperoleh tahun 2019?
– Hal-hal apa yang sudah berhasil Anda raih dan begitu berkesan?
– Apa yang belum berhasil Anda dapatkan dan masih menginginkannya?
– Sebutkan 3 pelajaran bermakna apa yang Anda dapatkan?

Selamat untuk itu semua. Adanya segala kesuksesan, kegagalah pada dasarnya adalah pemberian dari Yang Maha Kuasa dan kita bisa mengambil pelajaran dari hal itu semua. Alhamdulillah.

Pada tahun yang lalu, kita juga pernah membuat Artikel tentang Trend Diet di 2019. Silahkan baca disini.

Nah sekarang waktunya kita bahas Diet 2020… yeah!!!

Beberapa hari yang lalu ada media online yang menulis artikel dengan judul : “Diet Keto Dapat Predikat Diet Paling Buruk di 2020”. Tentu judul ini mengandung click bait dan ditargetkan untuk “mencuri” perhatian pembaca saja.

Kenapa begitu? jelas, karena diet keto sejak tahun 2017 sudah sangat populer di internet. Coba cek pakai google trend. Bisa kan caranya?

Nah, akhirnya saya telusuri kembali, bagaimana sih mereka bisa sampai mengeluarkan berita tersebut. Akhirnya saya riset dan ketemu banyak sekali situs luar negeri yang memuat berita sejenis, misalnya CNN.com dan ujungnya ternyata menginduk pada web : health.usnews.com

Tulisan ini tidak mau membahas terkait survey atau disclaimer bahkan sampai melihat siapa 25 “expert” yang melakukan pooling 35 diet tersebut. Tapi lebih melihat saja bagaimana diet yang diperkenalkan tersebut benar-benar menciptakan perubahan dalam kehidupan nyata.

Coba lihat aja daftar 35 jenis diet. Kalau buat saya sih banyak banget jenis diet yang saya tidak tahu, bahkan tidak pernah dengar lho. Misal diet DASH, The Flexitarian Diet, WW (Weight Watchers) Diet, MIND Diet, Volumetrics Diet, TLC Diet, dan banyak lagi lainnya.

atau bisa saja saya yang kudet lho ya… kalau Anda tahu boleh aja jelaskan bagaimana cara diet itu bekerja untuk menurunkan berat badan. Atau kalau ada link risetnya boleh diinfo juga. Tetapi jelas, yang saya tahu prinsip kerja diet yang lain hanya fokus pada calori deficiency atau pembatasan kalori harian saja. Mereka masih menganggap semua jenis kalori itu sama. Mau yang dari karbo, protein, ataupun lemak.

Oh ya….

Buat pembaca baru blog ini, perkenalkan saya Annas Ahmad, seorang professional coach, penulis buku, dan serial entrepreneur. 10 tahun belakangan saya banyak mempelajari tentang kelapa, ketogenic, wealthiness. Saya menyiapkan berbagai materi edukasi mulai blog, video, kartu, buku, dan berbagai layanan lainnya untuk membantu banyak orang untuk menciptakan perubahan positif dalam kehidupan.

cek juga :
Instagram @annasahmad
Youtube Annasahmad
Serta langganan newsletter foodketo.com

Karena saya akan berbagi banyak hal tentang bagaimana hidup lebih langsing, lebih sehat, lebih bahagia. Terima kasih, karena support Anda begitu berharga dan semoga menjadi pahala karena menyebarkan kebaikan ini.

Ok….

Apakah Anda penasaran menurut info tersebut apa sih diet terbaik di 2020 ini?

Ternyata urutan teratas :

  • Mediterranean Diet
  • DASH Diet
  • The Flexitarian Diet
  • WW (Weight Watchers) Diet
  • MIND Diet
  • Volumetrics Diet
  • TLC Diet

Jujur, buat saya jenis diet tersebut asing di Indonesia. Entahlah kalau di US atau eropa, atau negara lain banyak yang menjalankan pola tersebut. Tapi buat kita yang tinggal di Indonesia apa cocok ya?

Kita bahas beberapa saja, tentu bisa jadi saya salah, atau beda referensi, tidak perlu baper, silahkan tinggalkan komentar untuk mengoreksi info yang saya buat ini. Deal!

Dikutip dari wolipop : “Ranking ini dibuat berdasarkan tujuh kategori. Setiap tipe diet diurutkan dari skala satu sampai lima. Kategori tersebut adalah kelengkapan nutrisi, mudah/tidak untuk diikuti, potensi jangka panjang/pendek penurunan berat badan, keamanan dan efek samping, serta potensi diet membantu mencegah penyakit degeneratif seperti jantung dan diabetes.”

Perlu sahabat semua ketahui, bahwa berbagai jenis diet itu selalu diupdate. Misal dulu dikenal 4 sehat 5 sempurna yang sangat fenomenal. Lalu dianggap keberadaan susu itu tidak lagi “sempurna” sehingga diubah menjadi Gizi Seimbang yang digunakan sebagai referensi kementrian kesehatan saat ini.

Tapi coba kita lihat kebelakang, apakah dengan mengikuti pola tersebut kita akan sehat dan terbebas obesitas? Jawabnya : Belum Tentu! atau malah tidak…

Buktinya dalam riwayat 30 tahun kebelakang dengan diperkenalkan pola makan, malah yang terjadi kenaikan populasi masyarakat dengan kelebihan berat badan makin meningkat. Belum lagi kasus diabetes, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Saya juga pernah merasakan frustasi karena sulit sekali menurunkan berat badan. Udah coba berbagai jenis cara, bahkan ikut program berbiaya mahal, tapi turun sedikit, baliknya bisa nambah dari berat badan sebelum diet. Aneh kan….

Saya juga setuju no one diet fit for all. Misal sesama pelaku diet keto aja bisa jadi ada perbedaan, misal ada kebutuhan khusus untuk terapi, yang satu perlu performance tinggi untuk marathon, ada yang cuma perlu untuk menjaga kebugaran dengan aktifitas fisik rendah, dan sebagainya.

Yuk kita lanjutkan membahas diet terbaik yang disebutkan yaitu Diet Mediterania.

Oh ya, kalau ada yang punya info komunitas atau expert diet mediterania ini, please info ke saya ya.

Kata wolipop ini adalah :
– diet yang paling mudah diikuti
– paling baik untuk mencegah diabetes
– diet berbasis makanan terbaik

Sayang klaim diatas ini tidak dilengkapi dengan data yang lengkap, cuma mengatakan diet ini berisi berbagai jenis makanan bernutrisi tinggi. Mulai dari kacang-kacangan, gandum, biji-bijian, sayur, buah serta makanan laut.

So, sangat sulit menilainya. Tidak jelas mekanisme kerja untuk menurunkan berat badan, pembagian nutrisinya bagaimana, bagaimana pola-nya, menu lokal yang bisa dikonsumsi, dan sebagainya.

Bahkan saya akhirnya bisa menganggap sebenarnya pola mediteranian ini sebenarnya keto juga hehehehe… karena memasukkan juga lemak sebagai satu kompenen pentingnya. Cuma ada tambahan wine. Saya belum tahu wine ini termasuk halal atau haram, bagaimana pengaruh terhadap tubuh, saya belum pernah coba.

Pola diet yang umumnya dipercaya dokter dan nutrisionist kebanyakan saat ini tetap berpola sama : pilih makanan kalori rendah sehingga defisit kalori, rendah lemak, rendah garam, serat tinggi, karbo makanan pokok dan rasanya kini sudah tidak lagi relevan untuk menurunkan berat badan. Kalau untuk orang sehat, badan normal sih rasanya tidak ada masalah.

Salah paham tentang ketogenic

Harus diakui, ketogenic ini memang unik dan berbeda dengan banyak metode diet yang fokus pada kalori difisit. Di ketogenic lebih memfokusnya untuk menjadikan tubuh menjadi ketosis atau menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama. Tidak lagi menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama.

Kita melihat bahwa manusia menggunakan lemak sebagai cadangan energinya, tentu akan lebih efisien jika mampu menggunakan lemak atau keton sebagai sumber energi.

Bagaimana efek diet ketogenic?

Banyak orang meragukan manfaat diet ketogenic untuk terapi, bahkan mereka menuduh keto bisa memicu diabetes hingga kesehatan jantung. Ini pernyataan yang tidak berdasar lho, karena malah sebaliknya. Diet keto memperbaiki banyak sekali kasus sindrom metabolis. Baca lengkap disini.

Masih banyak orang juga meyakini bahwa karbohidrat adalah satu-satunya sumber energi bagi manusia.

Jadi makan karbo itu wajib. Faktanya, manusia tidak membutuhkan karbohidrat sebagai nutrisi esensial.

Ada juga yang berpikir bahwa keto itu tidak konsumsi karbo sama sekali.

Tentu ini tidak benar. Karena dalam ketogenic dialokasikan sekitar 5-10% karbo yang didapat dari sumber makanan rendah karbo seperti sayur, kacang, olahan susu, santan, dan buah yang tidak manis.

Dan yang paling membahagiakan adalah terbukti diet keto sangat efektif untuk menurunkan berat badan. Catat juga, bahwa penurunan berat badan itu hanya terjadi pada tubuh yang sehat. Obesitas sebenarnya merupakan mekanisme tubuh untuk mempertahankan diri. Jadi gendut sama dengan sehat itu adalah mitos besar!

Selanjutnya banyak orang berpikir menjalankan pola ketogenic itu sulit dan tidak akan bisa jangka panjang.

No way! diet keto ini bisa dijalankan dimana saja. termasuk di Indonesia, dengan menu-menu Indonesia. Kalau dilihat banyak sekali menu makanan tradisional kita yang kaya akan kelapa dan santan. Dan tentunya ini sangat keto friendly. Mulai rendang, opor, gule, sate, ayam goreng, dan banyak lagi menu yang lezat-lezat.

Tapi Anda tetap punya hak untuk tidak setuju. Diet dan hidup ini pilihan kok….

Lalu ada yang nanya, mana bukti ilmiahnya.

Waduh kalau nanyanya masih seperti ini, berarti kurang jauh jalan-jalannya. Saya sudah mengoleksi lebih dari 15 buku fisik yang didalamnya bicara tentang ilmiah dan penelitian tentang pola ketogenic ini. Jadi silahkan baca buku saya Ketogenic Gaya Hidup Revolusioner, atau cek aja langsung di amazon.com biar puas.

 

 

Lalu kenapa banyak orang anti dengan keto?
Saya jawab tidak tahu.
Saya juga tidak akan jelaskan di tulisan kali ini.
Tunggu aja siapa tahu ada di tulisan berikutnya.

Okay, sudah cukup panjang ulasannya.
Terima kasih yang sudah membaca sampai selesai.
Have Fun 2020!

Buah dan Diet Keto

Halo, ketemu lagi di foodketo.com!

kemaren saya dapat kiriman rekaman dari youtube dan instagram tentang tanya jawab diet keto.

“Bagaimana tentang diet keto?” kata penanya. Nara sumber menjawab : “Kalau saya tidak sepakat kalau tidak makan karbo. Keto kan makan protein dan lemak terus menerus. Protein-lemak, protein-lemak. Kalau diet tertentu melarang makan buah, lalu kenapa Allah menciptakan buah? Keto cuma boleh makan alpokat saja, gak boleh yang lain segala macem, ngapain. Bikin susah aja.”

Kalau saya pribadi sih senyum aja mendengar jawaban tersebut.

Jika mau mempelajari lebih dalam tentang pola makan, nutrisi, sampai ketogenic, bisa dibilang ketogenic ini malah pola diet yang paling flexible lho. Aturannya sederhana dan jelas.

Banyak pola-pola makan yang lain cuma bilang:

ya gizi itu yang penting seimbang. Seimbang itu seperti apa? …. atau

yang penting semua on moderation. On moderation itu seperti apa?

Keduanya sounds good, terdengar baik, netral, bijak, tapi gak jelas prakteknya.

Tapi tentu, seperti saya bilang berulang kali. Diet itu hak asasi manusia kok. Yang monggo-monggo aja 🙂

Terkait buah dan sayur, sebenarnya pernah kita bahas di blog ini, silahkan cek :

https://foodketo.com/apakah-buah-dan-sayur-itu-dianggap-tidak-sehat-ketika-keto/
https://foodketo.com/buah-fruktosa-dan-fatty-liver/

Hari ini kita bahas dari sudut lainnya.

Selama ini kita menganggap buah itu sehat, dan boleh dikonsumsi no limit. Jadi cemilan “sehat” jadi seperti permen alami, rasanya manis-manis, warnanya menarik. Dan jangan salah, saya ini juga suka banget sama buah lho!

Tetapi ketika pola ketogenic ataupun rendah karbo ini makin populer, banyak orang salah paham dan menganggap diet keto ini melarang buah buahan.

Padahal kalau kita sungguh-sungguh mempelajari, yang lebih tepat, sebenarnya kita perlu hati-hati dalam mengkonsumsi buah. Karena rasanya yang enak ini bikin kita makan berlebihan. Satu apel misalnya mengandung 21 gram net carb. Nah kan sayang kalau jatah karbonya kita habiskan karena makan apel saja. Apalagi sekarang kalau lihat orang bikin jus apel bisa memerlukan 3-4 butir.

Biar gak bingung, saran saya sih baca buku Ketogenic Gaya Hidup Revolusioner deh, disana ada daftar juga beberapa kandungan net carb buah-buahan, termasuk buah-buahan apa saja sih yang bisa Anda konsumsi. Oke!

Mengapa Anda Perlu Membatasi Buah ketika diet Keto?

Prinsip diet ketogenik (diet keto) adalah diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Pada diet ini, karbohidrat biasanya dibatasi 5-10% dari asupan kalori harian. Atau berkisar mulai 20-50 gram net carb per hari. Diet standar pada umumnya (seimbang, dll) sekitar 225-325 gram karbohidrat sehari.

Tujuan pengurangan karbohidrat ini adalah mengenalkan kembali tubuh untuk dapat menjadi ketosis atau pembakar lemak. Kondisi ini tubuh dapat memproduksi kembali keton yang diolah dari lemak makanan maupun lemak tubuh untuk dapat menggantikan glukosa dari karbohidrat sebagai bahan bakar.

Selama ini kita selalu bergantung pada glukosa, karena hampir semua panduan gizi di seluruh dunia menganjurkan konsumsi karbo tinggi dalam piramida makanannya.

Sehingga untuk membatasi asupan karbohidrat hingga maksimal 20-50 gram per hari, para ahli keto merekomendasikan untuk mengonsumsi buah dan sayuran yang rendah karbohidrat saja. Buat beberapa orang bisa jadi ini ribet, tapi faktanya kandungan karbohidrat di buah itu tentu sangat bervariasi. Sehingga perlu dipilih dan atau kalau perlu di timbang agar tujuan dietnya tercapai.

Nah kalau berat badan ideal, tidak ada tujuan tertentu, olah raga sudah teratur, sehat wal afiat, tidak ada masalah kesehatan ya tentu kondisinya berbeda dong yaaaa……

Hal lain yang perlu dipelajari, sebenarnya ada tiga jenis karbohidrat utama: pati, gula, dan serat. Dari ketiganya, gula yang paling banyak meningkatkan kadar glukosa darah, sedangkan serat tidak memiliki efek langsung. Buah yang sangat tinggi gula adalah makanan yang bisa membuat Anda sulit masuk menjadi ketosis. Sehingga rencanakan dengan baik sesuai tujuan dietnya.

Tentang Buah dan Gula

Buah tentu mendapatkan rasa manis dari gula. Sebagian besar gula merupakan kombinasi dari fruktosa, glukosa, dan sukrosa. Masing-masing dimetabolisme secara berbeda dalam tubuh, ini memerlukan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi lagi:

Fruktosa – Disebut gula buah, fruktosa adalah monosakarida sederhana, dimana dimetabolisme di hati dan dengan cepat mengisi kembali glikogen. Ini yang akhirnya proses ketosis berhenti. Dan hal lain yang sering diakibatkan asupan buah berlebihan adalah fatty liver atau perlemakan hati karena fruktosa berlebihan akan diubah juga menjadi lemak di liver.

Glukosa – Tanaman membuat glukosa melalui proses fotosintesis menggunakan air dan karbon dioksida. Ini adalah sumber energi yang paling umum untuk sebagian besar makhluk hidup, termasuk tanaman. Saat manusia makan glukosa, maka akan dialirkan dalam darah dan digunakan sebagai energi. Glukosa tinggi dalam tubuh ini sifatnya berbahaya sehingga harus segera diturunkan, tubuh otomatis mengeluarkan insulin dan menyimpan sebagai lemak. Proses Ini sangat menghambat sintesis keton.

Sukrosa – Sukrosa adalah disakarida yang mengandung fruktosa dan glukosa dengan jumlah yang sama. Tubuh mencerna sukrosa dengan cepat dengan memecahnya menjadi bagian dasarnya (yaitu fruktosa dan glukosa). Sukrosa juga mempengaruhi glukosa darah dan sintesis glikogen.

Kandungan gula dalam buah sangat bervariasi. Beberapa buah memiliki kandungan gula yang cukup rendah, sehingga cocok untuk diet keto, tetapi ada juga buah yang memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Itu sebabnya Anda perlu tahu buah yang cocok untuk diet keto Anda dengan baik.

Benar sekali, selain gula, buah juga merupakan sumber serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Ini diperlukan juga dalam diet keto, sehingga ketika menjalankan diet keto kita juga perlu melihat dari berbagai sisi, seberapa banyak diperlukan tubuh, berapa porsinya, dan bagaimana kita bisa mencapai tujuan kesehatan yang diinginkan.

Berapa Banyak Buah Yang Bisa Saya Makan Ketika Keto?

Tentu sangat tergantung pada jenis buahnya. Namun secara umum ketika menjalankan keto, kita konsumsi 1 porsi buah dengan net carb 5-10 gram. Agar kita tetap bisa mendapatkan porsi karbohidrat dari sayur, bumbu, santan, maupun hidden carb yang tersembunyi dari makanan.

Untuk menjaga Anda tidak berlebihan, sebaiknya cek nutrition fact juga agar membantu kita mengetahui komposisi kandungan buah. Memang tidak akan bisa akurat 100%, tapi paling tidak memberikan kita gambaran tentang banyaknya asupan yang bisa kita konsumsi.

Untuk menjadikan buah sebagai bagian dari diet keto Anda, bisa juga dicampurkan di makanan, seperti salad, dengan potongan kecil, ditambahkan yougurt / kefir, santan, maupun virgin coconut oil.

Wah saya kebanyakan makan buah nih. Bagaimana dong?

Misalkan Anda terlalu banyak konsumsi buah dalam 1 hari, misal sampai 100-200 gram sehari, tentu hal ini akan meningkatkan kadar glukosa darah Anda, lalu menghentikan ketosis dan menambah glikogen.

Tenang ini bukan bencana besar, walau Anda tetap harus waspada. Apalagi kalau tujuan Anda memang mau menurunkan berat badan, ataupun terapi diabetes.

Ketosis adalah tujuan dari diet keto dan agar berhasil, kadar keton diusahakan berkisar antara 0,5-3,0 mmol / L.

Kondisi ketosis akan terjadi jika kadar gula darah di range normal / cenderung rendah. Dan ini akan berhasil jika Anda makan kurang dari 20-50 gram net carb perhari. Jika sampai berlebihan, tentu tubuh kita akan keluar dari kondisi ketosis dan kembali menjadi 100% pembakar gula.

Namun, ada beberapa cara untuk mengembalikan tubuh Anda ke ketosis dengan cepat :

  1. Berolahraga
    Olahraga akan membantu menghabiskan glikogen otot dan liver. Namun, perlu diingat bahwa dibutuhkan banyak energi untuk ini terjadi. Anda bisa konsul dengan personal trainer dan mengutamanakan olah raga beban untuk tujuan ini.
  2. Puasa
    Puasa juga membantu Anda mencapai ketosis lebih cepat. Anda dapat melakukan puasa sunnah, atau intermittent fasing dimana tidak sarapan dan baru makan jam 12 siang. Atau bisa membatasi jam makan hanya antara jam 12-18 saja. Puasa dapat menguras glikogen hati, menurunkan kadar glukosa darah, dan meningkatkan produksi keton. Pastikan ketika berbuka puasa, pilih makanan rendah karbohidrat dan tinggi lemak untuk meningkatkan produksi keton.
  3. Konsumsi Virgin Coconut Oil
    Virgin coconut oil mengandung medium chain fatty acid, atau rantai lemak menengah, yang merupakan jenis lemak jenuh yang unik dan menurut penelitian menunjukkan tubuh dapat dengan mudah merubahnya menjadi keton. Virgin coconut oil merupakan suplemen yang penting dalam diet keto ini. VCO tidak memerlukan empedu dan enzim untuk pencernaan, mudah diserap di usus kecil dan sampai di liver dengan cepat dan diubah menjadi keton.

Bisakah Diet Keto Tanpa Buah?

Dalam diet keto sudah mengakomodir berbagai makanan yang kita konsumsi secara umum. Cek di daftar makanan keto juga di Flashcard ketogenic. Kini semakin banyak riset membuktikan pola ketogenic ini aman dan bermanfaat. Misal cek penelitian keto dan diabetes di link ini.

Dalam penelitian tentu mengatur agar asupan sesuai dengan keto makronya dalam menu sehari hari. Jka Anda merasa bisa mendapatkan semua vitamin C, serat, dan nutrisi lain dari sayuran, kacang-kacangan, dan biji keto-friendly, maka Anda untuk memutuskan.

Bahkan ada juga orang yang menjalankan kombinasi keto dan vegan. Sejauh kita tetap bisa menjaga komposisi tinggi lemak dan rendah karbo tentu kombinasi dengan zucchini, tomat, terong, dan mentimun merupakan selera masing-masing.

Buah tetap memiliki tempat diet keto, meskipun terbatas. Alasannya tentu sudah cukup dijelaskan di atas. Kita perlu berhati-hati saat makan buah, karena ketika berlebihan tubuh akan segera keluar dari kondisi ketosis. Untungnya, ada banyak buah yang rendah karbohidrat bisa Anda pilih.

Menambahkan buah rendah karbo ini tetap dapat membuat diet menjadi fun, menambahkan vitamin / mineral penting ke dalam tubuh, dan asupan antioksidan yang melindungi kesehatan.
 
Saat konsumsi buah dalam diet keto, pilih dan asup kandungan karbohidrat bersih 5-10 gram per porsi. Pertahankan asupan Anda satu porsi sehari dan pastikan untuk memonitor asupan karbohidrat harian Anda.

Jika Anda tidak suka makan buah, tentu lebih mudah bagi Anda untuk menjalankan diet keto ini. Silahkan penuhi kebutuhan makronutrisi, serta mikro nutrisi berupa vitamin dan mineral serta air. Dengan cara ini, kita dapat memastikan Anda tidak kehilangan nutrisi dan antioksidan yang penting untuk kesehatan dan tujuan diet Anda.

Saya perlu info tambahan tentang Diet Keto

100% privacy. Kami benci spam. Ketika Anda subscribe, kami akan update info secara rutin by sendfox
Open chat
1
Halo kak, silahkan chat...