KF ITU SIMPEL

#sharingKF
Saya masih ingat bingungnya saya tiap bulan harus bawa anak saya ke rumah sakit karena asma.
Tiap kali asma, muka si bungsu pasti sampai membiru.
Tak cukup hanya sekali penguapan, setiap kali asmanya kambuh, perlu dua kali penguapan baru jalan nafasnya menjadi lebih lega.
Bukan hanya satu anak, tapi ada 3 anak yg pun demikian.

Batuk pilek yg mereka alami, sudah pasti berakhir dg kambuhnya asmatik mereka.

Belum lagi keluhan eksim yg sudah dimiliki sejak bayi. Bolak balik ke dokter kulit sudah saya lakukan. Dari hanya satu dokter, setiap obatnya habis, kembali lagi ke dokter untuk minta lanjutan obatnya. Sampai akhirnya pindah ke dokter lain yg direkomendasikan lebih baik oleh salah satu kerabat.
Namun petualangan ke dokter tidak berakhir selama 11tahun ini.

Lelah sebetulnya
Berbagai obat2an sudah ada di rumah sejak mereka masih balita.
Sebetulnya hati menangis setiap kali harus memberikan mereka obat2an itu.
Tapi daripada anak saya tidak bisa bernafas, daripada anak saya terus menggaruk, lebih baik saya berikan obatnya.

Sampai akhirnya, 11 bulan lalu saya melangkah ke KF. Saya amati beberapa warrior cilik yg dibagikan kisahnya dalam grup ini.

Sebulan setelah saya ikut KF, saya beranikan diri meng-KF-kan anak bungsu dan juga anak kedua kami Tentunya dengan dukungan dari suami. Walaupun ditentang oleh keluarga. Tetap saya lakukan.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan si bungsu KF, serangan Asma tidak muncul. Hanya ada pilek2 sedikit. Tapi segera pulih dalam waktu bbrp hari saja.

Sebulan bulan setelah bungsu ikut KF, saya minta anak ke-3 kami pun ikut KF. Tidak pakai lama, dalam 2 minggu saja eksimnya mengering.
Dan yg lebih membahagiakan, suamikupun menyatakan akan ber-sama2 berKF bersama saya dan anak2.

Bulan demi bulan, berlalu
Saya 11 bulan KF
Anak ke dua dan bungsu 10 bulan KF
Suami dan anak ke 3 sudah 9 bulan KF

Pertumbuhan anak2 jauh lebih pesat. Stamina mereka lebih baik. Penyakit asma sudah tidak lagi menghampiri. Alergi pun sudah tidak datang.
Secara emosi, mereka sudah lebih baik. Tidak mudah marah. Konsentrasi bisa lebih lama. Diajak dialog sudah lebih fokus.

Bersyukur luar biasa.

Kalau ada yg tanya bagaimana mereka menjalani KF?
Jawaban saya “Ikut protokol fase konsol”

Makanannya apa aja?
Telur, ikan, ayam, daging, keju, alpukat dan nori
Kadang2 sayur dan tahu (kalo lagi kangen aja)

That’s all.

KF itu sebetulnya simpel.
Kalau kita mau jalanin, ya jalani saja. Ngga perlu dibuat ribet.

Anak2 saja bisa. Masa kita yg dewasa ngga bisa? ?

Pict:
2 of my kodomo who are Kf Warrior, Alain (12thn) & Aimee (9thn)

Dipersembahkan oleh : https://www.facebook.com/iko.ico.52?fref=nf

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *