Ramadhan dan Ketogenic ( fastosis )

Ramadhan dan Ketogenic ( fastosis )

Ramadhan adalah waktu dimana umat Islam di seluruh dunia puasa selama sebulan penuh. Puasa di bulan Ramadhan dilakukan dengan tidak makan dan minum pada jam siang hari. Dari beberapa istilah di ketogenic adalah dry fasting. Di malam hari juga dilakukan ibadah tambahan sholat tarawih ataupun tadarus Al Qur’an untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di masa ini juga merupakan waktu dimana keluarga dan kerabat berkumpul untuk silaturahim.

Nah, sebenarnya mirip dengan pola diet ketogenic, dimana puasa juga akan memicu kondisi metabolisme seseorang menuju ketosis. Walau banyak orang mengenal diet ketogeni sebagai terapi untuk kejang pada terapi autis, kini banyak digunakan juga untuk berbagai keperluan.

Nah banyak pasti pertanyaan Anda, Bagaimana menjalankan diet ketogenic selama ramadhan?

Pada beberapa hari pertama bulan Ramadan, mungkin Anda akan merasa khawatir tentang kelaparan atau kehausan. Tapi bertahap tubuh akan beradaptasi dan terbiasa bebas dari makan dan minum. Apalagi kalau Anda sudah terbiasa puasa sunnah, atau menjalankan day fasting, atau dry fasting, puasa dengan metabolisme ketogenic ini akan terasa lebih ringan dan berenergi termasuk hingga sholat tarawih.

Bulan Ramadhan sebenarnya merupakan waktu yang cocok bagi Anda yang selama ini merasa susah diet, merasa obesitas, diet yoyo, dan serupa hal tersebut. Anda bisa mulai berexperimen untuk memulai diet ketogenic ini lho… Apalagi jika Anda berharap penampilan baru yang lebih segar dan lebih muda ketika datang idul fitri.

Tantangan utama ketika mengikuti diet ketogenik di bulan ramadhan adalah bagaimana bisa tetap membatasi asupan 10-50g karbohidrat dalam sehari, tergantung fase yang dijalani. Tetapi, perlu dipastikan juga konsumsi lemak yang cukup, karena kita mengarahkan tubuh berpindah dari sumber tenaga utama glukosa ke keton (lemak). Jika lemak yang dikonsumsi kurang dari keperluan kalori badan, dikhawatirkan badan akan memanfaatkan otot sebagai sumber tenaga.

Jadi ketika mayoritas Muslim membuka puasa mereka atau istilahnya ta’jil dengan makanan yang manis, kue-kue, dan hidangan manis, ketika menjalani diet keto akan memilih membuka puasa dengan air putih, vico, buah alpukat atau stroberi dan yoghurt berukuran kecil!

Meski begitu, sudah banyak orang yang merasakan manfaat dari diet ketogenic dan ketofastosis. “Celana jauh lebih longgar dan saya juga merasa sehat secara mental. Tidur yang berkualitas dan jauh dari stres”

Bagi banyak orang yang sudah menjalani pola hidup ketogenic, Ramadhan akan membuat puasa terasa sedikit lebih mudah, karena pelaku ketogenic sudah terbiasa dan mempersiapkan pola pikir untuk membatasi makanan.

Pengaturan menu sahur dan berbuka “ala ketogenic” sebenarnya relatif mudah bagi orang Indonesia kok. Berbagai menu dengan bahan dasar santan, ikan, daging, dan telur bisa diolah menjadi berbagai menu makanan. Fokus hindari makanan dengan karbohidrat dan gula tinggi.

Coba simak juga penjelasan dari buku Fasting a great medicine. Thanks infonya buat mba Dheita Ayu.

Rumusan Fisiologi Puasa

Fase 1 – Hari 1-2
Gula dalam badan menurun. Jantung berdegup perlahan.
Glikogen ditarik keluar dari otot dan menjadikan otot berasa lemah.
Efek sampingnya adalah pusing, mual, lapar dan mulut berbau khas (keton).

Fase 2 – Hari 3-7
Lemak mulai dipecahkan bertujuan menghasilkan tenaga. Berlakunya tindakan kimia dari gliceride ke glicerol berubah menjadi glukosa. Fase ini juga berlangsungnya proses detoksifikasi. Menyebabkan badan dan kulit menjadi berminyak.
Selain itu organ detoks seperti paru-paru masih belum terbiasa.
Pada fase ini juga aktivit sel darah putih meningkat sekaligus meningkatkan sistem antibodi.

Fase 3 – Hari 8-15
Proses ditoksifikasi berlangsung dgn sel-sel mati dan rusak mulai di keluarkan.
Proses penyembuhan lebih mudah pada saat ini, malah penyakit lama juga diperbaiki. Mungkin berlaku rasa sakit pada fase ini. Pada fase ini juga tenaga meningkat dan pikiran menjadi lebih jelas.

Fase 4 – Hari 16-30
Badan mula terbiasa dgn puasa.
Proses pemulihan masih berlaku, hasilnya pernafasan menjadi lebih baik dan kwalitas darah meningkat.

Coba Download Panduan Special Ramadhan.

TIPS : Pastikan juga konsumsi air yang cukup ketika sahur dan berbuka. Tambahkan asupan garam dan kaldu untuk menjaga kadar mineral dalam tubuh.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download
Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download