Lima Saran Diet Terburuk Yang Pernah Ada (dan masih banyak dipercaya…)

Lima Saran Diet Terburuk Yang Pernah Ada (dan masih banyak dipercaya…)

Selamat datang di era baru…

Di era informasi digital saat ini semua bisa belajar secara mandiri dengan sangat cepat.
Ketika era menulis dan membaca berubah menjadi era visual audio (video).
Bahkan untuk live langsung bisa dilakukan siapa saja.

No Border, tidak ada batas lagi waktu dan ruang.
Semua punya hak yang sama. Equal.

Sehingga kebenaran, hal penting yang dulu dirahasiakan kini terbuka.

Sama seperti saran-saran lama yang kini sudah tidak lagi relevan,
termasuk saran tentang diet dan pola makan yang sehat.

Hari ini kita akan bahas tema menarik tentang


5 saran diet terburuk yang pernah ada

wah apa aja itu ya?
Tulisan ini terinpirasi dari review eatlocalgrown.com dan diskusi dengan dr Zainal Gani.

Yuk kita mulai bahas satu per satu
Sejarah nutrisi penuh dengan omong kosong.

Orang-orang telah disarankan untuk melakukan berbagai hal aneh yang menantang akal sehat.

Beberapa hal ini tidak hanya sia-sia saja, tapi berpotensi membahayakan.

Bagian terburuk … banyak saran salah arah ini masih didorong.

Berikut adalah 5 pesaing teratas untuk saran diet terburuk dalam sejarah.

1. Hindari Kuning Telur. Benarkah ?

Apa Anda menghindari kuning telur? Atau sering melihat orang yang memisahkan dan meninggalkan kuning telur tersisa di piring mereka?

Telur adalah salah satu makanan paling bergizi di planet ini.
Telur kaya dengan protein berkualitas tinggi, lemak sehat, vitamin, mineral dan antioksidan.
Telur juga kaya kolin, nutrisi otak. Juga mengandung Lutein dan Zeaxanthin, antioksidan kuat yang sangat protektif untuk mata, menurunkan risiko berbagai penyakit mata.
Dan, pastinya telur ini terjangkau, penyajian mudah, dan rasanya enak!

2. Konsumsi Makanan Rendah Lemak ( Low Fat ) Bikin Sehat ?

Bahkan penderita diabetes pun disarankan menghindari lemak!

Penelitian Ancel Keys terkait lemak dengan kolesterol dan penyakit jantung ternyata tidak berhubungan, dan tidak relevan lagi. Di sisi lain banyak yang mengaitkan dengan kepentingan politik dan ekonomi masa lalu.

Akibat menghindari lemak, malah yang terjadi peningkatan kasus obesitas dan diabetes luar biasa, di seluruh dunia. Tapi penelitian seputar manfaat lemak ini terus berkembang, walau minim dukungan dan financial terbatas.

Sampai ada yang mengatakan, diet rendah lemak adalah kegagalan yang menyedihkan. Sehingga muncul opini miring bahwa penelitian tersebut merupakan kedok dari industri farmasi untuk membuat pasien terus ketergantungan mengkonsumsi obat hingga di klaim menjadi obat seumur hidup.

Di sisi lain, semakin terbukanya orang terhadap diet ketogenic, dimana konsumsi lemak 70-75% dan meminimalkan asupan karbohidrat (10-30 gram / hari) merubah hidup banyak pelaku-nya. Tidak hanya tubuh menjadi langsing, keluhan berbagai penyakit pun berangsur mereda.

Inilah saatnya bagi kita mulai melupakan pola diet rendah lemak, dan memohon maaf pada tubuh sendiri serta saran yang membuat kondisi kesehatan menurun dalam beberapa dekade ini.

3. Semua Kalori adalah Sama, Bukan Kualitas Sumber Makanan-nya?

Anda harus fokus pada jumlah kalori adalah salah satu kesalahan terbesar dalam sejarah nutrisi. Wow!

Mengatur jumlah kalori harian sebenarnya adalah mitos. Kalori itu penting, tetapi lebih tepat adalah mengetahui jenis makanan, waktu makan, dan cara makan yang paling sehat.

Penting untuk disadari bahwa makanan yang berbeda memiliki efek yang berbeda pada hormon dan pusat otak yang mengontrol kapan, berapa dan berapa banyak yang kita makan. Hormon insulin misalnya, ketika insulin dikeluarkan tubuh, gula darah menurun, rasa lapar itu mudah sekali muncul.

Konsumsi lemak secara signifikan mengurangi nafsu makan dan keinginan.
Kalori memiliki efek yang berbeda dari sumber makanan karbohidrat, protein atau lemak.

4. Gunakan Minyak Tak Jenuh untuk Memasak. Apa Benar?

Mungkin Anda banyak disarankan menggunakan minyak nabati seperti minyak kedelai, minyak jagung, atau minyak kanola untuk memasak dan menggoreng. Katanya kandungannya lemak tidak jenuh.

Di sisi lain disarankan menghindari minyak jenuh. Apa sebenarnya arti jenuh dan tidak jenuh?
Pada dasarnya minyak jenuh adalah minyak yang rantai karbonnya ikatannya lengkap. Sehingga lebih stabil, tidak mudah teroksidasi, dan tidak mudah rusak ketika dimasak.

Sedangkan minyak tidak jenuh, ada rantai yang putus sehingga dapat menyebabkan peradangan pada tubuh, dapat bereaksi dengan oksigen dan memulai reaksi rantai radikal bebas di membran sel, yang dapat merusak molekul penting seperti protein atau DNA.

Selain itu, yang kebanyakan orang tidak ketahui adalah cara minyak ini diproses (yang melibatkan panas tinggi dan heksana pelarut beracun), sehingga bisa menjadi lemak trans.

5. Mentega atau Margarin?

Ilmu nutrisi mainstream terutama tentang lemak dan kolesterol membuat banyak hal berubah. Dalam riset menunjukkan margarin yang populer digunakan masyarakat dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dibandingkan mentega.

Mentega pada dasarnya adalah makan tradisional, olahan dari susu, yang diproses dengan cara alami. Baca juga artikel tentang mentega dan margarin.

 

Hal hal lain yang perlu kita gali antara lain :

  • Benarkah kolesterol rendah menghindarkan kita dari serangan jantung?
  • Apakah garam harus dihindari dalam diet kita?
  • Apa pasien diabetes dianjurkan mengganti nasi dengan kentang?
  • Benarkah santan mengandung kolesterol dan harus dihindari?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download
Anda Mau Berat Badan Ideal ?
*Tapi bebas makan lauk yang disuka
Panduan ini Penting Banget, Saya MAU
Silahkan Download Langsung
Baca, Praktek, dan Bagikan...
Panduan Untuk Download