MITOS : Mau Langsing, Anda Harus Hindari Lemak

MITOS : Mau Langsing, Anda Harus Hindari Lemak

Saya gak suka diet, walau berat saya sudah diatas 92 Kg. Saya sudah berbagai macam cara diet, bayar sangat mahal, tapi tidak ada satupun yang menghasilkan. Saya minum menu spesial di pagi hari, memilih makanan yang saya makan, menghindari semua makanan favorit saya, sehingga dapat mengurangi kalori.
Saya merasa aneh…
Perasaan jadi berkecamuk…

Hingga suatu saat…
Saya merasa lapar sepanjang waktu…
Berat badan hanya turun 1-2 kg
Rasanya tidak sebanding dengan pengorbanan saya…
Saya Stop!
Saya memilih berhenti…
dan akhirnya berat badan segera meningkat kembali.

[THE END]

Apakah pernah mendengar cerita seperti diatas?
Atau hal itu terjadi juga dengan Anda?

Pasti banyak dari yang membaca tulisan ini pernah melakukan diet. Minimal Sekali.
Kenapa? Karena memang kebanyakan dari manusia di muka bumi kini mengalami kelebihan berat badan!

Menemukan diet yang tepat untuk mencapai berat badan ideal dan meningkatkan kesehatan bukan hal yang mudah. Anda pasti melihat jutaan orang di seluruh dunia mengikuti berbagai program diet, tapi gagal. Atau berhasil tapi tidak lama kemudian berat badannya kembali naik.

Akhirnya menyerah, dan mengganggap dirinya baik baik saja, lalu mencari pembenaran : yang penting sehat.


Data mengatakan 60% penduduk dunia overwight, 30% mengalami obesitas!
Dan ini sudah terjadi juga sejak anak-anak.

Angka ini meningkat pesat luar biasa dibandingkan 50-60 tahun yang lalu.
Overweight kini sudah menjadi epidemi, bukan hanya di negara kita, tapi di seluruh dunia!

Setiap waktu pedagang produk pelangsing mencari mangsa baru. Terutama bagi yang ingin mendapatkan hasil instant. Tahukah Anda, bahwa diet berasal dari kata Yunani “dietika” yang berarti ‘jalan hidup’.

Sayangnya banyak orang tidak paham.

Mengapa kita kelebihan berat badan?
Karena sejak 50an tahun yang lalu, pola makan kita berubah.
Kita saat ini mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat,
dan mengkonsumsi lebih sedikit lemak dibanding sebelumnya.
Dulu kakek-nenek, buyut kita mengkonsumsi paling tidak 40% kalori harian dari lemak.

Coba Anda pergi ke supermarket, coba label apa yang Anda temukan :
Rendah lemah, bebas lemak, rendah kalori, ….
Bahkan tenaga medis professional juga menyarankan menghindari lemak,
menghindari kelapa, menghindari santan, menghindari minyak.

Apa Akibatnya?
Kita memilih makanan bebas minyak, dikukus, dibakar. Minyak sehat diganti dengan minyak yang kaya transfat. Konsumsi berbagai tepung olahan, gula dan pemanis buatan merajalela.

Kita makan lebih rendah lemak, makanan rendah kalori dibandingkan sebelumnya, namun kita lebih gemuk dibandingkan sebelumnya. Sadarkah Anda?

Jawaban dari guru saya yang paling sederhana adalah bahwa diet rendah lemak itu MITOS!
Mereka tidak alami, mereka tidak sehat, dan dalam jangka panjang mengakibatkan kenaikan berat badan, bukan menurunkan berat badan.

FAKTA : Mau Langsing, Anda Harus MAKAN LEMAK

Penelitian pun mulai menguak fakta ini, salah satunya Studi Framingham. Anda bisa juga melakukan riset sendiri tentang hal ini. Studi dimulai tahun 1948, dilakukan seumur hidup relawan, dan masih berlangsung saat ini. Penelitian ini melibatkan hampir seluruh penduduk Framingham, Massachusetts, (jumlah populasi 5127).

Setelah lebih dari 40 tahun penelitian, Dr. William Castelli mengatakan, “Dalam Framingham, orang yang lebih banyak makan lemak jenuh, orang yang lebih banyak makan kolesterol, semakin banyak kalori yang dimakan, semakin rendah kadar kolesterol seseorang. Kami menemukan bahwa orang yang makan kolesterol yang paling banyak, makan lemak jenuh paling banyak, makan kalori paling banyak, timbangan berat badannya paling ringan!”

Mungkin Anda akan mengira orang dengan pola makan sedikit lemak jenuh, kolesterol, dan kalori akan langsing dan memiliki berat badan ideal, tapi kenyataannya tidak, sama halnya dengan penelitian Framingham.

Tampaknya bahwa jika Anda sungguh ingin menurunkan berat badan, Anda perlu menghindari diet rendah lemak. Karena pola makan rendah lemak (menghindari makanan berlemak, minyak, gorengan) adalah awal dari kelaparan. Sehingga alternatif lain adalah cobalah pola makan dengan lemak tinggi, seperti pola makan paleo atau ketogenic.

Dalam diet keto Anda akan dipaksa untuk menghindari modern yang penuh kandungan karbohidrat. Stop semua bahan makanan kaya karbohidrat seperti nasi, mie, roti, singkong, jagung, kentang, semua tepung, gula, termasuk susu, hingga buah yang berasa manis.

Lemak trans seperti minyak canola, minyak kedelai dan minyak jagung juga dihindari.

Tentu mencapai kondisi ketosis, tubuh memerlukan proses adaptasi. Jaga selalu asupan mineral termasuk asupan dari garam. Di awal kenaikan kadar kolesterol dan asam urat cenderung naik. Selalu jaga agar asupan karbo rendah, sehingga kadar gula darah selalu rendah. Disana tubuh akan mulai memecah lemak menjadi keton, sebagai energi bagi tubuh.

Kemudian bertahap Anda akan merasakan manfaat dari gaya hidup ketogenic ini. Timbangan berkurang, ukuran tubuh mulai mengecil, gula darah turun, dan terjadi keseimbangan hormon.

Makanan memainkan faktor penting dalam kehidupan. Diet kecenderungannya dilarang makan ini itu, mengakibatkan kita tidak bahagia. Ketogenic berbeda, karena Anda bebas makan lauk!

A best diet would be where you enjoy your food and by conscious decision

Diet terbaik Adalah ketika kita menikmati makanan dengan penuh kesadaran.

So just enjoy what you are eating but be smart with your decisions.

===> DOWNLOAD Panduan ketogenic Sekarang

Tonton juga video seputar keto ini di : VLOG Keto



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download
Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download